2015 Adalah Tahun Perubahan, Mari Mulai dari Diri Sendiri

Belum lama ini, Virgin Group menulis kepada James Altucher, seorang pengusaha dan penulis best-seller Amerika, mengenai sentimen seperti apa yang dapat diberikan kepada karyawan untuk menjadi lebih termotivasi. James membalas tulisan tersebut dan menyebutkan satu keyword penting untuk sukses di tahun 2015, yakni “change” atau perubahan.

Seorang bayi dapat tertawa sebanyak 300 kali dalam sehari, sedangkan pada orang dewasa, hanya 5 kali. Apa yang terjadi? Tak jelas sebabnya, bisa karena tanggung jawab yang terus bertambah, atau kaum dewasa harus menghadapi perubahan-perubahan yang bagi mereka sendiri adalah hal yang menakutkan.

Pada dasarnya, mengatakan “tidak” pada perubahan seperti halnya Anda membunuh diri sendiri. Benjamin Franklin pernah mengatakan, “Kebanyakan orang mati pada usia 25 tahun, hanya saja mereka dikuburkan pada usia 75.” Kita bisa mengubah dunia, tetapi hal tersebut harus dimulai dari mengubah diri sendiri tentunya.

Lalu, apa yang akan terjadi jika Anda berusaha untuk mengubah diri sendiri?

– Takut

Ketika Anda memutuskan untuk melakukan perubahan, misalnya memutuskan untuk menjadi biarawati atau ulama dari yang awalnya seorang artis. Anda akan merasa takut, takut kehilangan teman, dikritik keluarga dan merasa sendirian. Harus diingat bahwa satu-satunya cara untuk menjadi nyaman dengan ketakutan ini adalah belajar untuk menghadapi ketidakpastian. Berpikirlah bahwa hanya ada dua jenis hambatan, yaitu hambatan untuk berkembang (grow) dan hambatan yang mencegahmu untuk berhenti berkembang. Dan Anda bebas memilih di antara kedua hal tersebut.

– Argumen

Ketika Anda berhenti kerja misalnya, bos Anda akan keberatan, kolega pun tidak suka, begitu juga keluarga. Hal itu sangat wajar karena keputusan Anda untuk berubah akan berpengaruh kepada kehidupan mereka. Bos tidak senang karena artinya ia harus mencari karyawan baru lagi, sedangkan kolega tidak senang karena berarti bebannya akan bertambah setelah Anda pergi. Orang tua akan khawatir karena mereka ragu bahwa Anda akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Kepada pihak-pihak luar yang merasa kecewa tersebut, tidak disarankan bagi Anda untuk berdebat. Tidak akan ada gunanya mendebat mereka, karena kekhawatiran mereka memang sangat beralasan jika dilihat dari sudut pandang mereka. Fokuskan saja energi Anda untuk mencapai perubahan yang Anda inginkan.

– Rasa Bersalah

Katakanlah Anda harus membatalkan sebuah agreement atau perjanjian maupun tugas yang sebenarnya belum selesai di tempat Anda bekerja. Bisa dipastikan akan ada banyak orang yang membuat Anda merasa bersalah.

Rasa bersalah memang tidak bisa kita hindari, terlebih lagi jika keputusan kita membuat orang lain sedih. Hanya saja rasa bersalah kepada satu pihak tidak akan lebih besar dari rasa bersalah kepada diri sendiri karena melawan kehendak hati dan semesta untuk berubah.

– Air Mata

Perubahan hampir selalu diiringi dengan air mata. Mengapa demikian? Karena ketika kita memutuskan untuk mengubah sesuatu, kita akan mengalami masa-masa sendirian. Jadi, adalah hal yang wajar apabila kita menangis pada hari atau minggu-minggu saat kita memutuskan untuk berubah. Namun, kabar baiknya, Anda tidak akan merasa kesepian ketika Anda merasa enjoy dengan diri Anda saat berada dalam kesendirian tersebut.

Baca juga: Mengelola Perubahan, Mengelola Manusia

Banyak hal buruk yang terjadi jika Anda memutuskan untuk berubah bukan? Tetapi, jangan lupa untuk melihat apa yang perubahan dapat berikan kepada kita yang berani melakukannya:

1. Mencegah kekakuan otot

Mobil yang sepanjang musim dingin tidak pernah dipanaskan, lama-lama mesinnya akan aus. Sama halnya dengan kaki kita. Apabila selama dua minggu tidak dipergunakan untuk berjalan, maka akan sulit bagi kita untuk berjalan. Otot kita akan menjadi kaku dan tak nyaman jika digerakkan. Perubahan itu sama seperti otot tersebut.

2. Curam itu menyenangkan

Jika proses pembelajaran adalah sebuah kurva, maka perubahan akan membuat kurva Anda menjadi curam/menanjak tinggi dari yang tadinya datar saja. Belajar hal yang baru itu sangat menyenangkan, seperti Anda menemukan cinta yang baru, penuh tantangan.

3. Anda tengah berada dalam skenario yang salah

Dalam setiap tahapan dalam hidup Anda, orang lain telah berkontribusi menyusun skenario untuk hidup Anda. Misalnya keluarga. Mereka merancang hidup Anda dengan alur : sekolah-kerja di kantor-menikah-punya anak-pensiun- dst. Mungkin saja sebenarnya Anda memiliki rencana lain. Jadi, Anda harus menuliskan kembali skenario hidup Anda.

4. Bermain (play)

Saat kecil dulu, Anda biasa bermain dengan beraneka macam permainan, bukan satu permainan yang Anda lakukan berulang-ulang selama satu tahun. Tetapi, ketika Anda beranjak dewasa, banyak pihak berperan dalam membentuk skenario hidup Anda sehingga mau tak mau, Anda harus mengikutinya.

Perubahan memungkinkan Anda untuk kembali menjadi seperti anak-anak yang bebas untuk bermain apa saja yang diinginkan.

Kesimpulannya adalah, perubahan ke arah yang lebih baik itu berarti juga melangkah pada kehidupan yang lebih baik. Lakukan itu tanpa beban apapun dan kebahagian akan datang di sela-sela proses.

Baca juga: Memburu Perubahan dengan Blended Learning

Tags: ,