13 Jenis Foto Profil Twitter Yang Sebaiknya Dihindari

2011-03-12-twitter-egg

Dalam beberapa hal, keluar dari sesuatu yang berbau konvensional itu baik. Terlebih lagi jika kita ingin menunjukan kreativitas kita dan membuat orang lain terkesan dengan hasil karya kita. Namun, ada saatnya bersikap konvensional juga perlu dilakukan. Misalnya saat kita pertama kali berkenalan dengan orang baru. Dan tentunya, hal yang sama juga kita aplikasikan di sosial media, termasuk di dalam twitter.

Yang biasa kita lakukan saat berkenalan dengan orang baru adalah menjabat tangannya, mengenalkan nama, tersenyum dan mungkin mengatakan bahwa kita senang bisa mengenal orang tersebut. Mungkin bukan suatu hal yang mengesankan, tetapi setidaknya kalimat itu mewakili ketulusan kita untuk mengenal orang tersebut.

Mengapa hal yang sama tidak kita terapkan di twitter? Mengapa kita harus bersikap aneh ketika berkenalan melalui twitter? Aneh maksudnya kita memasang foto profil yang ekpresinya berlebihan untuk mengundang impresi pembaca.

Melalui twitter, tentunya kita tidak bisa langsung menjelaskan siapa diri kita kepada orang baru. Karena kadang kita tidak tahu siapa saja yang mampir ke socmed kita tersebut. Jika memang penasaran, orang akan melihat pada halaman social media kita tanpa permisi terlebih dahulu. Oleh karena itu, perkenalan melalui twitter yang dalam hal ini diwakilkan oleh foto profil, juga harus dilakukan sewajarnya.

Dalam kotak kecil di mana kamu bisa mengunggah fotomu yang beresolusi tak lebih dari 160 pixels tersebut, sebaiknya kamu memasang foto yang:

– Diambil oleh orang yang memang bisa memotret

– Foto dengan proporsi cahaya yang tepat

– Foto tersebut di-crop hingga display menjadi close up.

– Pose sedang melihat ke kamera

– Tersenyum

Namun, sebagian orang tidak menganggap yang demikian itu perlu. Foto profil dimanfaatkan untuk sebanyak mungkin menjaring impresi, tidak jarang justru menjadi ajang untuk mempermalukan diri sendiri. Beberapa foto yang mengindikasikan hal tersebut misalnya:

1. That’s right! I’m bad!

Ini adalah foto yang sebetulnya justru memperlihatkan kebiasaan buruk si pemilik akun. Misalnya adalah foto saat dia sedang merokok. Saat sedang memegang minuman keras dan sebagainya. Intinya, mereka menganggap hal-hal seperti itu tersebut keren.

2. Saya “logo”

Foto yang dipasang di twitter adalah foto symbol, misal kalimat “sexy” atau “hot” dan semacamnya. Hal ini tentunya justru menimbulkan tanda tanya yang bernada miring bagi pengunjung twitter.

3. Foto “Kamu pasti berharap untuk jadi aku”

Misalnya adalah foto miniatur kita sedang di suatu tempat bagus ketika sedang travel. Meskipun tanggapan akan bervariasi dari masing-masing orang, tapi sebagian sama sekali tidak menganggap bahwa kalian adalah orang yang beredar di seluruh dunia. Justru itu memperlihatkan bahwa memang kamu yang terlalu merasa senang karena berada di sana.

4. Foto kurang percaya diri

Foto yang dipasang adalah foto yang jarak antara kita sebagai objek, sangat jauh dari kamera.  Terlihat tidak percaya diri untuk tampil di foto tersebut.

5. Foto “Saya sudah menikah”

Kamu memasang foto kamu sedang mengenakan baju pengantin dengan pasangan. Tentu saja menikah adalah hal baik, dan menjadi terbuka juga tidak ada salahnya. Tetapi foto profil di twitter jelas bukan tempat yang tepat untuk sharing mengenai hal-hal tersebut.

6. Foto “Saya adalah binatang”

Maksudnya, kita memasang foto anjing atau kucing peliharaan kita. Orang sama sekali tidak akan mendapat gambaran bagaimana penampilan kita sebenarnya hanya dengan melihat ada hewan di foto profil akun twitter.

7. Foto bak model

Ini adalah foto dimana kita tampak mengkilap, glamour bahkan sengaja diedit dengan software tertentu sehingga kita tampak seolah-olah model. Belum lagi jika dalam foto tersebut kita berpose bak model, lengkap dengan ekspresi wajah yang sengaja dibuat-buat agar terlihat anggun.

8. Foto Spam

Agar orang bisa melihat hati kita, senyum kita, yang perlu dilakukan bukanlah memaksa tubuh kita berpose macam-macam di depan kamera dan kemudian foto-foto tersebut digunakan sebagai foto profil. Diganti terus menerus dengan range waktu yang singkat. Atau foto-foto tersebut dicompilasi menjadi sebuah foto profil. Orang akan gerah ketika sering-sering mendapat notifikasi atau postingan tentang kita mengganti foto profil tiap waktu.

9. Foto hasil filter

Sekarang ini banyak aplikasi foto yang menyediakan filter, seperti sephia, retro dan sebagainya. Ingin menunjukkan keahlian mengedit foto? Tetapi untuk foto perkenalan awal, ini bukanlah sesuatu yang membuat orang terkesan.

10. Foto separuh

Dalam foto profil, kita hanya memperlihatkan satu mata, atau kepala yang hanya tampak setengah. Orang-orang tentunya lebih senang untuk bisa melihat kita secara utuh.

11. Foto dengan ekspresi terlalu serius

Memang, sebagian urusan kita dengan kenalan baru adalah untuk membangun bisnis. Tapi bukan berarti kita harus menampakkan ekspresi super serius.

12. Foto “Aku adalah Website”

Akan sangat menyebalkan sekali jika kita melihat profil twitter seseorang dan ternyata ia memasang hasil screen grab dari sebuah website di foto profilnya.

13. Malas mengunggah foto

Si pemilik akun terlalu malas untuk meng-upload foto. Ini justru mirip dengan layar televisi yang menyiarkan kasus kriminal, menyembunyikan identitas pelaku dengan symbol siluet tanpa ciri-ciri apapun.

Setidaknya, jenis-jenis foto tersebut yang dipandang kurang tepat oleh Barry Feldman untuk dijadikan sebagai foto profil seperti dikutip dari marketingprofs.com. Mengikutinya atau tidak, kita yang berhak memutuskan.

Tags: ,