8 Langkah Hindari Jiwa Kerdil

Setiap orang ingin mendapatkan kesuksesan. Meskipun definisi sukses berbeda-beda tiap orang, tetapi kesuksesan dalam konteks ini adalah mampu meraih sesuatu yang benar-benar diinginkan, secara individual dan autentik. Belajar dari banyak sosok sukses di dunia, menurut forbes.com berikut adalah sikap-sikap yang harus dihindari agar jiwa tidak menjadi kerdil:

1. Berpikir “below the line”

Cara berpikir yang dimaksud adalah pemikiran tertentu yang melihat dunia dengan batasan tertentu. Hal ini akan membawa kita pada sebuah keyakinan bahwa apa yang terjadi di luar sana adalah di luar kontrol kita dan bukan kesalahan kita semata-mata, tetapi seluruh orang di muka bumi.

Orang dengan gaya berpikir seperti itu akan mengatakan hal-hal seperti, “Yang terjadi benar-benar tidak adil, kita tidak punya sumber daya yang cukup untuk mengatasi masalah tersebut, atau ini tidak seperti ekspektasi kita dan tidak mungkin kita memecahkannya.”

Sebaliknya, orang yang berpikir above the line akan berfokus pada akar masalah dan berpikir jernih untuk mencari solusinya. Mereka bertanggung jawab terhadap kehidupan yang telah dipilihnya, termasuk di dalamnya masalah, tantangan dan kesukaran lain yang mungkin timbul.

2. Memasang sebuah target fantastis tanpa didasari aksi

Orang sukses meraih kesuksesan dari hasil aksi nyata yang memang ia lakukan. Sedangkan orang yang tidak sukses akan bergantung pada fantasi yang muncul situasional saat kita menghadapi kesukaran atau rasa sakit.

Berikut adalah contohnya. Puput mengeluhkan bahwa ia benci dengan pekerjaannya. Dalam sekejap ia mengatakan bahwa ia ingin berhenti dan akan beralih menjadi penulis buku dan motivator saja dalam setahun yang akan datang. Sebuah rencana yang hebat. Akan tetapi, setelah ditanya kembali apakah dia sudah mulai menulis dan apakah pernah menjadi speaker, maka jawabannya adalah belum.

Padahal kita tidak mungkin bisa menjadi seorang penulis buku seandainya kita tidak menulis apapun, dan kita pun harus memiliki bahan untuk disampaikan jika memang ingin menjadi motivator. Akan menjadi sangat penting untuk melakukan aksi dari visi yang telah kita tetapkan.

3. Tukang mengalah dan speechless

Orang yang sukses tidak akan jauh-jauh dari power (kuasa) yang dia miliki. Dia tidak akan ragu untuk menggunakan dan mengekspresikannya. Mereka pintar melakukan negosiasi, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Mereka pun tidak akan takut tersingkir dari kelompok hanya karena dia membela yang benar. Orang sukses tersebut akan berkontribusi dengan caranya sendiri yang unik dan pada waktu yang tepat. Mereka juga tidak akan menghindar dari masalah.

4.  Tidak berinvestasi pada kepentingan diri sendiri

Beberapa hal yang tercermin dari orang-orang yang kurang sukses adalah mereka ragu untuk berinvestasi untuk dirinya. Investasi tersebut bisa berupa waktu, uang atau pun energi untuk mengembangkan diri sendiri. Orang-orang seperti itu akan merasa cukup nyaman ketika menempatkan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadi hingga lupa bahwa ia juga butuh waktu untuk dirinya sendiri. Ketika mereka menjadi kurang berhasil secara individu, mereka akan mengklaim bahwa mereka cukup berbuat layak dengan melakukan banyak hal untuk orang lain.

5. Menolak Perubahan

Orang yang sukses tidak akan tinggal diam, tenggelam dalam gelombang perubahan. Mereka akan bergerak bersama aliran perubahan tersebut. Mereka mengikuti tren, dan menyambutnya. Mereka fleksibel dan gesit. Sedangkan orang tidak akan berkembang apabila ia hanya larut dengan ekspektasi masa lampau yang tidak terpenuhi dan terus-menerus mengeluh.

6. Menghargai kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi

Disebut pula bahwa calon orang sukses adalah mereka yang tahu apa yang penting untuk dirinya sendiri, prioritas, nilai-nilai dan misi juga tujuan hidupnya. Dengan kata lain, ia tahu prioritasnya dan tidak akan menunda melakukannya untuk hal-hal lain yang bukan prioritas. Mereka adalah nahkoda dari perahu kehidupan yang mereka bawa berlayar, mereka tahu persis ke mana arahnya, kapan mulai berjalan maupun berhenti.

7. Meragukan kemampuan diri sendiri dan intuisi mereka

Mereka yang ragu dengan kapasitas diri sendiri, meragukan bisikan hati atau insting mereka, akan sangat jauh dari cita-cita diri mereka sendiri. Orang sukses percaya bahwa mereka bisa sukses. Tentunya mereka tetap memiliki gap kompetensi atau blind spots, tetapi mereka bisa menerima hal tersebut, memaafkan kekurangannya dan menerima diri sendiri. Mereka hidup dengan rasa optmisme dan tahu bagaimana belajar dari kesalahan.

8. Menginginkan kisi-kisi atau jawabannya secara mudah dan cuma-cuma

Ketika seseorang meminta bantuan kita kemudian menyebutkan bahwa ia tidak bisa menjanjikan apapun kepada kita karena desakan situasi, maka sebenarnya orang tersebut tidak yakin bahwa ia bisa sukses. Pada umumnya, professional yang sukses adalah mereka yang memiliki sesuatu yang bernilai untuk ditawarkan ke orang lain pada situasi tertentu ketika meminta bantuan. Mereka juga tidak enggan melakukan barter sebagai imbalan ketika ia meminta tolong dan ia juga mau memperlakukan orang lain sebagaimana ia ingin diperlakukan. Sukses adalah menghargai orang lain, penuh akal, penuh keingintahuan, bahagia tanpa harus mencari kisi-kisi yang telah dibuat orang lain.

 

Tags: