6 Pola Pikir untuk Raih Lebih Banyak di Tahun Baru

Tahun baru, sikap baru, target baru. Jika target sebelumnya sudah teraih, alangkah lebih baiknya jika tahun yang baru ini kita menentukan target yang lebih tinggi dibandingkan yang sebelumnya.

Raih hal lebih baik dan lebih banyak di tahun yang baru ini dengan membuat beberapa penyesuaian pada pola berpikir Anda. Berikut kami sajikan 6 tips dari Geoffrey James dari inc.com tentang enam pola pikir yang menurutnya menjadi ciri khas orang-orang sukses. Apakah Anda memiliki enam hal di bawah ini?

1. Positivity. Orang yang positif selalu percaya bahwa mereka akan memberikan dampak positif kepada dunia. Mereka melihat dunia dengan cara mereka, membayangkan bahwa mereka akan menjadi apa kelak dan menyusun langkah apa saja yang akan mereka lakukan untuk meraihnya.

Namun sebaliknya, orang yang negatif biasanya memiliki keyakinan bahwa dunia akan memberikan dampak buruk bagi diri mereka. Mereka kerap kali berpikir bahwa masalah akan selalu ada, membayangkan bahwa apa yang mereka lakukan tidak akan berjalan seperti apa yang mereka rencanakan dan menghindari langkah baru yang akan memberikan dampak buruk bagi mereka.

2. Empathy. Seorang yang memiliki empati cenderung memahami apa yang dapat memotivasi dan menginspirasi orang lain. Selain itu, mereka juga akan membantu orang lain untuk mencapai apa yang mereka targetkan. Mereka dilahirkan sebagai teambuilder dan salespeople.

Namun sebaliknya, pemikir yang egosentris cenderung tenggelam dalam pemikiran dan emosi mereka. Hal ini disebabkan karena mereka berpikir bahwa dunia terus berputar di hadapan mereka, sehingga mereka mengabaikan rekan kerja mereka dan pelanggan mereka.

3. Objectivity. Pemikir yang objektif membentuk strategi dan taktik berdasarkan “facts on ground,” meskipun fakta tersebut menyakitkan bahkan hanya untuk direnungkan atau sulit untuk diatasi.

Sebaliknya, pemikir yang subjektif biasanya menderita confirmation bias. Mereka menerima fakta yang mendukung opini mereka dan mengabaikan yang tidak mendukung opini mereka. Sehingga mereka dibutakan oleh tren yang tersembunyi di baliknya.

4. Patience. Pemikir yang sabar mampu membedakan kapan saat yang tepat untuk maju dan kapan saat yang tepat untuk mundur. Mereka menyadari bahwa ada orang lain dan kejadian yang di luar perkiraan mereka yang tidak dapat mereka kontrol.

Sebaliknya, pemikir yang kurang sabar kerap kali terburu-buru dalam menghadapi masalah sehingga upaya mereka menjadi sia-sia. Mereka sama halnya seperti petani yang terus-menerus menyirami tanamannya dengan harapan akan tumbuh dengan cepat.

5. Generosity. Pemikir yang dermawan senang untuk membagi apa yang mereka pelajari dan apa yang mereka dapat. Mereka yakin bahwa apa yang mereka bagi akan kembali kepada mereka di kemudian hari. Sehingga orang lain tertarik pada mereka.

Sebaliknya, pemikir yang pelit mereka menyembunyikan apa yang mereka dapat sehingga dunia tidak tahu. Mereka berpikir bahwa hidup ini adalah suatu permainan di mana mereka yang menang adalah mereka yang mendapatkan lebih banyak dibandingkan dengan orang lain.

6. Gratitude. Seorang yang selalu bersyukur akan menghargai apa yang sudah ada dalam hidup mereka. Mereka tahu bahwa sukses selalu membutuhkan usaha dan mereka selalu ingat untuk berterima kasih kepada mereka yang sudah membantu.

Sedangkan pemikir yang tidak tahu terima kasih, tidak akan menikmati hidup mereka dan selalu merasa kekurangan.  Mereka membuat diri mereka sengsara di mana pun mereka berada.

Tags: ,