Agar Networking Email dibalas, Ikuti 5 Tips ini

Networking adalah bagian yang sangat penting dalam kesuksesan karir dan kehidupan kita secara umum. Berbagai peluang muncul juga kadang kala bermula dari networking. Kita bisa bertemu orang di mana saja, entah itu bertemu di jalan atau memang pas sedang menghadiri networking event. Dari pertemuan-pertemuan tersebut, pernahkah kita melakukan follow up?

Email masih menjadi salah satu media yang kredibel untuk menjalin networking dengan orang yang baru kita kenal ini. Email juga dirasakan cukup efektif karena 91% pemilik email membuka emailnya setiap hari. Berikut adalah 5 tips dari Heather Huhman, seorang Gen Y Career Expert, agar email yang kita kirim kepada orang yang baru kita kenal dibalas oleh mereka:

Baca juga: Tips Efektif Menulis Email

1. Menyapa dengan ramah

Ketika menuliskan email pertama kali dengan tujuan untuk networking, sebisa mungkin hindari penggunaan sapaan, “bagi yang berkepentingan”. Email yang kita kirim bertujuan untuk menjalin hubungan jangka panjang, sehingga usahakan untuk bersikap ramah.

Bagaimana jika kita tidak mengerti pelafalan namanya atau tidak tahu alamat emailnya? Kita bisa mencari namanya di google search dengan kata kunci yang berhubungan dengan orang tersebut. Telusuri akun Linkedin-nya atau bahkan buka website resmi perusahaan tempat kerjanya. Jika kita sudah tahu namanya tetapi tidak tahu alamat emailnya, kita bisa menuliskan namanya, dikombinasikan dengan email korporasi tempatnya bekerja. Meskipun seandainya nantinya kita gagal, setidaknya kita masih punya peluang untuk berhasil dan mendapatkan teman baru.

Setelah itu, bukalah email dengan sapaan yang menyebutkan namanya. Seperti misalnya,

Hi Ricky,

Terima kasih sudah mengundang untuk berteman di Linkedin. Senang bisa bertemu denganmu kemarin di acara…

2. Sentuhlah kebanggaannya

Salah satu hal yang dapat kita lakukan untuk membangun keakraban dengan orang baru adalah membuatnya merasa tersanjung dengan email kita. Beberapa cara dapat kita lakukan di antaranya adalah mencari di Linkedin atau social medianya mengenai pencapaian yang pernah ia peroleh.

Setelah kita tahu ketertarikan dan pencapaiannya, kita bisa menyinggungnya dalam email yang kita kirim. Dengan begitu, mereka akan melihat kesungguhan kita untuk menjalin hubungan dengan mereka.

3. Menulis email yang singkat

Tidak dapat kita pungkiri bahwa orang-orang yang kita kirim email adalah orang yang sibuk sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk membaca email yang panjang. Untuk itulah, pastikan bahwa isi dari email kita adalah sesuatu yang dapat dicerna dalam sekali baca dan dapat direspon dengan cepat.

Sebagai panduan, pesan dalam email tersebut dapat ditulis dengan berisi poin-poin berikut:

–          Perkenalan diri

–          Menyinggung ketertarikan dari kenalan tersebut

–          Ajakan untuk melakukan sesuatu bersama, misalnya mengajak makan bersama atau mengundang ke suatu proyek bersama.

–          Penutup

4. Buatlah subjek email yang menarik

Awal dari kesuksesan inisiasi networking kita adalah ketika si target kenalan membuka email yang kita kirim. Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi kita untuk menyantumkan subjek email yang menggugah keinginan penerima surat untuk membukanya. Subjek yang menarik perhatian adalah subjek yang menyiratkan urgensi akan sentuhan personal si penerima. Berikut adalah beberapa contoh subjek email yang bisa dipakai:

1. Organisasi X membutuhkan voluntir

2. Follow up dari Event X

3. Permohonan saran merekrut manajer

 

5. Sabar, tetapi juga persisten

Sebuah email korporasi biasanya akan memperoleh seratus lebih email setiap harinya, sehingga berikan jeda sekitar 7-10 hari bagi kenalan baru tersebut untuk merespon email kita. Selain itu, pahami bahwa kemungkinan email kita terlewatkan dari penglihatannya juga sangat mungkin. Jika dalam waktu 10 hari orang yang kita kirim email tidak membalas, kita boleh kembali mengirimkannya.

Meskipun menciptakan networking ini cukup memakan waktu dan energi dan memerlukan persistensi, tetapi hasilnya tentu tidak akan mengecewakan. Beberapa hal hebat bermula dari networking, misalnya peluang kerja, kesempatan mendapatkan kemudahan dalam berbagai aspek seperti saat traveling, memerlukan pertolongan personal dan aspek lainnya.

Baca juga: 4 Kesalahan dalam Networking dan Cara Mengatasinya

Tags: