4 Tips Beretika di Social Media

Beraktivitas di social media mungkin sudah menjadi keseharian Anda. Rasanya tidak mengecek social media barang sehari saja rasanya seperti ada yang hilang dalam hidup Anda. Sekedar meng-update status ataupun membagi informasi merupakan aktivitas yang biasa dilakukan di jejaring sosial, mengutarakan pendapat pun adalah hak setiap individu.

Namun seperti yang kita ketahui, terdapat beberapa kasus yang muncul ke publik karena social media. Status Anda yang ‘mengkomplain’ birokrasi kantor bisa saja membuat Anda kehilangan pekerjaan. Cukup membahayakan bukan?

Salah satu cara untuk menghindari diri Anda untuk tidak terjerumus dalam permasalahan itu adalah dengan memperhatikan etika dalam bermedia sosial. Apa sajakah etika tersebut? Simak pemaparan berikut yang kami rangkum dari berbagai sumber.

Baca juga: Tiga Kesalahan Ber-social media

1. Tidak mengeluhkan mengenai pekerjaan, rekan kerja ataupun atasan

It’s a big NO! Betapa pun Anda tidak suka dengan pekerjaan Anda, betapa pun menyebalkannya rekan kerja ataupun atasan Anda, jangan pernah sekali-kali menuliskan curahan hati Anda dalam social media. Coba posisikan diri Anda pada posisi mereka. Jika Anda dikeluhkan oleh orang lain, apa yang Anda rasakan?

2. Tidak mempergunakan kata-kata yang berlebihan

Seperti yang dilansir dari The Muse, terlalu sering mempergunakan kata-kata yang berlebihan menjadikan hal tersebut standar bagi Anda dalam mengekspresikan diri Anda. Hal ini kemudian menjadikan Anda kesulitan dalam mendeskripsikan diri Anda sendiri. Kata-kata yang berlebihan ini pun kemudian muncul dalam resume Anda. Namun apalah artinya kata-kata berlebihan tersebut jika Anda tidak mampu memberikan alasan ataupun bukti konkrit dari hal tersebut.

3. Pergunakan bahasa yang sopan

Mempergunakan bahasa yang sopan merupakan salah satu kewajiban yang harus Anda penuhi dalam ber-social media. Bahasa yang dipergunakan seseorang dalam social media dapat menggambarkan kepribadian orang tersebut. Jika seseorang sering menulis status dengan bahasa yang tidak sopan, bisa saja dalam kesehariannya diapun kerap kali berbicara dengan bahasa yang tidak sopan.

4. Pilihlah informasi yang akan dibagi

Berikanlah batasan mengenai kehidupan sosial Anda dan kehidupan pribadi Anda. Pilihlah mana yang pantas diketahui orang lain dan mana yang tidak. Hal ini juga berlaku dalam membagi informasi. Sebelum meneruskan informasi tersebut dari orang lain alangkah lebih baiknya jika Anda mengecek kebenaran informasi tersebut terlebih dahulu. Berusahalah lebih kritis dalam membagi informasi. Mencari kebenaran informasi tersebut juga bukanlah hal yang sulit.

Baca juga: Saatnya Karyawan Bermain Social Media dengan Cerdas

Tags: ,