3 Solusi Jika Teman Pemalas Menghambat Tugas Anda

feet-932346_640

Pada kalender Anda tertulis beberapa tugas yang telah mendekati deadline. Ketika Anda cek, ternyata ada sesuatu yang membuat pekerjaan tersebut terhambat dan hal itu adalah teman Anda sendiri. Tidak peduli apapun pekerjaan Anda dan di mana, Anda tetap akan berhubungan dengan orang lain. Itu berarti, Anda juga akan bergantung pada teman Anda ketika menyelesaikan tugas Anda.

feet-932346_640

Jika partner Anda adalah orang yang bersemangat dan tepat waktu ketika mengerjakan tugas, Anda akan mendapatkan pengalaman kerja yang menyenangkan. Namun jika sebaliknya, tentunya  justru rasa kesal yang Anda dapatkan. Menghadapi orang-orang semacam itu, bagaimana menghadapinya? Berikut ini ada beberapa tips langkah yang dapat kita lakukan seperti dilansir dari themuse.com.

1. Menjadi ‘manusia’ atau ‘human being

Sebagian besar dari kita tentunya memiliki alat yang bernama teknologi. Dengan teknologi tersebut, kita dapat berkomunikasi dengan orang lain tanpa terhambat jarak.  Namun, ketika Anda dihadapkan pada situasi harus bekerja dengan orang yang malas, maka teknologi tak lagi bisa dipakai sebagai mediator yang baik.

Sebaliknya, kita perlu untuk bertatap muka dan berbicara secara personal dengan rekan kerja tersebut. Berbicara secara langsung atau face to face, membantu kita untuk lebih mudah bernegosisasi. Pasalnya, pesan yang kita sampaikan pun tidak akan bias atau menimbulkan emosi karena kesalahpahaman.

Baca juga: Benarkah Gen Y Pemalas yang Tak Punya Motivasi?

Sama halnya ketika kita menjadi sumber “hampir telat”nya sebuah deadline. Salah satu motivasi terkuat yang membuat kita bangkit bekerja adalah permintaan tulus dari rekan kerja yang pekerjaannya bergantung pada kita. Dengan prinsip yang sama, kita dapat mengimplementasikan hal tersebut terhadap teman kita yang malas. Datangi dan ajak mereka bicara agar mereka tahu betapa pentingnya pekerjaan mereka untuk Anda.

2. Memiliki Timeline

Salah satu cara agar kita terhindar dari kerugian akibat pemalas adalah dengan membuat timeline atau lini masa yang memuat deadline tugas kita. Ketika Anda memiliki jadwal, Anda akan tertantang karena Anda tahu bahwa ada target yang harus Anda raih. Visualisasi dari deadline tersebut membuat kita terpacu untuk lebih produktif dan memaksa kita untuk tegas kepada pihak lain demi terlaksananya tugas sesuai target. Demikian juga ketika Anda dan tim tidak dapat menyelesaikan tugas sesuai deadline, Anda dapat segera berdiskusi untuk mengevaluasi kesalahan bersama.

Apabila proyek Anda ternyata sudah tidak lagi “on the track”, Anda bisa langsung mengambil kalender dan menandai deadline yang paling bisa direalisasikan dan pastikan rekan Anda tahu mengenai hal tersebut. Setelah itu, sampaikan bahwa Anda akan mengawal jadwal tersebut.

Baca juga: Kenali 5 Tipe Pekerja yang Jadi Racun di Kantor

3. Tawarkan bantuan

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita akan dihadapkan pada kesibukan yang beragam dan rasa-rasanya tidak akan terpecahkan oleh kepala kita. Ketika kita memiliki seseorang yang selalu telat dalam mengerjakan tugasnya, anggaplah bahwa mereka pada dasarnya membutuhkan pertolongan dari kita. Oleh karena itu tawarkanlah bantuan kepada orang yang sering terlewat deadline tersebut.

Jika mereka memang perlu bantuan Anda, mereka akan senang hati menerima pertolongan Anda. Akan tetapi, jika orang tersebut menunda pekerjaan karena ingin bermalas-malasan, biasanya mereka akan berusaha menghindar dari bantuan Anda. Sama seperti ketika kita menjadi penyebab ketelatan sebuah deadline, dan teman kita menawarkan bantuan. Dari penawaran tersebut, biasanya kita akan segera mengubah prioritas. Menjadikan pekerjaan yang akan dibantu tersebut menjadi prioritas dibanding pekerjaan lain. (*)