14 Nasihat Terbaik dari Ayah Para Tokoh Sukses (Bagian 2)

success-805552_640

Di balik kesuksesan tokoh-tokoh ternama dunia, biasanya ada orang atau pihak yang menjadi pendorong kesuksesan mereka, termasuk dari orang yang tidak terikat hubungan professional kerja. Mereka bisa saja mentor, kolega, teman atau bahkan seorang ayah.

success-805552_640

(Sumber image: pixabaycom)

Berikut ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya: 14 Nasihat Terbaik dari Ayah Para Tokoh Sukses (Bagian 1)

8. Walt Bettinger: “Kamu tidak bisa membeli reputasi.”

Presiden dan CEO dari Charles Schwab bercerita kepada Fortune mengenai nasihat-nasihat yang diberikan oleh ayahnya. Bahkan ia menyampaikan bahwa nasihat tersebutlah yang mempengaruhi dia dalam melakukan berbagai hal, mulai dari kegiatan yang sangat penting hingga yang paling sederhana sekalipun.

Kala itu ayahnya berujar:

“Hampir semua hal di dunia ini bisa diperjual belikan. Hanya satu yang tidak bisa, yakni reputasi.”

Kata-kata bijak tersebut rupanya cukup ampuh untuk membantu Walt memutuskan berbagai hal dalam hidup seperti bertingkah laku, berinteraksi dengan orang lain, dan juga mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup.

9. Barbara Corcoran: “Jangan ikuti pemimpin.”

Bintang Real Estate, Corcoran mendapatkan petuah yang sangat berharga dari ayahnya dalam menjalankan bisnis.

“Ayah saya akan berhenti dari pekerjaannya apabila bosnya menyuruhnya untuk melakukan sesuatu,” ungkap Corcoran, sambil meneruskan, “Jadi, sudah menjadi ritual rutin di keluarga kami bahwa ketika ayah pulang sebelum pukul 05.30 pm, berarti dia sudah dipecat.”

Corcoran menjelaskan jika hal itu terjadi, ibu mereka akan mengumpulkan seluruh anggota keluarga di meja makan pada pukul 06.00 sore, lalu sang ayah akan berkata, “tebak apa yang terjadi?”, lalu anak-anak akan menjawab, “ayah dipecat lagi.” Dan saat itulah biasanya mereka makan malam dengan menu paling special.

Semangat itu menular dan hal itulah yang membuat Corcoran bisa menjadi seperti sekarang ini. “Ayah saya mengajarkan kepada kami untuk melakukan pembangkangan dengan atasan yang secara tidak langsung menyuruh kami untuk tidak bekerja kepada siapapun,” tandasnya.

10. Indra Nooyi: “Berprasangka baik terhadap maksud orang lain.”

Presiden dan CEO PepsiCo, Indra Nooyi, mendapatkan sebuah nasihat yang berkesan dari ayahnya, yakni:

“Tetaplah berprasangka positif terhadap maksud orang lain.”

Nasihat sederhana inilah yang menjadi pegangan bagi Nooyi dalam melakukan segala di dalam hidupnya. Meskipun terdengar sederhana, petuah ini diakui memiliki efek yang besar.

Prasangka positif sangat berpengaruh terutama terhadap pendekatan yang ia gunakan ketika berhubungan dengan orang lain. Jika belum apa-apa kita sudah berprasangka negatif, kita akan cepat merasa marah. Sebaliknya, jika kita berpikiran positif, kita menjadi lebih tertarik dengan orang lain dan terkesima dengan intensi orang lain.

Dengan pemikiran positif yang kita miliki terhadap niat orang lain, kita cenderung akan lebih banyak mendengar ketimbang membela diri dalam hal apapun. Dan bahkan, kebiasaan ini juga membuat orang lain lebih senang mendekat dan berhubungan dengan kita.

Baca juga: 5 Hal Yang Tidak Boleh Diucapkan Seorang Pemimpin

11. Mark Cuban: “Have Fun!”

Milyarder di bisnis teknologi, investor dan pemilik Dallas Maverick, Mark Cuban menyadari betul bahwa ada sesuatu yang lebih penting dari sekedar urusan bisnis. Dan pemahaman itu ia peroleh dari ayahnya.

“Ayah saya sekarang berumur 87 tahun, tetapi ia justru bertambah kuat di usia tuanya. Dia itu seperti mesin,” ungkap Cuban. Ia menyampaikan bahwa ayahnya selalu berkata berulang kali:

“Jalani masa depan seolah kamu tidak akan menjadi lebih tua dari hari ini. Kamu harus merasa muda setiap hari dan itulah yang sedang aku lakukan sekarang.”

12. Sara Blakely: “Rayakan kegagalan!”

Perusahaan Spanx tidak akan berjaya seperti sekarang jika itu bukan karena peran ayah seorang Sara Blakely. Di sela-sela makan malam rutin keluara, ayah dari CEO Spanx tersebut menasihatkan kepada anak-anaknya untuk tidak takut gagal.

“Pada saat makan malam, ayah saya selalu bertanya kepada saya dan saudara-saudara saya tentang kegagalan apa yang telah kami buat minggu ini. Pernah suatu hari hari saya baru pulang sekolah dan menyampaikan kegagalan saya mengikuti try out dan ayah saya justru memberi saya “high five” dan ucapan selamat. Sebaliknya, jika saya tidak memiliki kegagalan, justru ayah akan kecewa,” papar Blakely di sebuah acara Teaching Entrepreneuship di New York.

Kebiasaan yang dilakukan ayahnya ini membuatnya menjadi lebih percaya diri dalam mengambil risiko, sebesar apapun itu. Sara menambahkan, “Ayah saya memberikan pemahaman baru tentang kegagalan. Kegagalan bukanlah hasil mutlak dari perjuangan tetapi lebih kepada konsekuensi karena kita tidak berusaha sekuat tenaga.”

13. Kenneth Chenault: “Satu-satunya hal yang bisa kita kontrol adalah performance kita.”

Ada banyak hal yang tidak bisa kita kontrol di dunia ini. Namun kita bisa belajar dari apa yang diungkapkan ayah dari CEO American Express, Kenneth Chenault kepada anaknya. Ayah Kenneth berpesan bahwa kita tidak bisa mengontrol semua hal, oleh karena itu kita harus fokus untuk mengalokasikan energi kepada sesuatu yang bisa kita perbuat.

“Jika Anda harus fokus pada suatu hal, fokuslah pada sesuatu yang memang bisa Anda kontrol. Dan sesuatu yang dapat kita kontrol tersebut adalah kinerja kita,” demikian diungkapkan Kenneth pada sebuah seminar di McComb School of Business Universitas Texas-Austin.

Kalimat ini memang sangat powerful karena memicu kita untuk dapat membuat perbedaan. Perbedaan yang kita berasal dari kinerja kita sendiri.

14. Steve Ballmer: Kerahkan Segenap Kemampuan!

Mantan CEO Microsoft Corp. yang saat ini juga menjadi pemilik Los Angeles Clippers, memiliki pelajaran yang berkesan yang ia dapat dari sosok ayahnya. Ia teringat nasihat ayahnya:

“Jika kamu ingin melakukan sesuatu atau pekerjaan, maka lakukanlah. Jika tidak ingin, ya jangan lakukan sama sekali!”

Atas nasihat ayahnya, Kenneth mengakui, “Dan itu adalah kunci dari semua hal.” Dengan kata lain, kerahkan seluruh kemampuan! Jika Anda melakukan sesuatu, lakukan dengan sepenuh hati, segenap jiwa dan raga. (*)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,