5 Alasan Mengapa Anda Harus Membuat Already-Done-List

shield-870246_640

Apakah Anda menjalankan kehidupan Anda dengan to-do-list? Sepertinya mayoritas orang melakukan hal tersebut. Namun ternyata perencanaan aktivitas melalui to-do-list membuat seseorang dapat merasa terbebani karena terlalu banyak hal yang harus diselesaikan.

Daripada membuat to-do-list, Wendy Capland, CEO dari Vision Quest Consulting dan penulis buku ‘Your Next Bold Move’, menyarankan untuk membuat already-done-list. Mengapa harus already-done-list? Inc.com telah menuliskan 5 (lima) alasannya.

shield-870246_640

1. Menunjukkan seberapa jauh progress yang sudah Anda lakukan

Pikirkan mengenai diri Anda satu atau lima tahun yang lalu. Apakah Anda sudah melakukan banyak progress demi kemajuan karir Anda? Sepertinya tidak karena Anda terlalu fokus dengan aktivitas harian Anda dan terfokus pada apa yang ada di depan. Padahal apa yang Anda targetkan satu atau lima tahun yang lalu seharusnya sudah bisa diraih pada masa kini.

Maka dari itu Anda perlu membuat already-done-list untuk melihat sejauh mana progress dalam meraih tujuan Anda. Capland menjelaskan bahwa salah satu alasan memperhatikan progress adalah karena terkadang kita melakukan progress yang besar namun kita sendiri yang tidak mengetahuinya.

2. Membantu terfokus pada hal positif daripada hal negatif

Tahukah Anda? Otak manusia didesain sedemikian rupa untuk lebih mengingat informasi negatif daripada informasi positif. Pada zaman dahulu hal tersebut merupakan mekanisme bertahan hidup karena manusia selalu dikelilingi hal-hal yang mengancam hidupnya.

Sedangkan pada masa kini, hal tersebut menjadikan manusia melihat kehidupan menjadi lebih mengerikan daripada yang sebenarnya. Menuliskan hal-hal apa saja yang sudah Anda raih ataupun lakukan ternyata dapat membuat Anda untuk berpikir lebih positif. Pikiran yang lebih positif ini dapat membuat Anda terfokus untuk meraih hal yang lainnya.

Baca juga: Katakan Selamat Tinggal Pada T0-Do-List

3. Menunjukkan kapan usaha Anda sudah cukup ataukah belum

Jika already-done-list Anda semakin hari semakin banyak, maka artinya usaha yang Anda lakukan sudahlah cukup. Namun jika already-done-list Anda tidak bertambah, berarti usaha yang Anda keluarkan haruslah lebih keras daripada sebelumnya.

4. Menunjukkan kapan Anda gagal meraih tujuan Anda

Jika Anda telah membuat already-done-list, Anda pasti akan terkejut melihat betapa jauh progress yang sudah Anda lakukan. Namun akan ada satu titik di mana daftar tersebut tidak lagi bertambah. Jika hal tersebut terjadi, tanyalah pada diri Anda sendiri.

Apakah itu karena tujuannya terlalu jauh? Atau Anda yang tidak terlalu berkomitmen dalam meraih tujuan Anda?

“Anda dapat melihat sejauh mana Anda memainkan permainan Anda. Hal ini kemudian menjadi pola yang bisa Anda kenali. Untuk hal yang belum Anda selesaikan, tanyakan pada diri Anda sendiri. ‘Apakah itu penting? Jika ya, apa yang harus saya lakukan?’,” jelas Capland.

5. Memberikan motivasi

Jika Anda merasa berkecil hati karena merasa tidak ada kemajuan, maka ini saatnya Anda membuat already-done-list. Pikirkan sejenak apa saja yang pernah Anda lakukan dan tuliskan. Setelah Anda selesai menuliskan, Anda sendiri pun mungkin akan terkejut kapan Anda menyelesaikannya. Hal ini menjadikan tujuan yang ingin Anda raih tidak terlihat seperti mission impossible lagi. (*)