10 Tips Rekrutmen untuk Perusahaan Kecil

Merekrut adalah pekerjaan yang paling penting bagi pengusaha yang akan mengembangkan perusahaannya. Terlebih bagi usaha kecil, karyawan memiliki dampak yang sangat besar dan begitu berpengaruh terhadap budaya perusahaan dibandingkan dengan rekrutmen di dalam perusahaan yang mempunyai karyawan 200-500 orang. Dengan begitu Anda perlu memastikan bahwa karyawan baru Anda adalah mereka yang mempunyai passion, terlibat penuh dan berkomitmen tinggi.

Namun biasanya pekerjaan rekrutmen ini dikenal menakutkan, karena semakin lama pencarian calon karyawan, semakin besar juga biaya per rekrutan tersebut. Itulah mengapa Anda harus bisa memutuskan pilihan yang tepat, karena berdasarkan studi dari CAP, diperlukan 20% dari biaya gaji tahunan untuk mengganti karyawan level menengah. Dan dibutuhkan 213% dari biaya gaji tahunan untuk mengganti karyawan level direksi.

Berikut ini beberapa saran yang bisa Anda coba untuk mendapatkan karyawan baru yang tepat, seperti dilansir dari mashable.com:

1. Perjelas Peranan dan Tugas

Orang-orang mencari pekerjaan berdasarkan kata kunci atau industri yang mereka tuju, sepatutnya manajer rekrutmen tahu akan hal ini. “Kamu pasti menginginkan sesuatu yang yang jelas, deskriptif dan ringkas,” kata Laura Hampton, manajer digital marketing Hallam Internet Inggris.

Dalam daftar Anda, tuliskan apa saja tugas mereka sehari-hari, bagaimana peran mereka sangat berpengaruh terhadap tujuan perusahaan secara keseluruhan, dan pastikan untuk memasukkan informasi penting seperti gaji, benefits, dan kemampuan yang dibutuhkan.

“Bantu para pelamar potensial untuk mengetahui bahwa posisi tersebut penting adanya bagi perusahaan Anda dan mereka akan memberikan kontribusi yang berharga,” lanjut Hampton.

Tak ada salahnya memberikan pandangan bahwa di perusahaan kecil mereka akan cenderung mengalami stres namun perkembangan karir akan berjalan lebih cepat. Jangan sampai mereka merasa akan menjadi korban Anda, untuk itu buat keterangan setransparan mungkin, terbuka, jujur mengenai tantangan yang akan dihadapi perusahaan. Sekali lagi, terangkan peran mereka sejelas-jelasnya sebelum mereka menandatangani kontrak kerja.

2. Memancinglah di mana Ikan Berada

Cari tahu di mana kandidat terbaik Anda sering berkumpul, dalam dunia maya maupun dunia nyata. Jika Anda sedang mencari talenta teknis, buatlah sebuah event teknis semacam kontes hacking atau demo teknis. Jika Anda sedang mencari tenaga sales, sebuah pameran dagang adalah tempat yang sangat cocok untuk mencari seorang yang tahu bagaimana cara memperlakukan pelanggan. Konferensi juga dapat menjadi cara yang bagus untuk menarik talent sambil memperkenalkan bisnis Anda secara dua arah.

“Hal itu bisa menjadi kesempatan Anda untuk mengekspresikan visi perusahaan Anda tanpa melakukan interview secara formal sekaligus bertemu dengan mereka secara kasual,” ujar Ethan Song, co-founder dan CEO dan Frank &Oak.  “Kami sudah mulai mengirim anggota tim kami ke berbagai konferensi karena menunjukkan siapa kami itu lebih menarik bagi karyawan,” tambahnya.

3. Tawarkan Fleksibilitas

Tidak ada yang ingin ‘dirantai ke meja’ dari pukul 9 pagi hingga 5 sore. “Tawarkan fleksibilitas sebagai hal yang menjual,” ujar Kevin Kuske, Chief Antropologi dari Turnstone. “Secara umum, seorang talent terkadang ingin menghabiskan waktunya di kedai kopi atau bekerja dari rumah mereka. Selama tim Anda dapat mencapai tujuan yang diinginkan dan berkolaborasi ketika dibutuhkan, menawarkan jadwal yang fleksibel merupakan selling point yang besar,” tambahnya. Sebuah remote working yang pas akan menjadi hal yang berpengaruh besar bagi kebahagiaan karyawan dan retensi yang bagus namun tetap tidak menghambat budaya perusahaan dan produktivitas.

4. Tunjukan Budaya Perusahaan Anda & Pentingnya Nilai bagi Perusahaan

Perlu diingat bahwa keterampilan dapat diajarkan, namun sikap, kepribadian dan passion tidak. “Saya akan membawa seseorang yang sedikit kurang berbakat namun cocok dengan budaya kami dibandingkan merekrut orang yang berbakat tapi tidak cocok dengan tim kami,” ujar Ryan Harwood, CEO dari PureWow. Menurutnya sikap itu terlihat dari bagaimana kandidat berkomunikasi, dan nantinya itu akan menunjukkan bagaimana reaksi mereka terhadap situasi dan konflik. “Kita mencari integritas, individu dengan integritas tinggi yang akan membuat rekan satu tim menjadi terbaik. Dengan kantor yang kecil, kepercayaan dan rasa hormat merupakan keharusan,” ujar Harwood.

Pada saat interview ia biasanya mengajukan pertanyaan seperti “Jika Anda adalah seorang superhero, Anda akan menjadi siapa, dan mengapa?”, Jika Anda masuk ke kamar, lagu apa yang Anda putar dan mengapa.”

“Tidak ada jawaban yang salah untuk pertanyaan-pertanyaan ini, namun hal itu akan memberikan pandangan mengenai tipe dari masing-masing kandidat,”. Dan juga sebagai filter untuk memilih calon yang tepat. Nilai-nilai itu akan membimbing Anda menemukan karyawan yang tepat untuk perusahaan.

5. Selalu Lakukan Rekrutmen

Mulailah berpikir bahwa semua orang yang Anda temui bisa menjadi kandidat potensial. “Saya menyimpan sebuah daftar berisikan database nama-nama orang yang saya temui yang mungkin saya akan bekerja dengan mereka suatu hari nanti. Mereka ditandai dalam Salesforce kami dengan ‘calon karyawan’, ujar CEO weeSpring, Allyson Downey. Dia memilih ‘berpandangan jauh ke depan’ dengan bergaul dengan orang-orang yang sekiranya akan menjadi CTO hebat dalam 6-12 bulan ke depan. Downey akan memilih dari daftar tersebut ketika ia siap untuk merekrut.

Tim dari AWeber menanggapi setiap lamaran satu persatu, hal ini terlihat seperti pekerjaan yang merepotkan. “Mungkin mereka tidak cocok dengan pekerjaan yang mereka lamar, tapi Anda tidak akan pernah tahu jika ada posisi lain yang cocok untuk mereka” Ujar Cohen dari AWeber yang percaya bahwa respon individu akan membangun kepercayaan. “Mungkin suatu saat orang itu akan melamar kembali atau akan mengenalkan kita kepada orang lain yang lebih cocok dengan posisi yang tersedia di tempat kita.”

6. Jangan Berhenti

Hal terakhir yang akan Anda lakukan saat merekrut adalah berhenti. Tidak ada alasan Anda tidak bisa menemukan kandidat yang sempurna. Hal ini memang memerlukan tenaga dan alat bantu seperti software yang memadai. Namun percayalah bahwa incaran Anda ada di luar sana.

Incarlah talenta yang terbaik karena mereka akan membawa kandidat terbaik lainnya. Brandon Kessler, CEO Challenge Post mengatakan bahwa ia bersedia menunggu lama sampai akhirnya mendapatkan orang yang tepat.

7. Berdayakan Tim untuk Membantu Rekrutmen

Promosi internal tentu cara yang bagus untuk mengharagai kerja keras karyawan kita, namun terkadang kita membutuhkan SDM yang segar. Anda bisa berdayakan tim untuk menemukan calon yang hebat. Anda bisa tawarkan kepada mereka bonus atau hadiah lainnya, kata Cohen dari Aweber. “Melibatkan karyawan Anda dalam proses perekrutan bisa mengefektifkan biaya sekaligus menemukan kandidat yang tepat,” tambahnya. Bahkan Anda bisa mengikutsertakan karyawan Anda dalam proses interview kandidat, karena mereka nantinya akan bekerja dengan beberapa orang baru.

8. Jangan Lupa Berikan Kesan kepada Kandidat

Mungkin Anda berpikir kandidatlah yang seharusnya mencari perhatian Anda, namun proses perekrutan merupakan koneksi dua arah. Mungkin saja, perusahaan Anda bukan satu-satunya kandidat yang mengincar dia, sehingga Anda perlu meyakinkan mereka bahwa perusahaan Anda yang terbaik.

“Sangat penting membuat kandidat merasa dihargai saat menghabiskan waktunya bersama kami, kami menganggap rekrutmen adalah proses yang serius,” ujar Medley. Ia sangat respect dengan para pelamar dan menurutnya cara itu akan membawa kita kepada orang yang tepat. “Sangat penting mengenal calon karyawan kita, dan kami juga ingin mereka benar-benar mengenal kita.”

9. Uji Mereka Dulu

Perekrutan memerlukan biaya yang mahal, namun mencari penggantinya lebih mahal lagi. Maksudnya Anda jangan sampai salah pilih, untuk itu uji saja dulu mereka. Anda bisa memberikan mereka kontrak pendek atau menjadikan mereka freelancer selama beberapa minggu sebelum mereka resmi bergabung dengan Anda. Menguji mereka merupakan cara yang efektif untuk menemukan kandidat yang pas bagi perusahaan yang Anda rintis.

10. Ingat untuk Onboard (Masa Perkenalan)

Rekrutmen tidak berhenti setelah mereka menandatangani kontrak. “On boarding merupakan aspek yang paling penting dari retensi, kami berusaha keras untuk memastikan anggota tim baru mengetahui budaya kami di hari pertama,” ujar Rachel Karten, manajer SDM di Plated. Tim HR harus memastikan kelancaram proses transisi karyawan baru di tempat kerjanya. Plated terbiasa untuk menyiapkan kuisoner yang dibagikan kepada karyawan agar tim mengenal karyawan baru dan mendorong adanya percakapan.“Biarkan anggota tim lain tahu seseorang yang akan memulai hari pertamanya, hal itu akan membuat karyawan baru merasa seperti bagian dari tim,” tutur Karten. 

Tags: ,