3 Cara Melamar Kerja Jika Kita Tak Penuhi Kriteria

Ketika membuat iklan lowongan kerja, Praktisi Human Resource Departemen (HRD) biasanya menyantumkan beberapa keahlian/kriteria yang harus dimiliki oleh pelamar jika ia ingin melamar. Tujuannya adalah, ia ingin menyaring pelamar sehingga kandidat-kandidat yang niatnya hanya ingin mencoba-coba tidak ikut mendaftar. Sebagai seorang pencari kerja, adakalanya kita igin mencoba sesuatu yang kita anggap menarik meskipun ternyata ada beberapa kriteria yang dibutuhkan yang tidak dapat kita penuhi. Sebelum kita berputus asa, berikut adalah tiga langkah yang dapat kita usahakan apabila kita menjumpai situasi tersebut seperti dilansir dari themuse.com:

1. Tanya diri sendiri, “apakah Saya sanggup?”

Lupakan pertanyaan seperti, “Apakah Saya suka dengan perusahaannya?” atau bahkan, “apakah saya benar-benar menginginkan pekerjaan itu?”. Sebelum memutuskan untuk mencoba pekerjaan baru, bertanyalah pada diri sendiri, “apakah saya sanggup mengerjakan jobdesc dari pekerjaan baru tersebut?”. Seingin apapun kita bekerja pada posisi yang ditawarkan, apabila memang kita tidak memiliki kompetensi yang diperlukan di situ, hasilnya  juga akan percuma. Misalnya saja kita ingin melamar sebagai seorang penerjemah. Namun jika kemampuan bahasa Inggris kita hanya cukup untuk percakapan sehari-hari, maka hal itu akan sangat tidak mungkin. Atau misalnya sebuah pekerjaan membutuhkan seorang teknik mesin yang bertugas mengoperasikan mesin produksi pabrik. Akan sangat mengada-ada jika kita yang lulusan management misalnya, melamar di posisi tersebut.

Mengakalinya, coba analisis kira-kira apa yang akan dilakukan sehari-hari oleh seseorang yang menempati posisi tersebut. Misalnya saja jika di lowongan kerja tersebut tertulis “public relation”. Jabarkan semua tugas karyawan PR, mulai dari mereka harus menulis berita, membuat press release, menangani media, mengomunikasikan brand dan sebagainya. Melihat jobdesc tersebut, logikanya Anda akan berpikir untuk meningkatkan keterampilan menulis. Selanjutnya, tugas Anda untuk fokus memperbaiki keterapilan menulis Anda.

Baca juga: Melamar kerja tanpa surat keterangan pengalaman

2. Jangan hiraukan “Syarat-syarat sampingan”

Terkadang perusahaan mencantumkan syarat tambahan di iklan lowongan kerja hanya karena kalimat itu terdengar bagus. Misalnya ada kalimat “Lulusan Sarjana dari Universitas Prestisius”, sebaiknya kita abaikan kata-kata “Universitas prestisius.” Percaya atau tidak, ada perusahaan yang sengaja menulis hal tersebut hanya supaya pekerjaan yang ditawarkan terdengar impresif. Terdengar konyol memang, tetapi ada perusahaan yang memberikan syarat-syarat tambahan semata-mata karena syarat itu “terdengar bagus” ketika dibaca.

Alasan lain dari perekrut mencantumkan syarat-syarat tambahan tersebut adalah berharap mendapatkan “pelamar impian”, yakni mereka yang memiliki kemampuan unggulan, bahkan seandainya keahlian tingkat tinggi itu tidak betul-betul diperlukan. Bagaimanapun juga, proses rekrutmen tidak akan ditunda atau dibatalkan jika si pelamar impian itu tidak juga muncul juga. Artinya, akan ada kesempatan bagi Anda untuk mengikuti proses seleksi. Dan pada akhirnya, kompetensi yang paling relevanlah yang akan jauh lebih dipertimbangkan.

3. Gunakan Magic Word

Sering kali, daftar kualifikasi yang dicantumkan perusahaan memanglah menunjang dalam menjalankan jobdesc posisi tersebut. Dan tentunya, kita tidak bisa menghindari itu. Setelah kita yakin bahwa kita mampu melaksanakan tugas dari pekerjaan tersebut, langkah selanjutnya adalah meyakinkan perekrut melalui surat lamaran kita. Hindari kalimat-kalimat seperti, “meskipun saya belum memiliki pengalaman….” Dan gantilah dengan mengucapkan bahwa Anda memiliki “transferable skill” yang akan mendukung pelakasanaan tugas Anda.

Transferable skill atau keterampilan lain yang dapat kita implementasikan ke dalam tugas, memiliki kekuatan untuk meyakinkan para pemberi kerja. Hal ini dikarenakan oleh anggapan bahwa kreativitas akan muncul ketika kita mampu mengolaborasikan antara pengalaman dan hal baru yang kita dapatkan.

Baca juga: Melamar kerja melalui ponsel 

Tags: , , ,