5 Cara Untuk Memotivasi Diri dan Lingkungan Anda

Sebagai seorang pemimpin, Anda memerlukan dorongan untuk mampu memberikan hasil yang maksimal, menyebarkan energi positif pada rekan-rekan Anda dan memiliki mental yang kuat untuk menghadapi atasan-atasan yang lebih senior. Namun bagaimana ketika Anda sedang merasa down dan harus melakukan tanggung jawab Anda sebagai pemimpin dengan baik? Mungkin ceramah motivasi sering kali Anda dengarkan, namun bagaimana memotivasi diri Anda sendiri dan tentu saja, lingkungan sekitar Anda yang mungkin akan terkena dampaknya? TheMuse.com memberikan lima tipsnya bagi Anda.

1. Sampai ke Kantor dengan Mood Bagus
Menurut penelitian Nancy Rothbard & Steffanie Walk terhadap 500 karyawan perusahaan, ditemukan bahwa mereka yang memulai hari dengan mood yang bagus akan memberikan hasl yang lebih baik dan lebih berpikir positif saat menerima panggilan. Sedangkan mereka yang datang ke kantor dengan mood tidak baik, produktifitasnya akan berkurang sampai 10%.

Mood yang baik akan meningkatkan dopamine dalam otak Anda sehingga berpengaruh pada performa kognitif yang meningkat. Nah bagaimana cara membangun mood agar enak seharian? Anda bisa mulai dengan mendengarkan lagu favorit Anda, berbincang dengan teman atau menonton sejenak tayangan televisi semalam sebelum berangkat ke kantor. Lalu rasakan dampaknya saat Anda sampai ke kantor.

2. Manage Energi Anda, bukan Waktu Anda
McKinsey & Company melakukan studi terhadap para pemimpin perempuan, hasilnya adalah kesuksesan perempuan dalam memimpin ada di kemampuan mereka me-manage energi. Salah satu caranya adalah dengan menjaga energi Anda selama akhir minggu. Anda juga bisa memulai dengan mengurangi konsumsi karbohidrat berat pada saat makan siang untuk menghindari Anda mengantuk pada meeting jam 2 siang.

3. Perbesar Kapasitas Diri Anda Seperti Seorang Atlet
Ketika Anda mengetahui kapasitas energi Anda, maka Anda akan dapat memperbesarnya seperti layaknya seorang atlet sama halnya dengan yang diungkapkan oleh Jim Loehr dan Tony Schwartz dalam bukunya yang berjudul The Power of Full Engagement. Loehr dan Schwartz merekomendasikan pendekatan a typical workday seperti an interval training, dimana intensitas aktifitas lama kelamaan semakin dikurangi atau diberikan jeda.
Menurut K. Anders Ericsson, professor psikologi di Florida State University, para atlet atau musisi profesional memaksimalkan latihan mereka selama 90 menit setiap harinya. Bila ingin Anda coba, Anda bisa mulai dengan melakukan presentasi secara efektif selama 90 menit dan kemudian memberikannya jeda.

4. Jadilah Sumber Energi
Ketika Anda sedang bersemangat untuk bekerja, jangan simpan semangat itu sendiri. Bagikanlah pada orang-orang di sekitar Anda. Hal ini akan mampu memotivasi kelompok Anda dan performa kerja Anda. Menurut Rob Cross dan Andrew Parker, mereka yang mampu menyebarkan energi positif akan lebih didengar oleh orang lain dan dapat menyelesaikan ide yang sudah mereka berikan.
Quanitified Impression menjelaskan, membagi semangat bukan berarti Anda menjadi pemandu sorak di kantor, melainkan dengan melakukan kontak mata sederhana untuk membuat hubungan emosi dengan lawan bicara Anda.

5. Pahami Tujuan Anda
Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Carol Dweck dan Ellen Leggett, terdapat dua jenis orientasi tujuan. Pertama yaitu mastery orientation, dimana suatu individu termotivasi dengan mempelajari hal baru. Kedua yaitu performance orientation, dimana suatu individu termotivasi dengan memanfaat kemampuan yang mereka miliki. Kedua jenis orientasi tujuan ini dapat membantu Anda untuk mengetahui sebenarnya Anda orang dengan jenis seperti apa dan memudahkan Anda untuk mencapai tujuan.

Baca juga: Apakah Sumber Motivasi Terdalam Seorang Karyawan?

5 Cara Memotivasi Karyawan Tanpa Uang

Tags: , ,