7 Tips dalam Melakukan Single-tasking

Sudah banyak informasi yang menyatakan bahwa multitasking bukanlah hal yang baik. Terlalu sering melakukan multitasking dapat membuat otak menyusut dan menurunkan skor IQ. Selain itu multitasking dapat menurunkan produktivitas hingga 40%. Masihkah Anda tertarik melakukan multitasking setelah mengetahui fakta tersebut?

Fakta tersebut dituliskan oleh Devora Zack, selaku CEO Only Connect Consulting, dalam tulisannya yang berjudul Singletasking: Get More Done-One Thing at a Time. Dalam tulisannya Zack menyatakan bahwa tidak ada hal yang dinamakan multitasking. Mungkin Anda berpikir bahwa Anda bisa melakukan teleconference sambil menulis laporan dan mengirimkan pesan singkat dengan keluarga Anda, namun ternyata Anda tidak melakukan apa-apa karena tidak dapat memfokuskan diri pada salah satu ataupun seluruh aktivitas tersebut. Hal tersebut membuat tenaga Anda menjadi terbuang sia-sia.

Permasalahannya adalah multitasking memang berbahaya bagi diri Anda, namun rasanya menyenangkan. Multitasking memberikan efek yang sama dengan kecanduan heroin. Ketika Anda berpindah dari satu tugas ke tugas yang lain, Anda merasakan perasaan yang menyenangkan. Perasaan yang menyenangkan ini kemudian membuat Anda melakukan hal yang sama terus-menerus sehingga efeknya sama dengan kecanduan heroin.

Zack, dalam tulisannya, memberikan beberapa tips untuk menghentikan ‘kecanduan heroin’ bagi Anda. Apa saja tips tersebut? Simak pemaparannya seperti yang dilansir dari Inc berikut ini.

1. Pilihlah satu tugas dan berkomitmen untuk menyelesaikan tugas tersebut

Menurut Zack, singletasking artinya melakukan satu hal pada satu waktu dan tidak mengerjakan hal lain. “Artinya Anda harus fokus berkomitmen untuk menyelesaikan tugas tersebut,” ungkap Zack. Namun bukan berarti Anda harus menyelesaikan tugas tersebut sampai tuntas. Anda bisa saja memberikan jangka waktu dalam menyelesaikan tugas tersebut baru berpindah pada tugas yang lain. Zack  memberikan contoh Pomodoro Technique. “Anda menyelesaikan satu pekerjaan selama 25 menit (satu pomodoro) lalu rehat selama lima menit,” ungkap Zack. “Entah itu mempergunakan pomodoro atau tidak intinya fokus menyelesaikan satu tugas pada satu waktu adalah hal yang bagus,” tambahnya.

Baca juga: 7 Hal yang Mendistraksi di Tempat Kerja

2. Mencari tempat untuk menuangkan inspirasi

Ketika Anda sedang menulis email untuk klien Anda dan tiba-tiba muncul ide cemerlang bagi klien Anda yang lain. Respon seorang multitasker sejati adalah langsung membuka email baru dan menuliskan idenya tersebut. Tanpa Anda sadari Andapun melupakan email yang harus Anda tulis untuk klien Anda yang sebelumnya. Salah satu cara bijak untuk menghadapi hal tersebut adalah dengan menuliskannya secara singkat pada notes Anda. Dengan cara ini Anda tidak kehilangan ide cemerlang Anda dan tetap bisa melanjutkan email yang Anda tulis.

3. Berikan diri Anda waktu bebas gangguan

Menurut Zack, Andalah yang mengontrol lingkungan bukan lingkungan yang mengontrol Anda. Rekan kerja dannotifikasi dari jejaring sosial Anda adalah salah dua hal yang dapat Anda kontrol. Jika ruang kerja Anda memiliki pintu, tutuplah pintu tersebut sehingga Anda tidak dapat diganggu. Jika Anda bekerja di kubikel, tulislah pada sticky notes bahwa Anda sedang tidak ingin diganggu. Atau berikanlah tanda lain yang memberikan pesan bahwa Anda tidak ingin diganggu. Buatlah gadget Anda pada silent mode, sehingga Anda tidak terganggu dengan notifikasi yang masuk.

4. Berikan waktu bagi setiap tugas

Membalas email, pesan singkat ataupun pesan di jejaring sosial dengan cepat merupakan salah satu hal yang membuat Anda kehilangan fokus. Berikanlah jatah waktu untuk mengecek jejaring sosial Anda setiap harinya. Misalnya waktu mengecek email adalah pada pagi hari sebelum mulai bekerja, saat makan siang dan sebelum waktu kerja Anda berakhir.

5. Berikan waktu istirahat sejenak

Fokus dalam menyelesaikan satu pekerjaan bukan berarti Anda tidak bisa isitirahat. Ketika Anda sudah merasa lelah, Anda bisa rehat sejenak sebelum melanjutkan tugas Anda. Namun harus ingat untuk kembali fokus dalam menyelesaikan tugas Anda.

6. Katakan ‘tidak’

Terkadang kita merasa sulit untuk menolak satu tugas yang diberikan pada diri kita. Padahal Anda sendiri memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan. Namun ternyata hal tersebutlah yang menghancurkan produktivitas Anda. Menurut Zack, mengatakan ‘tidak’ tidak membuat Anda terkesan egois. “’Tidak, saya tidak bisa melakukannya sekarang’ dan ‘Tidak, saya tidak akan melakukannya,’” adalah dua hal yang berbeda,” ungkap Zack. “Maksudnya adalah Anda ingin fokus untuk menyelesaikan tugas Anda pada saat ini terlebih dahulu baru mengerjakan tugas lainnya,” tambah Zack.

7. Minta orang-orang di sekitar Anda untuk mengingatkan

Mengubah kebiasaan buruk memang bukan hal yang mudah. Anda bisa meminta tolong keluarga, teman ataupun rekan kerja Anda untuk mengingatkan Anda agar tidak melakukan multitasking. “Jika orang-orang di sekitar Anda memahami bahwa Anda berusaha untuk fokus mengerjakan tugas Anda dan tidak ingin diganggu, merekapun akan berpikir dua kali sebelum mengganggu Anda,” ungkap Zack.

Baca juga: [Infografik] Biaya yang Terbuang karena Multitasking

Tags: