5 Sinyal Anda Terlalu Keras Berusaha Menyenangkan Orang Lain

yes-238376_640

Berusaha membuat orang lain senang memang tidak sepenuhnya buruk. Bahkan, menyenangkan orang-orang yang kita cintai justru memberikan kegembiraan kepada kita.

Namun, adakalanya menyenangkan orang lain ini menimbulkan masalah bagi diri sendiri. Berikut adalah 5 (lima) tanda bahwa Anda terlalu keras berusaha untuk menyenangkan orang lain yang justru berdampak negatif pada diri sendiri.

yes-238376_640

1. Tidak bisa berkata tidak

Ketika Anda tidak mampu berkata “tidak” pada suatu hal, sesungguhnya Anda telah berkata “tidak” pada hal-hal yang lain. Misalnya saja Anda memutuskan untuk mengikuti ajakan orang untuk melakukan bakti sosial, berarti Anda telah menggagalkan rencana Anda untuk berkumpul dengan keluarga. Atau ketika Anda tidak bisa menolak undangan makan malam dari teman, bisa jadi Anda harus batal pergi ke gym atau menyelesaikan tugas Anda yang lain.

Solusi:

Jika “iya” adalah jawaban otomatis yang selalu Anda lontarkan, cobalah mulai memberanikan diri untuk berkata, “Saya pikir-pikir terlebih dahulu, nanti saya kabari”. Setelah itu, pikirkan ajakan orang tersebut beberapa menit dan segeralah beri jawaban sesuai keinginan hati Anda.

Baca juga: Jangan Ragu Katakan Tidak Pada Rekan Kerja

2. Kamu harus berpikir ekstra keras untuk mengambil keputusan

Jika Anda terbiasa mengatakan apa yang ingin lawan bicara Anda dengar, Anda akan kesulitan ketika harus membuat keputusan. Keputusan apapun, bahkan keputusan yang sangat sederhana, seperti memilih sepatu yang cocok atau memilih tempat makan, semua akan terasa sulit karena Anda selalu membiarkan suara Anda tenggelam di antara suara-suara orang lain.

Solusi:

Coba mulai tanamkan kesadaran untuk menjadikan diri sendiri adalah prioritas. Perhatikan hal-hal apa saja yang Anda suka dan tidak suka. Identifikasi pula kegiatan-kegiatan yang membuat Anda merasa hidup jika melakukannya dan kegiatan yang hanya menguras energi Anda. Dengan latihan yang konsisten, lama kelamaan Anda akan terlatih untuk menyuarakan pendapat Anda.

3. Anda enggan meminta tolong

Kadang, orang yang terlalu sering berkata “ya” pada permintaan orang lain jarang meminta bantuan orang lain. Bahkan untuk meminta pertolongan yang sebetulnya sederhana, Anda tidak punya nyali. Jika hal tersebut terus berjalan, maka bukan tidak mungkin, Anda akan kehilangan banyak peluang besar dalam hidup.

Solusi:

Cara menghilangkan ketakutan untuk meminta tolong kepada orang lain adalah dengan mulai meminta tolong secara rutin untuk hal-hal yang sangat simpel. Misalnya meminta teman mengoreksi tulisan kita atau menitip tiket bioskop kepada mereka. Lama kelamaan, Anda akan terbiasa dan merasa nyaman meminta tolong kepada orang lain.

Baca juga: Menghadapi Rekan Kerja yang Jahat

4. Anda tidak hidup sesuai dengan nilai kehidupan yang ingin Anda anut

Akan sangat sulit untuk menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai yang Anda anut jika setiap harinya, Anda selalu berusaha memenuhi keinginan orang lain. Contoh mudahnya adalah ketika Anda berpikir bahwa sangat penting untuk menghabiskan liburan bersama anak-anak, tetapi tetap tak dapat menolak ketika teman minta ditemani berbelanja, berarti Anda tidak menghidupi “nilai” Anda sendiri. Dalam sehari, waktu yang kita miliki hanya 24 jam, oleh karena itu, pergunakan untuk sesuatu yang memang bermakna untuk diri sendiri.

Solusi:

Analisis kembali alokasi waktu Anda sehari-hari. Apakah Anda telah menginvestasikan banyak waktu untuk melakukan sesuatu yang penting bagi diri sendiri atau justru sebaliknya. Jika belum, buatlah sebuah goal atau tujuan yang akan membantu Anda memadu-padankan kegiatan Anda dengan nilai-nilai yang Anda tanamkan dalam hidup.

5. Anda tidak memberikan batasan yang sehat

Anda membiarkan teman Anda terus menerus meminjam uang, atau ibu mertua merecoki urusan Anda dengan suami. Intinya adalah Anda membiarkan orang lain mencampuri urusan Anda terlalu jauh. Lama kelamaan, dampak yang timbul adalah Anda tidak merasa nyaman dengan mereka padahal Anda sendiri tidak bisa mencegahnya. Itu berarti, Anda tidak mampu menciptakan batasan yang sehat dengan orang lain tentang seberapa jauh mereka bisa “menyupir” Anda.

Solusi:

Jangan membiarkan orang lain mengambil keuntungan dari Anda di luar batas kewajaran. Kembalikan kekuatan yang Anda miliki dan terimalah bahwa berbicara jujur bisa saja membuat orang lain tak senang atau bahkan marah. Pada saatnya nanti, Anda akan menyadari bahwa membuat orang tidak senang dengan sikap kita tidak seburuk yang Anda bayangkan. (*)