5 Cara Terapkan Work-Life Balance di Kantor Anda

Siapa yang tidak mau memiliki keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan di kantor? Tidak hanya karyawan bahkan bos pun perlu memilikinya. Bahkan beberapa survey menunjukkan bahwa organisasi yang membantu karyawannya untuk mencapai keseimbangan yang bagus antara hidup dan kerja mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan perusahaan lain yang tidak mendukung hal tersebut.

Sebagai atasan, kita bisa melakukan 5 langkah ini agar karyawan memiliki work-life balance yang mereka inginkan. Kami mengutip dari Forbes berikut ini untuk Anda:

1. Jadikan sebagai budaya perusahaan

Hal pertama yang semestinya Anda lakukan adalah memasukan work-life balance ke dalam core values perusahaan. Sebarkan energi positif tersebut secara tegas dan pastikan benar-benar diterapkan. Jangan ragu untuk mengumpulkan staff Anda dan menanyakan kepada mereka satu per satu mengenai kehidupan mereka di luar pekerjaan. Dari jawaban mereka Anda bisa mengetahui seberapa besar keseimbangan kehidupan mereka sudah mereka dapatkan. Anda bisa mengelompokkannya dari rating 1 hingga 10 (10 untuk yang terbaik). Jika hasilnya masih di bawah angka 5, jangan biarkan mereka berlarut-larut merasakan hal itu, jika Anda tidak ingin merugi sendiri.

2. Terapkan dengan reward

Sebelum Anda mengkampanyekan standard tersebut, pastikan Anda sudah menerapkannya. Anda tak perlu menjawab email pada akhir pekan atau pun di malam hari dan tentunya hindari menganggu mereka juga pada jam-jam tersebut. Yang mesti Anda lakukan adalah memastikan bahwa kegiatan pribadi mereka sudah terpenuhi, seperti makan malam bersama anak-anak atau liburan. Berikan rewards yang menyenangkan mereka dan keluarga mereka. Dan Anda juga jangan segan untuk menunjukkan kegiatan Anda bersama keluarga Anda. Hal itu akan membuat mereka tahu bahwa Anda peduli.

3. Tanyakan keinginan mereka

Berapa banyak dari Anda yang menanyakan apa yang mereka inginkan hingga bisa mencapai work-life balance versi mereka? Bisa jadi permintaan tersebut tidak serumit dugaan Anda. Luangkan waktu untuk mencari tahu apa keseimbangan itu bagi masing-masing dari mereka dan bekerja bersama untuk membuat hal itu terjadi. Berikan kepada setiap karyawan beberapa jam istirahat setiap bulan yang bisa digunakan untuk keperluan pribadi mereka.

4. Berikan jadwal yang bisa diatur

Berikan karyawan jadwal yang fleksibel. Jika Anda berpikir mereka akan memanfaatkan hal itu dengan tidak baik, maka Anda perlu memulainya dengan memberikan kepercayaan kepada mereka untuk hal itu. Hitung kinerja mereka berdasarkan performance bukan sekadar jam kerja. Berikan 1 hari dalam seminggu untuk mereka bekerja dari rumah, hal itu bisa membuat mereka merasakan dunia atau hal baru yang berbeda. Biarkan jika mereka sudah memiliki anak untuk berjalan-jalan mengantarkan anak mereka ke sekolah. Lihat kemajuan dari hal itu.

5. Berikan waktu untuk keluarga

Biarkan karyawan menikmati waktunya bersama keluarga. Kita berhak melayani keluarga kita dengan memberikan apa yang mereka inginkan. Biarkan karyawan memiliki waktu untuk hobi anaknya ataupun keluarga besar mereka.

Percayakan kepada karyawan Anda untuk membuat work-life balance tersebut berhasil diterapkan. Dan lihat kepuasan karyawan dan loyalitas mereka untuk perusahaan, bukan hanya dari jam kerja yang lama. Kampanyekan bekerja cerdas bukan bekerja lama. Dengan begitu, karyawan akan menghargai peran Anda dalam membantu mereka mencapai keseimbangan kehidupan pribadi dan bekerja yang diinginkan. Dan pada akhirnya Anda akan bersama-sama membangun sebuah perusahaan yang kuat.

Tags: ,