7 Tips Mengelola Tim Kreatif

Moody, tidak patuh aturan, eksentris dan sering kali arogan. Itulah beberapa sifat yang seringkali ditemukan pada orang kreatif. Bagi seorang manajer, menghindar dari karyawan dengan karakter tersebut jelas bukan pilihan yang tepat.

Apabila sebuah organisasi hanya merekrut orang-orang yang mudah diatur, maka perusahaan tersebut akan menjadi mediocre selamanya. Karena inovasilah yang membuat sebuah organisasi unggul dan memiliki nilai saing dibandingkan perusahaan lain.

Jadi, satu-satunya pilihan terbaik yang dimiliki manajer adalah mengoptimalkan kinerja awak-awak kreatif tersebut. Tidak mudah memang, akan tetapi beberapa tips dari blog HBR berikut ini mungkin dapat membantu.

1. Manjakan mereka dan biarkan mereka gagal

Selayaknya orang tua yang merayakan kekacauan yang dibuat anaknya dan membiarkan mereka belajar dari kegagalan, kita perlu memberikan dukungan dengan cara membebaskan mereka berpikir dan berinovasi. Orang kreatif secara alami akan membuat terobosan-terobosan dengan pengalaman-pengalaman, mencoba dan gagal, dan lalu mencoba kembali hingga berhasil.

2. Berikan partner kerja yang agak membosankan

Menempatkan orang-orang yang sama kreatifnya untuk bekerja sama dengan mereka bisa menjadi pilihan terburuk bagi manager. Dengan kapasitas yang sama, kemungkinan yang akan terjadi adalah mereka berbantah ide, saling berkompetisi dan bahkan bisa saling diam karena tidak ada yang mau mengalah.

Menyandingkan mereka dengan orang yang terlalu konvensional dan tidak inovatif juga tidak tepat. Kolaborasi yang baik tidak akan terjadi jika satu pihak selalu mengalah dan patuh. Solusinya adalah dengan membuat mereka bekerja sama dengan orang yang tidak terlalu konvensional untuk menyanggah ide mereka, tetapi juga cukup konvensional untuk mau menjalankan ide-idenya.

3. Libatkan mereka dalam pekerjaan yang bermakna

Seorang inovator cenderung memiliki lebih banyak visi. Mereka dapat melihat sesuatu dengan perspektif yang lebih luas. Mereka mengerti bagaimana sesuatu bisa terjadi dan mengapa sesuatu diperlukan meskipun mungkin mereka tidak dapat menjelaskannya. Kelemahannya adalah bahwa mereka tidak senang bekerja pada tipe pekerjaan yang tanpa makna. Analoginya adalah seorang penulis, yang dapat menulis dengan baik ketika sedang terinspirasi, inspirasi itulah yang sarat makna.

Setiap orang akan menjadi lebih kreatif ketika didorong oleh personal interest dan pikiran yang lapar untuk berkarya.

4. Jangan menekan mereka

Kreativitas dapat ditumbuhkan dengan jalan memberikan kebebasan dan fleksibilitas di tempat kerja. Jangan pernah membatasi kreativitas karyawan kreatif, jangan memaksa mereka untuk mengikuti struktur kerja yang berlaku.Tidak ada salahnya membiarkan mereka di remote area dan jangan tanyakan dia sedang di mana dan sedang apa.

5. Bayarlah mereka tidak terlalu tinggi

Terdapat sebuah perdebatan alot tentang hubungan antara motivasi intrinsik dengan ekstrinsik. Ada sebuah temuan yang cukup kontradiktif yang dinamakan sebagai efek “over-justification”, dimana pada sebuah meaningful work, termasuk di dalamnya proyek kreatif, pemberian external reward justru mengurangi motivasi intrinsik. Akan tetapi, memberikan hadiah, feedback positif maupun reward, tidak berpengaruh terhadap motivasi intrinsik tersebut.  Nilai moral dari penjabaran di atas adalah bahwa semakin tinggi gaji yang kita berikan untuk seseorang mengerjakan sesuatu yang dicintainya, semakin dia kurang menyukai pekerjaan tersebut.

6. Berikan kejutan!

Beberapa hal bisa dianggap sangat membosankan bagi orang kreatif. Mereka menginginkan perubahan secara konstan, meskipun kadang itu mengurangi produktivitas mereka. Mereka akan bereksperimen terhadap rute jalan mereka meskipun kadang hal tersebut membuat mereka tersesat, mereka tidak akan memesan makanan yang sama persis di sebuah restoran, dan mereka senang dengan sesuatu yang kompleks meskipun kadang bisa dibuat menjadi lebih simpel. Untuk itulah, penting bagi seorang manager untuk memberikan kejutan, membuat sedikit chaos agar kehidupan mereka tidak predictable.

7. Buatlah mereka menjadi merasa berarti

Seorang sastrawan berkebangsaan Amreika, TS Eliot mengungkapkan bahwa kebanyakan masalah terjadi karena orang-orang ingin dianggap penting. Dan dalam beberapa kasus, seorang manajer gagal mendeteksi hal tersebut. Berlaku adil bukan berarti memperlakukan anak buahnya sama rata, melainkan dengan memberikan sesuatu sesuai dengan haknya. Di antara anggota dari sebuah organisasi, terdapat beberapa yang sangat potensial, ada juga yang tidak. Sebagai pemimpin, kita harus dapat mengenali hal tersebut, lalu mencari cara bagaimana cara mengoptimalkannya. Jika pemimpin tidak peka, maka orang-orang potensial tersebut merasa tidak didayagunakan sehingga mencari peluang di tempat lain.

 

Tags: