11 Tips Ini Hindarkan Anda dari Label Networking Parasite

human-995561_640

Lazimnya para pebisnis mengasumsikan bahwa networking adalah sebuah hubungan saling menguntungkan antara dua belah pihak’ Namun, kenyataannya tidak selalu terjadi demikian. Kecenderungan orang menjalin networking dibangun atas dasar untuk memperoleh keuntungan tertentu.

human-995561_640

Margaret Morford, seorang konsultan manajemen dan pembicara seminar serta business owner menuliskan dalam nytimes.com, bahwa sebelumnya ia adalah eksekutif yang telah mendapatkan banyak nasihat dari orang yang lebih berpengalaman. Hal ini mendorongnya untuk memberikan hal yang sama dengan orang lain tanpa mengharap imbalan apapun sebagai gantinya.

Ia mengaku mendapatkan permintaan dari banyak orang yang belum ia kenal dan ingin berkonsultasi dengannya. Sebagian ajakan tersebut diterima, tetapi ia menuturkan bahwa sebagian dari mereka adalah tipe “networking parasite” atau menjadi parasit dalam sebuah hubungan. Mereka tidak bisa memahami bahwa nasihat yang diberikan oleh Morford adalah materi yang sama dengan yang ia berikan kepada kliennya.

Baca juga: Ingin Perluas Networking, Hindari 5 Manuver Ini!

Bahkan dengan seenaknya, sebelum benar-benar kenal sudah tanpa malu mengagendakan pertemuan agar mereka bisa mendapatkan nasihat gratis darinya. Mereka gagal paham bahwa orang yang ia ajak bertemu tersebut hidup dari menjual nasihat yang sama kepada  klien mereka.

Terdapat beberapa cara agar kita tidak menjadi “networking parasite” dari perkenalan yang kita jalin dengan orang baru. Berikut di antara tipsnya.

1. Jadikan pertemuan menjadi nyaman

Ketika mengajak seorang konsultan atau pakar, dan Anda adalah pihak yang ada perlu, akan lebih baik kalau Anda meminta skema waktu yang tepat. Selain itu, tempat pun harus diperhitungkan dengan cermat. Jangan sampai merepotkan mereka dengan menetapkan tempat yang dekat dengan lokasi Anda.

Morford bercerita bahwa ia pernah diajak ketemuan oleh kenalan baru yang menyuruhnya datang jam enam pagi dengan alasan bahwa ia harus memulai harinya lebih cepat hari itu. Akhirnya, pertemuan tersebut diundur karena memang jam enam terlalu pagi untuk Morford. Sebisa mungkin, kita jangan sampai meminta bertemu di waktu-waktu di mana mereka harus mengorbankan kepentingan pribadinya hanya untuk bertemu kita.

2. Membayari mereka makan atau minum

Lakukan ini sebagai ungkapan penghargaan atas kesediaanya menyediakan waktu di tengah kesibukannya. Jika Anda memiliki budget yang terbatas, ajaklah ia mengopi saja. Tetapi jika memang Anda sedang tidak ada budget untuk itu, ajaklah ia bertemu ketika dia benar-benar sedang santai dan memiliki cukup waktu untuk bertemu Anda tanpa perlu mengorbankan kesibukannya.

3. Sediakan daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan

Orang yang kompeten untuk memberikan nasihat berharga kepada kepada orang lain adalah orang yang sibuk. Mereka tidak memiliki banyak waktu untuk menyimak semua isi pemikiran Anda. Oleh karena itu, siapkan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya Anda anggap krusial untuk diketahui berkaitan dengan permasalahan Anda. Dan akan lebih baik jika Anda mengirimkan pertanyaan tersebut sebelum bertemu sehingga si konsultan ini telah memikirkan jawabannya.

Baca juga: Belajar Networking dari Orang Introvert

4. Jangan berbantah tentang nasihat yang diberikan

Ketika seseorang menyampaikan nasihatnya, usahakan agar Anda menyimak dan mencerna dengan baik. Bahkan seandainya Anda tidak setuju dengan pendapat tersebut, sampaikan pertanyaan Anda dengan sopan dan tidak terkesan menghakimi. Lebih buruk lagi apabila ketika ia memberikan penjelasan, Anda lantas menyela dan mengatakan bahwa nasihat-nasihat tersebut tidak akan efektif bagi Anda karena alasan-alasan pribadi Anda.

5. Jangan meminta sesuatu yang termasuk hak cipta dan materi tertentu

Salah satu contohnya adalah Anda meminta materi presentasi yang dimiliki konsultan tersebut. Padahal, Anda tahu bahwa materi tersebut sangat berharga, konfidensial dan juga merupakan hak cipta darinya.

6. Jangan meminta follow up tertulis

Ketika mereka memberikan penjelasan, adalah tugas kita untuk menyimak dan merangkum apa yag penting bagi kita, bukan sebaliknya. Jangan pernah meminta orang tersebut untuk mengirimkan ringkasan diskusi secara tertulis keesokan harinya. Tidak ada seorang pun yang senang mendapatkan pekerjaan rumah setelah bersedia membantu orang orang lain.

7. Luangkan waktu setelah konsultasi untuk bertanya apa yang dapat Anda lakukan untuk membantunya

Apakah Anda mengenal seseorang atau organisasi yang potensial untuk memakai jasa si konsultan tersebut? Hubungkan keduanya di LinkedIn!

8. Selalu mengucapkan terima kasih lebih dari sekali

Ungkapkan rasa terimakasih Anda sebagai apresiasiasi terhadap waktu yang telah ia alokasikan untuk Anda. Setelah itu,follow up dengan note yang Anda tulis dengan tangan, bukan email atau sekedar pesan singkat melalui ponsel.

9. Jangan mereferensikan konsultan tersebut kepada orang lain dengan tujuan yang sama

Ketika Anda merasa puas dengan nasihat dari pakar tersebut,  jangan sekali-kali merekomendasikan teman atau saudara Anda untuk berkonsultasi gratis dengan pakar tersebut

10. Cukup satu kali meminta bantuan

Jika Anda merasa bahwa nasihat yang pakar itu berikan sangat bermanfaat dan Anda ingin mendapatkannya lagi, maka bayarlah untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya.

11. Sebagaimana Anda meminta bantuan orang, maka pikirkan balas budi seperti apa yang bisa Anda berikan di masa yang akan datang

Di akhir minggu Anda, daftarlah orang-orang yang telah membantu Anda dan kebaikan seperti apa yang telah Anda lakukan untuk membalas jasanya. Jika ternyata tidak ada, berarti Anda benar-benar telah menjadi: networking parasite! (*)

Tags: