Waspadai, Ini 4 Sinyal Anda Terjebak dalam Rutinitas Membosankan

Confort zone

Anda selalu berusaha menyelesaikan tugas dan menyenangkan hati boss Anda. Ada kalanya Anda merasa sangat sibuk dan stress. Kemudian sesekali Anda juga pulang kerja dengan rasa lelah dan kecewa. Apakah aktivitas ini menunjukkan bahwa Anda telah bekerja keras dan menghabiskan untuk meraih karir yang benar? Belum tentu.

Confort zone

Sementara Anda merasa sudah cukup tertantang dan melaju ke arah tujuan awal berkarir, seringkali Anda tetap merasakan frustasi dan terhambat pada perkembangan aktual Anda. Bisa jadi Anda telah terjebak dalam zona nyaman tanpa menyadarinya. Jika ini dibiarkan, bisa jadi Anda akan hidup dalam rutinitas yang membosankan untuk jangka waktu yang lama.

Jika Anda ragu apakah Anda bahagia dengan tempat kerja Anda sekarang atau merasa tidak berkembang, pertimbangkan sudah berapa lama empat hal berikut tidak mengalami perubahan signifikan selama Anda berkarir. Apa saja 4 sinyal tersebut? Simak berikut ini:

  1. Gaji

Apakah Anda menerima besaran gaji tanpa negosiasi? Dan apakah ketika tahun berganti gaji Anda tetap tidak naik padahal Anda telah bekerja sesuai target? Dan apakah Anda tidak pernah meminta kenaikan gaji? Ini adalah satu pertanda bahwa Anda sudah berada di zona nyaman dalam hal gaji.

Solusi:

Beranikan diri Anda untuk meminta kenaikan gaji kepada bos. Sebagai langkah awal, Anda dapat mengikuti workshop tentang bagaimana meminta kenaikan gaji atau berkonsultasi dengan ahlinya. Selanjutnya, ajak atasan Anda berdiskusi tentang performa Anda di tempat kerja, sampaikan bahwa Anda menginginkan kenaikan gaji didasarkan pada pencapaian kinerja Anda tersebut.

Jika kenaikan gaji belum bisa dilakukan saat itu juga, setidaknya Anda telah melakukan sebuah lompatan yang akan berdampak positif di masa depan.

  1. Networking Anda

Anda menghadiri banyak event yang berhubungan dengan bidang industri tempat Anda bekerja saat ini, bergaul dengan teman kantor, bersosialisasi melalui media sosial. Akan tetapi, apakah Anda menyempatkan waktu untuk bertemu atau berkenalan dengan orang-orang yang jauh dari jangkauan? Ada berapa pimpinan bisnis dalam industri yang mengenal Anda? Jika jawabannya adalah tidak ada, berarti Anda berada di zona nyaman dalam hal professional network.

Solusinya:

Buat daftar yang berisi orang-orang yang Anda kagumi dan ingin Anda kenal. Selanjutnya, Anda bisa mengikuti acara-acara di mana tokoh-tokoh tersebut datang sebagai pembicara. Selain itu, Anda dapat meminta tolong kepada teman untuk mengenalkan Anda dengan orang-orang tersebut. Jika cara tersebut belum berhasil, Anda juga dapat menghubungi mereka melalui akun media sosial seperti LinkedIn. Pada awalnya, Anda mungkin akan mengalami penolakan beberapa kali. Tetapi jika Anda bersungguh-sungguh dan persisten, bukan tidak mungkin koneksi tersebut akan terjalin.

  1. To-do List Anda

Ada perbedaan signifikan antara tugas yang reaktif dengan tugas yang proaktif. Yang pertama adalah tugas yang Anda kerjakan karena memang sudah menjadi kewajiban dan yang kedua adalah tugas tambahan yang Anda kerjakan karena Anda mengejar target tertentu. Jika Anda berkutat dengan hal-hal yang pertama, maka sebenarnya Anda menjalankan pekerjaan reaktif yang belum tentu bermakna bagi Anda.

Solusi:

Kenali satu proyek andalan di perusahaan Anda. Pastikan bahwa Anda menemukan cara untuk secara proaktif terlibat dalam proyek tersebut. Lalu tuangkan dalam to-do list. Prioritaskan proyek tersebut dan kesampingkan tugas-tugas yang tidak terlalu penting. Misalnya saja email.

Jangan terlalu khawatir karena tidak menjawab email sesegera mungkin ketika ada tugas yang lebih penting yang harus Anda selesaikan. Lama kelamaan, Anda akan terbiasa sehingga bisa menciptakan keseimbangan antara tugas yang sangat penting, urgent dan juga tugas-tugas yang sebenarnya tidak penting tetapi menyita perhatian Anda.

  1. Tujuan Karir Anda

Apakah Anda tahu tujuan karir Anda? Apakah pekerjaan Anda saat ini adalah “goal” yang Anda inginkan atau Anda melakukan pekerjaan semata-mata demi target yang harus dicapai dalam pekerjaan tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini diperlukan proses refleksi yang tidak sebentar. Kemungkinan Anda akan sulit melihatnya, tetapi akan sangat disayangkan apabila Anda berusaha sangat keras untuk pekerjaan yang sebenarnya tidak Anda inginkan.

Contoh sederhananya adalah Anda bekerja mati-matian untuk kesuksesan karir Anda sekarang padahal jika ditanya lagi pada hati kecil, Anda lebih memilih untuk melakukan hal lain.

Solusi:

Kesampingkan terlebih dahulu pendapat dan saran orang tentang karir Anda, pikirkan kembali apa yang sebenarnya penting untuk diri Anda sendiri. Pilih satu “goal” yang merupakan passion Anda meskipun Anda belum tahu bagaimana cara meraihnya.

Berkomitmenlah pada hal itu dan perhatikan perkembangan sikap dan kepercayaan diri Anda ketika berusaha meraihnya. Ini bisa dimulai dengan langkah kecil seperti mengikuti kursus yang berhubungan dengan tujuan karir tersebut atau langkah yang lebih besar seperti membuka bisnis sampingan. Apapun itu asalkan bisa mendukung karir utama Anda. (*)