Anda Wanita Sendiri dalam Tim? Don’t Worry!

Situasi di mana Anda sebagai seorang wanita sendiri dalam suatu tim mungkin pernah Anda alami. Mungkin Anda juga pernah merasa pendapat Anda tidak didengar ataupun saran Anda tidak dijalankan karena Anda termasuk minoritas dalam team.

Jean Yang, lulusan MIT dari jurusan Computer Science, kerap kali merasakan hal itu. Yang merasa bahwa rekan-rekan dalam timnya tidak menganggap dirinya serius karena ia seorang wanita yang lebih pantas keluar masuk mall daripada berdiam diri di kelas Computer Science di Harvard.

Well, mungkin Anda pernah berada ataupun merasakan situasi ini. Yang kemudian membagi beberapa pelajaran yang ia bagi saat menghabiskan waktu menyelesaikan pendidikan PhD nya di Computer Science, dimana wanitanya hanya sejumlah 20%.

1. Biasakan diri Anda untuk Mendominasi Percakapan

Perlu Anda ketahui bahwa pria senang dengan hal-hal yang berbau fakta. Ketika dua orang pria bertemu, mereka akan berbagi informasi mengenai fakta yang mereka ketahui dalam bidang olahraga, musik, makanan dan sebagainya. Penting bagi Anda untuk mengetahui hal ini. Ketika Anda berbincang dengan rekan kerja yang pria, Anda harus mampu mengikuti percakapan fakta-fakta tersebut. Membaca berita terkini di media cetak ataupun elektronik, dapat membuka pengetahuan Anda mengenai hal-hal ini, dan Anda bisa mendominasi percakapan dengan mereka dengan pengetahuan Anda.

Baca juga: 60 Tahun Yang Lalu Wanita Menikah Dilarang Bekerja

2. Sensorlah “Good Girl” dalam diri Anda

Wanita biasanya kehilangan kesempatan untuk terlihat ‘lebih’ dibandingkan pria karena mereka cenderung menutup diri. Dalam The Curse of Good Girl yang ditulis oleh Rachel Simmons, dikemukakan bahwa anak perempuan dituntut untuk terlihat sempurna sejak kecil. Hal ini kemudian membuat para wanita untuk ragu dalam berpendapat karena takut salah, sekalipun ia berpendapat, ia perlu yakin bahwa apa yang dikemukakannya adalah hal yang benar. Tidak ada ruang yang salah untuk para wanita. Sehingga para pria menjadi diuntungkan karena hal ini.

Anda harus mencoba untuk keluar dari zona tersebut. Tunjukkan bahwa Anda memang kompeten dan kreatif. Ketika Anda ragu dalam menyampaikan pendapat, bersikaplah seperti pria. Anda tidak perlu takut jika apa yang Anda sampaikan terdengar bodoh. Yakinlah bahwa meskipun hal itu terdengar bodoh, orang-orang akan mengingat apa yang Anda sampaikan.

3. Belajar bertarung seperti pria

Pria dibesarkan untuk mampu bertarung dalam hal apapun. Terutama dalam menyelesaikan konflik. Beda dengan perempuan yang menghindari pertarungan ataupun konflik. Pria dan wanita dewasa memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memandang konflik. Untuk menjembatani hal ini, Anda bisa mengganggap bahwa konflik yang Anda hadapi adalah suatu permainan. Cobalah bermain dengan jujur. Menyerang pada saat yang dibutuhkan dan bertahan saat diperlukan. Ketika Anda tidak setuju dengan pendapat yang ada, Anda bisa mengungkapkan pendapat Anda. Namun ketika apa yang menurut Anda baik justru malah ditolak, Anda harus bisa mempertahankannya.

4. Berhenti Berbicara seperti seorang gadis remaja

Cobalah ubah cara bicara Anda, jangan sampai terdengar seperti remaja perempuan yang cari perhatian. Sesuaikanlah cara bicara Anda dengan situasi Anda. Mungkin cara bicara Anda telah menjadi kebiasaan sehingga Anda sulit untuk menghilangkannya. Tips dari Yang, coba Anda rekam suara Anda dan cari tahu cara bicara Anda yang mana yang perlu Anda perbaiki. Alangkah lebih baik jika Anda melihat tayangan mengenai wanita yang mampu berbicara dengan tegas dan berlatihlah berbicara seperti itu.

Baca juga: Semakin Banyak Wanita di Posisi Puncak

Tags: , , ,