7 Tanda Anda Workaholic

Workaholic sama halnya dengan shopaholic, bedanya ini dalam bidang pekerjaan. Workaholic adalah istilah untuk orang-orang yang bekerja terlalu berlebihan. Kecanduan bekerja tersebut dapat berakibat terhadap kesehatan seperti gejala stres, frustasi dan juga berpengaruh terhadap kehidupan sosial.

Peneliti di Norwegia melakukan penelitian bertajuk “the boundaries of true workaholism versus simple passion for yout profession” terhadap 1.100 lebih pekerja di Norwegia. Para peneliti ini mengembangkan alat tes diagnostik untuk menentukan kapan seseorang masuk ke dalam kategori workaholic. Hasilnya, jadilah alat tes dengan tujuh pertanyaan dengan judul Bergen Work Addiction Scale (BWAS).

Jika Anda menjawab ‘sering’ atau ‘selalu’ pada setidaknya empat pernyataan di bawah ini, peneliti menyarankan Anda untuk menghentikan kerja berlebih Anda dan mulai memikirkan intervensi.

Baca juga: Mengelola Karyawan Workaholic

– Anda berpikir bagaimana caranya menambah waktu untuk dapat bekerja

– Anda menghabiskan banyak waktu untuk bekerja dibandingkan yang sudah ditentukan

– Anda bekerja untuk mengurangi rasa bersalah, cemas, ketidakberdayaan atau depresi

– Anda seringkali disuruh orang lain untuk berhenti bekerja namun Anda tidak pernah mendengarkan

– Anda merasa stress jika tidak diperbolehkan bekerja

– Anda tidak menjadikan hobi, kegiatan hiburan ataupun olahraga prioritas karena pekerjaan Anda

– Anda bekerja terlalu banyak sehingga memberikan dampak buruk bagi kesehatan Anda

Jika empat dari tujuh pernyataan tersebut Anda menyatakan ‘sering’ maka Anda tidak sendirian. Studi ini juga menunjukan bahwa 8,3% penduduk Norwegia mengalami kecanduan bekerja. Menurut Cecilie Schou Andreassen, selaku peneliti, hal ini lebih banyak dialami oleh dewasa muda dibandingkan yang lainnya. “Meskipun begitu, workaholism tidak berhubungan dengan jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pernikahan atau pekerja paruh waktu ataupun penuh waktu,” tambah Cecilie.

Jika Anda adalah satu dari 10 orang yang menerima dampak negatif dari overwork Anda, Anda perlu lebih serius dalam menghadapinya. “Masalah yang dihadapi saat bekerja tidak dapat disamakan dengan mereka yang membutuhkan perawatan. Namun mereka yang benar-benar workaholism, perlu perawatan melalui terapi,” tutup Cecilie.

Baca juga: Banyak Karyawan Pura-pura Workaholic

 

Tags: