10 Tips Memaksimalkan Linkedin

Linkedin memang sangat pas kita jadikan sebagai media untuk memamerkan keahlian professional kita. Tujuannya jelas yakni mempromosikan diri sehingga lebih dekat pada kesempatan berkarir yang lebih baik.

Namun, dalam mengelolanya, kita pun harus bijak sehingga fungsi linkedIn bisa dioptimalkan. Berikut adalah do’s and dont’s dalam memposting di Linkedin, seperti yang dilansir dari socialmediatoday.com

  1. 1. Gunakan foto professional.

Tidak seperti facebook atau twitter yang bersifat lebih personal, semua jenis situs yang kita miliki yang dimaksudkan untuk tujuan professional, harusnya menggunakan foto profile yang profesional pula. Alasannya adalah, jika kita menghadiri acara-acara networking, orang akan lebih mudah mengenali kita. Lain halnya jika kita memasang foto hewan peliharaan, keluarga, atau sesuatu yang tidak menunjukan identitas kita, tidak akan ada yang mengenali, sehingga keberadaan kita pun tidak dihiraukan.

2. Menjalin hubungan dengan orang-orang yang memang kita kenal.

Seperti halnya kita menasihati anak kecil untuk tidak berbicara kepada orang asing, demikian juga linkedIn kita. Tidak perlu kita menjalin koneksi dengan orang-orang terkenal di seluruh dunia, semata-mata untuk membangun pencitraan, agar terlihat berkoneksi dengan orang-orang hebat. Yang harus diingat adalah bahwa LinkedIn menjadi lebih bermakna bukan karena jumlah relasi yang kita miliki (kuantitas), tetapi kualitas hubungan yang kita jalin.

3. Pastikan informasi yang kita tulis up-to-date.

Bayangkan apabila kita tak mengganti baju selama tiga hari, tentunya orang-orang di sekitar kita akan meninggalkan kita. Sama halnya jika akun linkedIn kita berisi informasi yang kadaluarsa, perlahan tapi pasti, orang-orang akan malas menjalin koneksi dengan kita.

4. Hapuslah Spammers

Dalam dunia nyata maupun LinkedIn, bad apples itu pasti ada. Salah satunya dalam LinkedIn adalah orang-orang di kontak kita yang sering mengirimkan spam mengenai informasi-informasi MLM atau info produk yang cukup mengganggu. Terhadap orang seperti itu, cukup sopan bagi kita untuk memperingatkan. Jika dia tetap tidak menghiraukan, lebih baik dihapus saja dari koneksi kita.

5. Buatlah summary yang menarik

Summary atau gambaran singkat tentang diri kita haruslah dibuat semenarik mungkin. Supaya orang terdorong untuk membaca, kita harus mencantumkan hal-hal menarik dan spesifik seperti personal branding, keahlian, passion atau co-worker kompeten yang pernah kita ajak bekerja sama.

6. Jangan pergunakan Linkedin seperti kita menggunakan facebook dan twitter.

Lain halnya dengan facebook atau twitter yang difungsikan untuk bersosialisasi dan berbagi pengalaman pribadi, Linkedin lebih bersifat professional. Sehingga, tidak bijak menggunakan Linkedin ini untuk menjalin personal networking dan tidak relevan dengan karir profesional.

7. Jangan melakukan sinkronisasi Linkedin dengan twitter

Jika kita men-sinkronisasikan Linkedin dengan twitter, maka kicauan kita di twitter akan terbaca juga di Linkedin. Sebetulnya, orang tidak terlalu peduli dengan tweet-tweet kita di twitter dan tak semua orang menggunakan twitter, sehingga akan sulit bagi mereka mengartikan tanda-tanda atau istilah di twitter.

  1. 8. Jangan menolak invitasi, simpan saja dalam arsip

Tujuannya adalah agar ketika suatu saat kita bertemu dengan orang terebut, atau bahkan melakukan kerja sama, kita bisa melacak orang tersebut dalam arsip. Hal itu lebih memudahkan kita untuk menjalin relasi dengannya, daripada kita menghapusnya dan mencari-carinya lagi untuk diundang bergabung dalam koneksi kita.

  1. 9. Jangan meminta semua orang untuk memberi rekomendasi

Tidak ada batasan minimal ataupun maksimal mengenai jumlah rekomendasi yang kita miliki. Yang jelas, pastikan bahwa rekomendasi kita adalah orang-orang yang kita kenal dan adalah klien terbaik kita.

  1. 10. Jangan lupa menggunakan Spelling and Grammar Check

Linkedin kita sama halnya sebuah resume, sehingga penting untuk memastikan bahwa seluruh ejaan dan tata bahasa tepat.

Tags: , ,