5 Tips Terbaik Seputar Produktivitas di 2015

Productivity

Berbagai macam cara dilakukan demi meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Mulai dari cara yang normal sampai cara yang ‘nyleneh’. Namun pernahkah Anda bertanya-tanya, kira-kira tips seputar produktivitas yang mana yang menjadi tips terbaik sepanjang tahun 2015 ini?

Productivity

Sumber image: entrepreneurhandbook.co.uk

Inc memberikan rangkumannya bagi Anda, dan berikut adalah 5 (lima) tips terbaik seputar produktivitas di tahun 2015.

1. Rutinitas pagi

Hanya butuh tujuh menit untuk membuat hari Anda lebih produktif. Pada menit pertama, kosongkan pikiran Anda terlebih dahulu. Menit kedua, tariklah nafas dalam-dalam. Menit ketiga sampai keenam, tuliskan atau gambarkan hal-hal yang ada dalam pikiran Anda pada pagi itu. Menit ketujuh, lihatlah apa yang sudah Anda tulis dan tuliskan rencana Anda untuk menjalankan hal tersebut.

2. Tidak terfokus pada to-do-list

Menurut salah satu editor Inc, Leigh Buchanan, terdapat salah pemahaman mengenai produktivitas yakni dengan mengikuti to-do-list yang sudah Anda susun sendiri. Ternyata berdasarkan hasil penelitian seputar produktivitas, akan lebih baik jika Anda mengakhiri hari dengan merefleksikan apa saja yang sudah Anda raih. Bukan meratapi hal-hal apa saja yang belum Anda raih. “Memberikan diri Anda apresiasi bahwa Anda merasa produktif dapat meningkatkan produktivitas Anda,” ungkap Walter Chen, selaku CEO dan co-founder iDoneThis.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anda Harus Membuat Already Done List

3. Stop multitasking!

Menurut Devora Zack, penulis buku “Singletasking: Get More Done-One Thing at a Time”, multitasking dapat memotong produktivitas hingga 40%. Anda mungkin merasa bahwa sudah banyak yang Anda selesaikan, namun nyatanya Anda hanya berpindah-pindah aktivitas saja. “Singletasking memaksa Anda untuk menyelesaikan satu hal dalam satu waktu. Artinya Anda harus komitmen pada apa yang sudah Anda pilih,” ungkap Zack.

4. Kurangi ketergantungan pada email

Email menjadi salah satu dari tiga gangguan teratas pada saat bekerja setiap harinya. Saking mengganggunya bahkan email urusan pekerjaan bisa dibalas dalam situasi yang tidak biasa. Hal ini menjadikan Anda bergantung pada email setiap saat. Sudah saatnya Anda mengurangi ketergantungan Anda pada email.

Bert Jacobs, dari Slack mengakui bahwa ia tidak mempergunakan email sama sekali. Begitu pula dengan Jessica Mah, selaku founder inDinero. Mah hanya mengecek emailnya sekali dalam seminggu dan meminta bantuan asistennya untuk mengurus emailnya. Mah juga memberitahu rekan kerja dan teman-temannya untuk menghubunginya melalui pesan singkat. Jacobs dan Mah bisa melakukannya. Anda pun juga bisa.

5. Bekerja 8 jam/hari sudah ‘jadul

Konsep bekerja ‘9 to 5’ ternyata sudah ‘jadul’. Berkat kemajuan teknologi bekerja bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Sehingga bekerja 8 jam sudah tidak lagi diperlukan. Langkah yang besar diambil oleh CEO Tower Paddle Boards, Stephen Aarstol. Aarstol menetapkan waktu kerja selama lima jam, dari pukul 8 pagi hingga 1 siang.

Aarstol juga membiarkan para pekerjanya untuk memilih waktu kerja mereka. Aarstol yakin bahwa mereka dapat menyelesaikan pekerjaan yang jumlahnya sama ketika waktu kerjanya 8 jam. “Pada waktu yang sama mereka (para pekerja) akan berpikir bahwa mereka akan dapat sangat produktif, namun mereka juga berpikir untuk dapat membuang-buang waktu,” ungkap Aarstol. (*)