3 Tips Menulis Bio Twitter bagi Job Seeker

keyboard-70506_640

Dalam perkembangannya, Twitter ternyata tidak hanya sebagai ajang bermedia-sosial saja, tapi telah berubah menjadi salah satu tool bagi para rekruter untuk mencari kandidat terbaik yang ada di pasar tenaga kerja. Ini pula yang harus disadari oleh para tweeps, sebutan untuk orang yang aktif di Twitter yang sekaligus juga tengah mencari pekerjaan (job seeker). Bahwa, para rekruter ini, sebelum mereka membaca kicauan di tweet-land, terlebih dahulu mereka akan membaca informasi apa yang tersaji di bio akun Twiitter Anda.

keyboard-70506_640

(Sumber image: pixabaycom)

Di sinilah sebenarnya peluang itu ada. Artinya, Anda memiliki kesempatan sebanyak 160 karakter untuk menggambarkan diri Anda. Penggambaran diri Anda melalui bio Twitter bisa saja membuat rekruter jatuh cinta ataupun sebaliknya pada Anda.

Baca juga: 13 Jenis Foto Profil Twitter yang Sebaiknya Dihindari

Sayangnya, tidak ada trik yang idal dalam menulis bio Twittter. Namun Anda tidak perlu khawatir. Tidak adanya trik yang ideal bukan berarti Anda tidak bisa melakukan perubahan agar lebih dilirik oleh para rekruter.

Kat Moon, salah satu penulis The Muse, memberikan tips-tips yang harus dihindari dalam menulis bio Twitter bagi Anda. Apa sajakah tips tersebut? Simak pemaparannya berikut ini.

1. Segala hal yang diakhiri dengan ‘expert/guru/ninja’.

Seorang ahli tidak akan memanggil mereka ahli, mereka membiarkan orang lain yang menilai mereka. Jika Anda memang benar-benar ahli pada suatu bidang, tunjukkanlah keahlian Anda melalui update tweet Anda. Para rekruter akan lebih terkesan dengan keterlibatan Anda secara professional melalui update-an Anda. Namun karena tidak semua rekruter akan membaca tweet Anda, pertimbangkanlah untuk menganti kata-kata expert/guru/ninja dengan posisi Anda. Misalnya “Tech Reporter @Publication X” ataupun “Content Marketing @Company X.”

Baca juga: Sebaiknya Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Twitter

2. ‘I Follow Back’.

Mem-follow back orang lain memang bukanlah hal yang buruk. Namun Anda tidak perlu memberitahukannya melalui bio Twitter. Anda mungkin mendapatkan banyak followers melalui hal tersebut, namun hal tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang hanya menghargai penampilan dibandingkan hal lain. Padahal kualitas haruslah lebih utama daripada sekedar penampilan, apalagi di Twitter dan karir Anda.

3. Mempergunakan #hashtag pada setiap kata di bio.

Mungkin Anda memang memiliki passion yang tinggi mengenai #media #startup dan sebagainya. Namun hashtag tersebut akan membuat akun Anda terlihat seperti akun spam. Anda hanya memiliki 160 karakter untuk mendeskripsikan diri Anda melalui bio Twitter. Pergunakanlah dengan baik setiap karakter. (*)

Tags: , , , , , ,