5 Tips Pererat Hubungan Profesional

Hubungan professional, bisa saja kita bangun dengan atasan, dengan kolega dan terutama klien atau konsumen. Keharmonisan hubungan tersebut tentunya akan memberikan dampak positif seperti kenyamanan lingkungan kerja, kelancaran proyek dan hubungan mutualis dengan konsumen. Untuk alasan tersebutlah maka hubungan professional perlu dibangun untuk menjadi harmonis. Bagaimanakah caranya?

Berikut adalah lima tips yang diberikan oleh Rick Rummage yang dapat kita implementasikan agar hubungan professional menjadi lebih erat:

1. Get Personal

Kenalilah partner kita tidak hanya sebatas kepentingan professional. Sedikit perbincangan mengenai urusan personal dapat membuat kita lebih akrab dengan mereka. Kita dapat memulainya dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan open ended mengenai keluarganya, karir dan hal-hal personal yang wajar untuk diperbincangkan dengan orang lain. Kedekatan emosional akan lebih mudah terjalin karena pada prinsipnya setiap orang merasa senang ketika kita care dengan mereka.

2. Datang ke rumah

Mengunjungi rumah klien kita, atau setidaknya bertemu dengan mereka di luar kantor bisa menjadi salah satu alternatif untuk menumbuhkan hubungan professional menjadi lebih baik. Kadang-kadang orang merasa gamang ketika bertemu dengan rekan kerja atau klien untuk pertama kali di luar lingkungan kantor. Namun, ketika keesokan harinya mereka bertemu di kantor, mereka akan merasa lebih dekat. Alasannya adalah orang akan menjadi lebih akrab dengan orang lain ketika bertemu di tempat di mana ia sering bertemu teman atau keluarga di tempat tersebut.

3. Memberi untuk menerima

Memberikan hadiah kepada calon klien tidak selalu berarti menyuap. Hadiah pun tidak selamanya harus sesuatu yang besar dan berharga mahal. Bahkan artikel tentang hal-hal yang berhubungan dengan hobi klien kita bisa menjadi hadiah yang berharga. Intinya adalah, dengan kita memberikan sesuatu, klien kita akan melihat kepedulian yang kita miliki. Kepedulian itulah yang membuat orang lain merasa dihargai dan menjadi loyal kepada kita.

4. Menjadi menarik dan menyenangkan

Sebagian orang memiliki karakter “fun” atau lucu secara natural. Tetapi, tidak sedikit juga yang perlu berusaha untuk menghadirkan karakter tersebut dalam diri mereka. Masalahnya, hampir tidak ada seorang pun yang senang dengan pembicaraan yang kaku, membosankan atau bahkan memusingkan. Untuk itulah, kita perlu berpikir kreatif untuk membuat pembicaraan kita dengan klien menjadi menarik untuk disimak. Buat klien kita tertawa. Sebuah pameo mengatakan bahwa tertawa adalah jarak terdekat antara dua manusia.

5. Bertemu tatap muka

Setiap tahunnya, kita bertemu dengan sahabat sebanyak 20-200 kali. Tetapi untuk klien, intensitasnya tentu tidak sebanyak itu. Bahkan, tidak sedikit yang mengandalkan komunikasi secara online, via telepon maupun email. Teman kita tidak memberikan income untuk kita, sedangkan klien membayar kita. Untuk effort tersebut, penting bagi kita untuk memberi lebih, di antaranya dengan menyempatkan waktu bertemu klien secara face to face.

Tags: ,