14 Nasihat Terbaik dari Ayah Para Tokoh Sukses (Bagian 1)

success-617130_640

Di balik kesuksesan tokoh-tokoh ternama dunia, biasanya ada orang atau pihak yang menjadi pendorong kesuksesan mereka, termasuk dari orang yang tidak terikat hubungan professional kerja. Mereka bisa saja mentor, kolega, teman atau bahkan seorang ayah.

success-617130_640

(Sumber image: pixabaycom)

Seorang ayah jelas bisa memberikan pengaruh kepada anaknya yang berdampak pada karakter dan prinsip yang dipegang anaknya ketika menjalani kehidupan mereka. Belajar dari berbagai tokoh bisnis yang sukses secara global, berikut adalah beberapa nasihat berharga dari ayah mereka.

1. Meg Whitman : “Bersikap baiklah pada siapapun!”

Nasihat semacam ‘berbuat baiklah kepada orang lain’ mungkin terdengar begitu klise. Namun, nasihat itulah yang selalu diingat oleh CEO Hawlet-Packard, Meg Whitman, ketika berkisah dengan Fortune.

Saat itu, pernah ia berbuat jahat kepada seseorang dan ayahnya mengatakan, “Berbuat jahat kepada orang lain itu tidak ada untungnya sama sekali. Kita tidak tahu dengan siapa kita akan berhadapan ke depannya. Dan lagi, kejahatan itu tidak akan bisa mengubah apapun. Bahkan perbuatan jahat yang kita lakukan tidak akan bisa membawa kita ke manapun.”

Baca juga: 15 Kalimat Bijak Pemantik Kreativitas dari Para Tokoh Hebat

2. T. Boone Pickens:  “Miliki rencana.”

Pemimpin BP Capital Management Boone Pickens mendapatkan nasihat berharga dari ayahnya ketika sang ayah mendatangi acara inisiasi persaudaraan di kampusnya. Saat itu ayahnya berkata:

“Orang bodoh yang memiliki rencana, bisa menjadi lebih hebat dari seorang genius yang tanpa rencana. Aku dan ibumu merasa bahwa sekarang kami memiliki orang bodoh yang tidak memiliki rencana. Aku pikir kamu sedang membuang-buang waktu di sini, di Stillwater. Kamu tidak akan berkembang.”

Melalui LinkedIn, Boone pun mengakui bahwa ia belum mengoptimalkan kemampuannya saat itu. Akan teteapi sejak kunjungan tersebut, ia pun mulai berubah. Ia mengambil jurusan kuliah baru dan ia memiliki sebuah rencana.

3. Bill Gates: “Lakukan hal-hal yang kamu tidak pandai melakukannya.”

Meskipun saat ini, Bill Gates dan ayahnya yang berprofesi sebagai pengacara saling memberikan masukan untuk mengembangkan Bill and Melinda Gates Foundation, dulunya, ayahnyalah yang selalu memberinya nasihat. Bill Gates mengatakan bahwa ayahnya dulu selalu menasihatinya untuk berinvestasi atau meluangkan waktu untuk melakukan berbagai hal, bahkan sesuatu yang ia tidak ahli dalam bidang tersebut.

Dulu, ayahnya sering memintanya untuk ikut di berbagai macam olahraga. Pada awalnya, Bill Gates berpikir bahwa hal tersebut tidak ada gunanya. Namun, akhirnya ia menyadari bahwa inisiatif ayahnya tersebut justru membuatnya mengenal lebih mendalam tentang kepemimpinan dan ia pun menjadi paham bahwa ia tidak jago dalam segala hal. Hal itu menurutnya lebih baik daripada sekedar fokus pada satu hal yang ia tahu dan nyaman dengan itu.

Baca juga: Katakan 10 Kalimat Penyemangat Ini Pada Diri Sendiri Hari Ini

4. Richard Branson: “Mendengarlah lebih banyak daripada berbicara.”

Ricahrd Branson mengatakan bahwa kondisi rumahnya saat itu, tak ubahnya sarang lebah yang ramai dengan aktivitas. Ibunya selalu berusaha mewujudkan skema bisnis di kanan, kiri dan tengah di rumah, ia bersama kakaknya pun menjadi liar.

Namun, di antara kekacauan tersebut, ayahnya adalah orang yang sangat kalem dan selalu bersikap supportive. “Dia bukan tipe orang yang pendiam, tetapi dibandingkan kita semua, ia jauh lebih irit dalam berbicara. Hal ini justru bagus karena dapat menciptakan keseimbangan dalam kehidupan kita. Kita semua bisa mengandalkannya dalam situasi apapun,” ungkap Branson.

Dalam sikapnya yang supportive dan diam tersebut, ia sempat menyelipkan nasihat kepada Branson:

“Mendengarlah lebih banyak daripada berbicara. Kamu tidak akan belajar apapun dari mendengarkan perkataanmu sendiri.”

5. Steve Jobs: “Tetaplah mengecat sisi belakang pagar.”

Jika Steve Jobs mampu menghasilkan produk-produk dengan desain yang bagus, mungkin ayah adopsinya adalah orang yang harus diberi ucapan terima kasih. Ayah Steve Jobs, Paul Jobs, adalah seorang mekanik yang handal. Ia mengajari anaknya untuk membuat barang-barang yang bagus dan berkualitas.

Pada suatu ketika mereka membuat pagar dan sang ayah mengatakan:

“Kamu harus mengecat bagian belakang pagar, yang tidak terlihat oleh siapapun, sebaik sisi bagian depan. Meskipun orang-orang tidak akan mengetahuinya, pagar itu akan menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang berdedikasi untuk membuat barang sesempurna mungkin.”

6. Martha Stewart: “Kamu bisa melakukan apa saja.”

Orang berpengaruh dalam bidang gaya hidup (lifestyle), sekaligus pemilik Martha Stewart Living ini mengatakan bahwa ia tidak akan pernah seperti sekarang jika tidak karena ayahnya.

Ia masih mengingat ayahnya mengatakan:

“… dengan karakter personal yang kamu miliki, kamu bisa melakukan apa saja dengan menetapkan mindset dan mau mengerjakan dengan sungguh-sungguh terhadap apa yang kamu pilih…”

7. Mohamed El-Erian: “Consider other points of view.”

Tumbuh besar di Paris, El-Erian saat ini adalah pimpinan penasihat ekonomi Allianz. Dari ayahnya yang merupakan Duta Besar Mesir untuk Perancis, ia belajar tentang bagaimana caranya keluar dari comfort zone.

“Setiap harinya, kita berlangganan setidaknya empat jenis surat kabar, dari mulai Le Figaro yang beraliran politik kanan hingga L’Humanite yang merupakan surat kabar dari Partai Komunis,” ungkap El Erian.

Ketika ditanyakan kepada sang ayah mengenai hal tersebut, dijawabnya:

“kecuali jika kamu mau melihat sudut pandang orang lain, maka pikiran kamu akan tertutup dan kamu akan menjadi tahanan dari berbagai sudut pandang yang kamu tidak tahu sama sekali.” (Bersambung)

Tags: , , , , , , , , ,