Bagaimana Mengelola Reputasi Online Anda?

Kasus Ashley Cole, bintang sepakbola Inggris di Twitter yang terjadi belum lama ini, berawal dari candaan dan umpatan ke rekan satu profesinya. Namun hal itu meluas hingga harus melibatkan asosiasi sepakbola Inggris ikut campur tangan.

Sayangnya kebanyakan seleb atau figur publik masih mengacuhkan “bahaya” social media. Mereka kadang belum sadar bahwa social network adalah tempat publik yang bisa menyimpan semuanya. Bahkan beberapa interaksi Anda terdahulu yang tidak ingin disebarkan.

Mungkin Anda para praktisi HR Professional bukanlah figur publik seperti Ashley Cole. Namun apa yang menimpa selebritis lapangan hijau itu perlu diwaspadai praktisi HR. Di mana social media bisa menjadi alat yang efektif untuk menunjukkan siapa Anda atau justru menjatuhkan reputasi Anda.

Karena Facebook, Twitter, dan LinkedIn bisa membuka semua percakapan online Anda. Sama halnya dengan Flickr, Tumblr dan Pinterest yang dengan mudah menyebar foto-foto kepada “friends” Anda. Apa yang bisa kita manfaatkan dari semua aplikasi online tersebut. Yang jelas, jika nama akun Anda dicari menggunakan Google search, maka semua social media yang Anda punya akan muncul, dengan detail.

Jadi apa yang akan Anda lakukan?

1. Profil Professional

Sebagai seorang Profesional HR, Googling kandidat sebelum wawancara  atau buka LinkedIn yang mereka punya. Hal itu kini menjadi langkah awal yang biasanya dilakukan dalam proses rekrutmen. Tapi bagaimana Anda bisa yakin bahwa profile online Anda bisa merepresentasikan sikap profesional Anda?

“Barangkali saat Anda hendak menemui klien baru atau ingin bertemu dengan kandidat yang akan Anda rekrut, kemungkinan besar mereka akan mencari profil Anda di LinkedIn. Dulu hal ini hanya terjadi pada industri media saja, tapi sekarang umumnya sudah terjadi di semua sektor,” terang Jodie Finn, National Accounts Manager di perusahaan rekrutmen Venn Group.

Denise Taylor, seorang psikolog karir dan penulis buku “How To Get A Job In A Recession” mengatakan bahwa profesional HR adalah oranng yang harus lebih tahu dari siapa pun atau menjadi role model ketika social media muncul.

“Mempunyai sebuah reputasi online yang bagus berlaku untuk semua profesional, tetapi HR profesional khususnya harus menjadi panutan yang baik bagi yang lain. Lihat profil Anda seperti Anda ingin melihat profil kandidat. Periksa profil online Anda dulu dan jadilah objektif,” ujarnya.

Setelah itu perhatikan foto Anda. Jangan sampai semua orang menemukan foto-foto Anda yang tidak pantas di profil LinkedIn Anda. Bahkan kita juga harus memerhatikan social media yang lain, karena khawatirnya hal itu bisa terkoneksi ke profil profesional Anda. Jagalah komentar Anda. Membuat komentar  negatif di situs blogging akan membuat perekrut mempertimbangkan kesempatan Anda.

Konsistensi juga penting. Para profesional HR akan melihat kemantapan Anda dalam berkarir. Perbarui CV Anda secukupnya, jangan menjadi plin-plan dengan mencari setiap lowongan tanpa melihat skill yang Anda punya. Para praktisi HR profesional akan mengetahuinya.

2. Pentingnya “Eksis” di Dunia Online

Waspada jika Anda tidak memiliki jejak online sama sekali. “Pikirkan apakah Anda secara digital berbeda. Jika Anda berada di 3 halaman pertama pencarian Google berarti profil Anda berbeda. Jika Anda memiliki nama yang umum, pikirkan bagaimana orang lain bisa membedakan profil Anda di antara yang lain, ujar Taylor.

Pembaruan juga penting untuk menjaga konten Anda tetap update. Perkembangan terbaru dari LinkedIn, kini kita bisa meng-endorse keahlian rekan Anda dan juga sebaliknya. Dan pastikan Anda menulis rekomendasi untuk mereka. Hal ini untuk membuat traffic profil online Anda tinggi dan mudah dilihat rekan Anda.

Taylor juga menyarankan sejumlah cara untuk meningkatkan kehadiran Anda, salah satunya menulis artikel atau profil Anda dalam jurnal profesional atau di blog. Cara ini adalah sangat bagus yaitu dengan memanfaatkan popular tags pada blog Anda. Hal ini memungkinkan untuk meningkatkan Google ranking Anda. Sharing blog orang lain dan me-retweet atau berpartisipasi di percakapan twitter juga akan meningkatkan jejak kehadiran online Anda.

Jodie Finn menghimbau, “Jangan bersembunyi dari social media atau mempromosikan dirimu secara online, tapi pastikan profilmu merepresentasikan siapa Anda sebenarnya,”pungkasnya.

Lindungi Reputasi Online Anda dengan 5 cara ini :

1. Aturlah Settingan Privasi Anda. Jika Anda tidak nyaman dengan gambar dan komentar yang disebarkan atau di tag oleh teman atau keluarga, maka aturlah setting  privasi Anda agar privasi Anda terjaga.

2. Jika sesuatu yang tidak diinginkan telah terjadi, dan bisa merusak reputasi Anda, maka sebaiknya Anda menghubungi Webmaster agar menghilangkannya. Pastikan orang tidak bisa menemukannya lagi.

3. Jika Anda menemukan sebuah situs yang memunculkan no rekening bank Anda atau data pribadi yang penting, Anda dapat melaporkan konten tersebut secara langung kepada Google.

4. Jika ada hal-hal yang tidak bisa dihapus, seperti pencemaran nama baik, maka Anda bisa memposting berita yang positif dengan mengaitkan konten sebelumnya. Cara ini bisa mengurangi kemungkinan pencarian negatif untuk profil atau brand Anda.

5. Cek reputasi online Anda dengan mencari di Google. Periksa hasilnya apakah lebih banyak kesan positif atau negatif. Cara ini akan menggambarkan langsung reputasi Anda.

Tags: ,