3 Cara Mengakhiri Jawaban Saat Wawancara

Setelah mengirimkan resume kemana-mana dan menunggu tanpa tujuan, akhirnya Anda dipanggil untuk wawancara. Selamat! Jika Anda serius, Anda akan melakukan riset terlebih dahulu terhadap perusahaan yang akan Anda masuki, berbincang dengan karyawan yang sedang ataupun pernah bekerja di sana dan menyiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tidak terduga saat wawancara.

Bahkan kandidat yang sudah mempersiapkan diri sedemikian rupa, masih bisa melakukan kesalahan. Mereka dapat menyampaikan jawaban dan cerita yang luar biasa namun diakhiri dengan jeda yang aneh. Lalu, bagaimana Anda menghindarkan diri Anda dari akhir yang tidak enak? Latihan memang dapat memperbaikinya, namun tidak semua pertanyaan yang Anda pikirkan akan ditanyakan pada Anda. The Muse memberikan tipsnya bagi Anda bagaimana untuk merangkum jawaban Anda atas pertanyaan yang kerap kali ditanyakan saat wawancara.

Opsi 1: Kaitkan dengan Posisi ataupun Perusahaan yang akan Anda Masuki

Ketika rekruter bertanya, “Apa kekuatan Anda?” atau “Ceritakan tentang diri Anda,” yang mereka harapkan adalah jawaban dengan tambahan, “dan bagaimana hal tersebut dapat menguntungkan diri saya dan perusahaan saya?” Dengan mengetahui hal ini salah satu cara terbaik untuk merangkum jawabannya adalah dengan mengaitkannya pada perusahaan ataupun posisi yang Anda inginkan.

Anda bisa mencoba menjawab, “… dan begitulah mengapa saya sangat tertarik dengan posisi ini. Menurut saya ini adalah kesempatan bagi saya untuk memanfaatkan kemampuan detail saya saat bekerja” atau “…. Ini merupakan alasan saya untuk apply dalam posisi ini, karena kesempatan untuk berkontribusi pada perusahaan yang menghargai transparansi.”

Baca juga: Teknik Wawancara Rekrutmen perlu ditingkatkan

Opsi 2: Rangkum dan Kembali pada Pertanyaan Awalnya

Anda tidak selamanya dapat kembali pada pertanyaan tertentu. Salah satu cara mengantisipasinya adalah dengan merangkum jawaban dan kembali pada pertanyaan awalnya. Hal ini menandakan bahwa Anda fokus dalam menjawab pertanyaan yang diberikan.

Misalnya, “secara keseluruhan, Anda bisa mengatakan bahwa saya mempergunakan gaya kepemimpinan lead-by-example,” atau “Kembali ke pertanyaan sebelumnya, saya memberikan usaha lebih untuk mempelajari dan melihat permasalahan dari sudut pandang orang lain sebelum melakukan suatu hal ketika dihadapkan pada suatu konflik.”

Opsi 3: Tanyakan Pertanyaan Anda Sendiri

Terakhir, cobalah untuk melakukan sedikit eksperimen. Anda bisa menyelesaikan jawaban Anda dengan pertanyaan Anda sendiri. Proses wawancara adalah komunikasi dua arah. Anda tidak hanya sekedar menjawab dan rekruter Anda bertanya. Salah satu cara terbaiknya adalah dengan memberikan kesan yang baik dan membangun rapport yang baik dengan rekruter Anda.

Jadi ketika Anda ditanya bagaimana Anda bekerja dalam tim, Anda bisa sedikit membicarakan bagaimana Anda melakukannya, berikan contoh dan tutup dengan pertanyaan cepat, seperti “Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, bekerja dalam tim dapat membuat saya lebih produktif dan kreatif. Sebelumnya, karena sedang membicarakan hal ini, bisakah Anda ceritakan bagaimana bekerja dalam tim di perusahaan ini?”

Sekarang Anda memiliki strategi bagaimana cara mengakhiri jawaban Anda saat wawancara. Anda bisa mempraktikannya sebelum hari H. Selamat berlatih!

Baca juga: 4 Bias yang sering terjadi saat wawancara

Tags: , , ,