Merasa Stagnan dalam Karir? Ini Jalan Keluarnya!!

business-meeting-378412_640

Dalam karir, kadang kita menghadapi satu titik di mana kita merasa tidak berkembang, stuck dan stagnan. Anda merasa seperti berada di tengah lorong dan tidak dapat melihat cahaya terang di ujung lorong tersebut. Waktu-waktu kerja terasa semakin panjang dan Anda kehilangan makna dari pekerjaan kita sehari-hari.

Sebagai manusia, memang wajar jika kita menemui titik jenuh dan merasa tidak termotivasi. Akan tetapi, akan berbahaya jika hal tersebut tidak lekas diatasi. Karena bagaimanapun juga, ketika kita berjalan lebih lambat, waktu tetap berjalan pada kecepatan yang sama. Jangan sampai durasi hidup kita terbuang sia-sia hanya karena  keterpurukan tersebut.

business-meeting-378412_640

(Image:Pixabay)

Dilansir dari mashable.com, berikut adalah beberapa cara untuk kembali bangkit dari rasa jenuh dan melambatnya laju karir di tempat kerja.

1) Satu-satunya hal yang berdiri di antara Anda dan Kesuksesan adalah diri Anda sendiri

Kalimat tersebut bisa jadi tampak seperti sebuah pepatah klise, terutama jika Anda adalah tipe orang yang cenderung memandang gelas setengah kosong daripada setengah penuh. Apapun posisi karir Anda saat ini, seseorang telah memilih dan percaya bahwa Anda bisa menjalankan tugas. Selanjutnya, terserah Anda untuk percaya kepada kemampuan diri sendiri atau tidak. Jangan pernah meremehkan diri sendiri dalam sebuah wawancara kerja. Berjuanglah untuk mendapatkan kesempatan yang berhak Anda dapatkan. Bekerjalah dengan teliti tetapi jangan terlalu tekun. Miliki seorang teman atau mentor yang bisa membuat ambisi Anda menjadi seimbang.

2) Jangan berasumsi bahwa Anda akan kalah

Ketika Anda menghadapi sebuah wawancara dan Anda merasa tidak sreg dengan hasil dari wawancara tersebut, atau rapat dengan klien yang tidak sesuai harapan Anda, jangan langsung menyerah. Tidak perlu menganggap bahwa semuanya sudah berakhir hanya karena satu hal tidak berjalan seperti yang Anda harapkan. Kesempatan bisa saja datang di saat Anda berpikir sudah saatnya menyerah. Seperti kata sebuah pepatah, “Satu episode yang tidak bagus belum berarti akhir dari keseluruhan bab dalam buku.”

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Anda Butuh Dukungan Orang yang Dicinta

3) Pilih-pilihlah ketika harus “berperang”

Apakah di tempat kerja Anda memiliki partner yang selalu siap dengan berbagai cara untuk menjatuhkan Anda? Atau atasan yang tersenyum lebih lebar justru ketika Anda berada di titik terendah dalam karir? Jika Anda terjebak dalam situasi bersama orang-orang tersebut, segeralah keluar menghindar. Ambil nafas dalam-dalam dan tenangkan diri Anda. Ada kalanya kita tidak perlu memenangkan perdebatan atau membela diri untuk sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu memberikan dampak signifikan kepada kita. Lebih baik kita tidak membuang waktu untuk meladeni orang-orang yang sebetulnya merasa insecure terhadap situasinya sendiri tetapi melimpahkan ketakutannya kepada kita.

Next: 4) Jangan membandingkan satu episode diri sendiri dengan milik orang lain