6 Tips Rekrutmen Yang Ingin Anda Dengar dan Yang Tidak

phil libin

Berapa pun karyawan yang Anda punya, entah itu di dalam start-up atau perusahaan besar, Anda tetap harus memiliki orang-orang yang hebat di perusahaan. Untuk itu, Phil Libin, CEO Evernote berbagi pengalamannya di dalam mengembangkan bisnisnya sekaligus mengelola karyawan sebaik mungkin.

Berikut 6 tips yang Anda ingin dengar:

1. Rekrut Berdasarkan Rekomendasi dari Teman Dekat (atau bahkan merekrut teman dekat) Adalah Jalan Terbaik untuk Mulai Merekrut

Ketika persediaan kandidat berkurang, Anda bisa mendorong para karyawan untuk merekomendasikan teman dekat mereka untuk bergabung di perusahaan. Bahkan memberikan bonus kepada karyawan yang berhasil mendapatkan kandidat yang sangat bagus bagi perusahaan.

2. Rekrut Orang yang Lebih Pintar dari Anda (atau setidaknya lebih pandai dalam beberapa hal dari Anda)

Jika Anda melakukan ini, tidak hanya semua orang menjadi senang tapi Anda akan mendapatkan sumber kandidat yang sangat baik. Karena sering kali orang-orang yang lebih pintar dari Anda akan mempunyai teman yang juga berbakat.

3. Biarkan Kandidat Menulis

Saat mereka interview, minta mereka untuk menulis tentang apa saja yang berhubungan dengan pekerjaan. Dari sana, Anda bisa melihat karakter kandidat melalui tulisan mereka. Banyak orang yang bisa berpura-pura saat interview, tapi sedikit orang yang bisa merekayasa dengan tulisan.

4. Pastikan Omongan Kandidat Masuk Akal

Komunikasi adalah kualifikasi yang paling penting untuk posisi apapun. Jangan rekrut orang yang tidak bisa sama sekali Anda mengerti. Bahkan untuk pekerjaan teknis sekalipun.

5. Bermurah Hatilah kepada Karyawan

Kebaikan kecil yang Anda lakukan untuk karyawan bisa meningkatkan produktivitas kerja. Hal-hal yang bisa Anda lakukan seperti traktir makan siang, memberikan fasilitas yang terbaik, jam kerja yang fleksibel, peduli kepada kehidupan keluarga mereka.

Tips terakhir yang mungkin Anda tidak ingin dengar yaitu:

6. Hal yang Paling Penting dalam Mempekerjakan Karyawan Adalah Mengetahui Cara yang Baik Memecat Karyawan

Jangan rekrut orang yang tidak bisa Anda pecat. Pada perusahaan kecil, 1 orang yang menempati posisi yang salah bisa merusak seluruh tim. Sementara di perusahaan besar, 1 orang di posisi yang salah bisa meracuni budaya perusahaan. Namun sebaik-baiknya Anda menginterview kandidat, Anda tidak bisa menilai apakah kandidat itu benar-benar bisa mengerjakan suatu pekerjaan, sampai mereka melakukan pekerjaan itu sendiri. Untuk itu satu-satunya jalan untuk menjadi yakin dalam merekrut karyawan dengan yakin bahwa Anda bisa memecat kandidat tersebut.

Lalu kapan Anda mengetahui saatnya Anda harus memecat seseorang? Ketika Anda mempunyai perasaan “apakah Anda harus memecat seseorang?” sebenarnya  di saat pertanyaan itu munculah Anda harus memecatnya. Ketika seseorang berbuat kesalahan sehingga Anda berpikir apakah harus memecatnya, sering kali sesungguhnya mereka sudah berbuat kesalahan lebih dari yang Anda tahu. Dan biasanya Anda tidak akan tahu seberapa banyak kerusakan yang telah mereka perbuat sampai mereka pergi dari perusahaan Anda.

Yang perlu diingat saat Anda memecat karyawan, bukan karena mereka orang yang buruk atau jahat, melainkan karena mereka adalah orang yang kurang tepat untuk pekerjaan mereka. Dan tidak perlu merasa “segan” selama karyawan Anda mengetahui sikap professional. Dan sudah barang tentu perusahaan tetap memberikan hak-hak dan kompensasi kepada karyawan yang telah dipecat tersebut.

Dan ada 1 hal yang lebih tidak ingin Anda dengar, yaitu hampir semua pebisnis yang sukses pernah memecat karyawan terdekatnya. Ini mungkin hal yang sangat tidak menyenangkan. Sehingga jalan tengahnya adalah jangan pernah mempekerjakan teman dekat Anda sama sekali.

 

(Foto Phil Libin, CEO Evernote, diambil dari Techcrunch.com)

Tags: ,