5 Langkah Membuat Pagi Hari Kita Lebih Produktif

Sebelum lebih jauh membahas tentang apa yang perlu kita lakukan untuk membuat jam-jam di pagi hari menjadi lebih efektif, terlebih dahulu kita samakan persepsi tentang “jam pagi” ini, yaitu rentang waktu dua jam setelah bangun tidur. Rata-rata orang dewasa melewatkan 50,000 jam pagi dalam hidupnya.

Kebanyakan orang menggunakan waktu-waktu ini untuk melakukan hal-hal yang ringan yang tidak memerlukan banyak tenaga dan pikiran. Ketika banyak orang memilih demikian, kita bisa memanfaatkan waktu-waktu tersebut untuk menjadi sangat produktif. Berikut adalah lima langkah mudah dari Dale Partridge, founder sevelny.org dalam website-nya, dalepartridge.com,

Persiapan 10 Menit sebelum Tidur
Biasakan agar saat pergi tidur, lakukan sedikit persiapan, bukan ketiduran dan langsung tidur begitu saja. Luangkan sekitar 10 menit untuk membuat daftar tugas atau pekerjaan yang harus kita selesaikan hari berikutnya. Tulis apapun, baik sisa tugas hari itu maupun tugas yang harus dikerjakan keesokan harinya. Tidak perlu menggunakan laptop atau gadget untuk menulisnya, cukup tulis saja di buku catatan. Setelah itu, berilah nomor sesuai tingkat urgensinya pada poin-poin dalam daftar tersebut. Selanjutnya, matikan lampu, jauhkan ponsel maupun gadget lain dan pergi tidur.

10 Menit Stretching
Beberapa saat setelah bangun tidur, adalah saat yang tepat untuk “gaming session”. Tetapi bukan berarti kita langsung melompat dari tempat tidur dan melihat email atau instagram. Untuk warming up, kita bisa mencoba melakukan gerakan perenggangan sederhana. Dalam sesi ini, kita bisa fokus pada pernapasan atau sedikit berdialog dengan Tuhan. Setelah itu, barulah kita mulai hari-hari kita. Misalnya dengan membuka lagi ponsel kita.

Hadiahi diri dengan makanan
Setelah melakukan tugas pertama dalam to-do list, yang biasanya paling berat,  hadiahilah diri Anda dengan makanan atau sarapan. Jika tugas tersebut belum selesai, tundalah dulu makan pagi tersebut. Pekerjaan tersebut bisa saja menghabiskan waktu 15 menit atau paling lama satu jam, meskipun begitu, usahakan untuk segera kerjakan. Setelah itu, buat makanan yang sehat dan makanlah.

Sarapan Sehat Kilat
Ketika kita bicara produktivitas, maka tidak ada istilah sarapan lebih dari 30 menit. Usahakan agar sarapan tersebut kita lakukan dalam waktu singkat, tetapi juga harus sehat. Menyiasatinya, kita bisa menyediakan makanan bergizi yang siap saji dalam kulkas. Misalnya saja oatmeal, makanan organik, telur atau roti gandum yang menyehatkan. Selama makan kita bisa sambil memikirkan tugas selanjutnya yang akan kita kerjakan.

Cari tempat tenang, fokus dan mulai bekerja
Di tempat ini, kita bisa menghabiskan 30-60 menit tersisa untuk mengerjakan tugas kita selanjutnya. Jika benar-benar fokus, kita bisa saja menyelesaikan 2 – 3 item dalam daftar tugas kita. Untuk membantu agar tetap fokus, matikan ponsel atau bahkan email. Nah, setelah tugas selesai atau setidaknya kita sudah menghabiskan dua jam setelah bangun tidur tersebut, kita bisa sedikit rileks dan memberikan istirahat pada tubuh kita selama 30 menit.

Satu hal unik yang dilakukan oleh Partridge yang boleh ditiru juga adalah berhenti bekerja setelah jam 6 sore. Sepenting apapun tugas itu, ia akan berhenti bekerja. Waktu-waktu setelah jam enam sore itu ia manfaatkan untuk memberikan perhatian kepada keluarganya. Partridge menegaskan bahwa dalam produktivitas, kesehatan harus tetap diperhatikan. Ia mengatakan bahwa produktivitas tidak ada artinya tanpa kesehatan. Sukses di tempat kerja tanpa diiringi kesuksesan di keluarga juga bukan apa-apa. Dan yang pasti, kita tidak boleh terlalu sibuk untuk hidup tanpa berpikir untuk menciptakan sebuah “kehidupan”.

Tags: ,