3 Cara Mengetahui apakah Seseorang Berbohong

Terdapat dua orang yang menjual suatu barang kepada Anda. Orang pertama menyatakan dengan tenang kepada Anda bahwa Anda akan menyukai produk yang mereka jual. Orang kedua menyatakan dengan lebih eskpresif, “Anda akan menyukai produk kami. Produk ini luar biasa dan sangat-sangat di luar harapan Anda. Orang-orang menyukainya dan Anda pun akan merasakan hal yang sama.”

Mana di antara keduanya yang lebih jujur?

Berdasarkan penelitian yang dikutip dari Harvard Business School’s Working Knowledge, diketahui bahwa terdapat tiga petunjuk secara verbal yang menunjukkan bahwa seseorang itu berbohong. Penelitian ini dilakukan dengan melalui permainan yang dinamakan “the ultimatum game” yang dilakukan kepada 104 orang.

Permainannya sangat sederhana. Orang pertama diberikan sejumlah uang yang hanya diketahui oleh dirinya. Ia kemudian dikenalkan kepada orang kedua dan ia harus membagi sejumlah uang yang ia miliki dengan orang kedua. Orang kedua, yang tidak mengetahui berapa jumlah uang yang dimiliki orang pertama dapat menerima tawaran pembagian uang tersebut ataupun menolaknya. Jika orang kedua menolak tawaran yang diajukan orang pertama, maka ia mendapatkan sejumlah uang tersebut dan orang pertama tidak mendapat apa-apa.

Baca juga: Pencari Kerja Bohong, Pertanyaan Wawancara Terlalu Pribadi

Dalam setiap permainannya, peserta akan direkam selama dua menit dimana dalam rekaman tersebut orang kedua akan memutuskan apakah akan menerima atau menolak tawaran tersebut. Hal ini kemudian dapat memberikan kemungkinan bahwa orang pertama akan menjelaskan dengan jujur mengenai jumlah uang yang ia miliki, berbohong atau mencoba menghindar dari orang kedua.

“Kami ingin membuat suatu situasi dimana setiap individu dapat memilih apakah ia akan berbohong ataukah berkata jujur, dan hal ini dapat terjadi secara natural,”ungkap pemimpin penelitian, Lyn M. Van Swol, seorang professor dari University of Wisconsin-Madison. Melihat bagaimana kedua peserta berinteraksi, Van Swol dan rekannya yang menjalankan penelitian tersebut menemukan bahwa peserta melakukan ketiga hal ini ketika mereka berbohong.

1. Mempergunakan terlalu banyak kata

Satu hal yang cukup sederhana untuk mengetahui apakah seseorang berbohong ataukah tidak, mereka akan mempergunakan kata-kata lebih banyak daripada mereka yang jujur.

“Sama halnya seperti hidung Pinokio, kata-kata yang mereka pergunakan akan berkembang bersamaan dengan kebohongan yang mereka lakukan,” ucap Van Swol. Satu hal yang perlu diingat, terkadang kita terjebak dengan mereka yang berbicara singkat dan mengira mereka berbohong, padahal yang mereka katakan adalah hal yang benar.

2. Mereka kerap kali bersumpah

Ditemukan bahwa mereka yang kerap kali bersumpah adalah mereka yang kerap kali berbohong. Dalam studi ini, ditemukan secara jelas ketika mereka menerima tantangan peneliti.

“Kami kemudian berpikir bahwa faktanya kita membutuhkan energi kognitif yang lebih besar saat berbohong. Mempergunakan otak kalian untuk berbohong dapat mempersulit diri Anda untuk memonitor diri,” ungkap Van Swol.

3. Proyeksi

Hal terakhir yang menunjukkan apakah seseorang berbohong ataukah tidak adalah jika mereka mempergunakan kata ganti orang ketiga (dia, mereka) lebih sering daripada mempergunakan kata ganti orang pertama (saya, aku).

“Ini merupakan salah satu cara untuk menjaga jarak mereka dari kebohongan,” ungkap Van Swol. Mereka yang berbohong biasanya mempergunakan struktur kalimat yang lebih kompleks.

Jika Anda bertanya-tanya mengenai human-nature penelitian ini, peneliti menemukan bahwa 70% peserta mengatakan hal yang jujur mengenai jumlah uang yang mereka dapatkan.

Baca juga: Cara Memberikan Kritik yang Baik

 

 

Tags: ,