3 Tips Iklan Lowongan yang Tidak Menjauhkan Pelamar

Apakah iklan lowongan Anda selama ini menjauhkan para pelamar? Pertanyaan ini bisa Anda jawab dengan jujur berdasarkan jumlah pelamar pekerjaan yang berminat bekerja di perusahaan Anda. Jika ternyata peminatnya menurun, ini saatnya Anda merevisi tampilan dan deskripsi kerja pada lowongan pekerjaan di perusahaan Anda. Selain itu, Anda juga sebaiknya tahu apa yang membuat para kandidat menjauh, apakah akibat persyaratan yang sangat rumit atau terlalu spesifik.

Berdasarkan kasus yang sering dialami, 1 dari 3 perusahaan biasanya mencari kandidat yang mempunyai keterampilan sekaligus pengalaman. Alasan utamanya karena semakin sulitnya menemukan pelamar yang mempunyai banyak pengalaman, untuk itu “pengalaman” selalu dicantumkan dalam persyaratan yang ada.

Menurut salah satu profesional HR senior, daftar pengalaman yang wajib dimiliki seringkali tampak sewenang-wenang. “Kendati terjadi kekurangan serius pada beberapa keterampilan, tidak sinkronnya permintaan perusahaan dan pencari kerja tidak mengherankan lagi mengingat banyaknya deskripsi pekerjaan yang memberatkan, ‘sindrom pengalaman-yang dibutuhkan’ telah memakan banyak korban,” ujar Tammy Johns dari ManpowerGroup yang menulis itu di Harvard Business Review. Johns menambahkan masalah itu sering menjadi dua kali lipat. Jika perusahaan meletakkan “pengalaman” pada deskripsi pekerjaan untuk lowongan level pemula, seringkali calon pekerja ini menjadi menjauh. Pada sisi lain, pekerja musiman menemukan “sindrom pengalaman yang dibutuhkan” menjadi “sindrom pengalaman tepat yang dibutuhkan”.

Lalu bagaimana sebaiknya kita membuat lowongan pekerjaan yang efektif, Johns menawarkan 3 tips bagaimana membuat daftar lowongan pekerjaan dengan lebih baik :

1. Buatlah Profil Kesuksesan Pekerjaan (Job Success Profiles)

Terangkan secara spesifik apa keterampilan, kompetensi, dan mindset yang diperlukan untuk sukses dalam pekerjaan ini. Jangan terlalu fokus pada setiap tugas dan keterampilan yang akan digunakan dan dilakukan dalam pekerjaan sehari-hari. Karena job description dalam posisi juga cenderung berubah, sebaiknya perekrut memusatkan pada hal yang paling penting untuk menarik kelompok kecil kandidat yang kuat.

2. Gunakan bahasa masa kini

Mulai dari judul posisi, buatlah sejelas mungkin yang menggambarkan skills atau profesi dengan bahasa masa kini. Kaum muda mungkin tidak tahu tugas spesifik dari “bank teller” (karena mereka biasa menggunakan mesin ATM), begitu juga misalnya “Proof Operator” ternyata adalah pekerjaan yang berkutat pada entri data. Begitu juga untuk posisi-posisi baru yang masih asing namanya, seperti di bidang green economy dan cloud computing baiknya dijabarkan apa adanya – misalnya recycling coordinator atau cloud specialist – sehingga dapat dipastikan bahwa posting Anda relevan pada masanya dan mudah dimengerti. Dalam dunia pekerjaan-posting secara online, cara Anda menggambarkan pekerjaan akan menentukan apakah pelamar akan mengambil lowongan tersebut atau sebaliknya, tidak menengoknya sama sekali.

3. Praktekkan Inklusivitas

Pikirkan tentang semua kombinasi sumber talent dan model pekerjaan yang ada. Apabila Anda benar-benar membutuhkan pengalaman kerja yang persis sama, coba rekonstruksikan pekerjaan tersebut sehingga seorang pensiunan dapat melakukan bagian spesialisasinya sementara sseorang pemula dapat melakukan bagian yang lebih umum dari pekerjaan tersebut.

Silakan mencoba tips di atas, apakah para pelamar akan berbalik menyerbu perusahaan Anda?

Tags: ,