11 Keuntungan Mempekerjakan SDM di Atas 50 Tahun

Merekrut karyawan berusia di atas 50 tahun? Barangkali tak pernah terpikirkan oleh Anda. Padahal, tahukah Anda, bahwa merekrut SDM dengan jenjang usia tersebut merupakan langkah yang cerdas? Tentu saja asalkan Anda melakukannya dengan tepat.
Para pakar dan enterpreuner yang banyak tahu tentang usia 50 ke atas mengatakan bahwa pengalaman, keahlian dan loyalitas mereka akan memberi kemudahan bagi pengusaha untuk mempekerjakan, mengelola dan mempertahankan mereka.
Karyawan berusia tua lebih tertarik dengan benefit dan kompensasi yang kompetitif, pekerjaan yang menarik dan bermakna, kesempatan untuk perkembangan dan kemajuan, serta jadwal yang fleksibel. Yang terakhir ini umumnya paling menarik untuk mereka.
“Kami menemukan bahwa format paling populer untuk SDM berusia 50 tahun ke atas bukanlah hari kerja atau minggu kerja yang lebih pendek, tapi waktu <I>off</i> yang lebih panjang,” demikian menurut <I>Executive Vice President</i> pada perusahaan riset dan konsultan HR The Concours Groups, Texas, AS Robert Morison.
Pengusaha juga perlu belajar keahlian baru untuk menarik, mempertahankan dan mengelola SDM senior. “Mereka menginginkan keragaman, kerja yang bermakna dan ingin terus belajar berbagai hal," kata Morison. “Jangan berasumsi bahwa karyawan berusia tua tidak ingin belajar hal-hal baru,” tambah dia.
Menurut konsultan bisnis dan pakar bidang kepemimpinan dan manajemen karyawan Stephen Bastien, yang juga menulis buku <i>One Person Can Make a Difference</I>, sedikitnya ada 11 keuntungan mempekerjakan SDM berusia 50 tahun ke atas.
1. Dedikasi. Pekerja yang berdedikasi menghasilkan pekerjaan yang berkualitas tinggi, yang dapat menghasilkan penghematan biaya yang signikan bagi perusahaan.
2. Tepat waktu. Sebagian besar pekerja senior selalu mencari kesibukan setiap hari, sehingga mereka cenderung datang ke kantor tepat waktu dan siap untuk bekerja.
3. Jujur juga merupakan sifat lain yang umum dijumpai pada pekerja berusia tua, di mana sifat itu mencakup nilai-nilai lain termasuk integritas personal dan taat pada kebenaran.
4. Berorientasi pada detail, fokus dan penuh perhatian.
5. Pendengar yang baik. Sifat ini penting dimiliki seorang karyawan yang bagus karena mereka akan lebih mudah dilatih. Dan, karyawan berusia tua hanya perlu sekali diberitahu, selanjutnya dia tahu apa yang harus dilakukan.
6. Bangga pada pekerjaan yang telah dilakukan dengan baik juga menjadi komoditas yang jarang dimiliki para pekerja usia muda. Bila yang disebut terakhir itu ingin cepat-cepat pulang begitu selesai kerja, maka karyawan usia tua lebih akan berlama-lama di kantor karena mereka memiliki kebanggaan pada produk akhir.
7. Keahlian berorganisasi di kalangan karyawan senior sangat berarti bagi pengusaha. Lebih dari seribu jam hilang setiap tahun untuk membayar disorganisasi di tempat kerja.
8. Efisien dan percaya diri. Terutama dalam hal berbagi rekomendasi dan ide-ide, keduanya menjadikan mereka karyawan yang ideal. Pengalaman kerja bertahun-tahun memberi mereka pemahaman yang matang tentang bagaimana pekerjaan bisa diselesaikan secara efisien sehingga menghemat biaya. Sedangkan rasa percaya diri mereka, yang terbangun bertahun-tahun, membuat mereka tak ragu-ragu untuk berbagi ide dengan manajemen.
9. Kedewasaan, yang lahir dari pengalaman hidup dan kerja.
10. Karyawan senior bisa menjadi contoh. Mereka adalah mentor yang sempurna, juga model peran yang membantu memudahkan pelatihan untuk karyawan muda.
11. Keahlian berkomunikasi. Pekerja senior memahami politik di tempat kerja dan tahu bagaimana secara diplomasi menyampaikan ide-idenya kepada bos.