Mau Pindah Perusahaan atau Pindah Jenjang Karir? Ketahui dengan 3 cara ini!

head-1169901_640

Apakah Anda termasuk golongan orang yang merasa bahwa malam Senin lebih buruk dari operasi bedah mayor? Hal ini karena Anda tahu bahwa kebebasan Anda akan terenggut dalam hitungan jam. Sementara perasaan seperti ini lumrah saat kita sedang jenuh, bisa juga kejadian semacam ini menjadi tanda bahwa Anda sudah tidak menginginkan pekerjaan Anda.

head-1169901_640

(Image: Pixabay)

Mungkin Anda kebingunan apakah kebosanan Anda tersebut semata-mata disebabkan karena Anda tidak suka bekerja di perusahaan Anda saat ini, atau lebih buruk, Anda tidak menyukai industri tempat Anda bekerja. Jika begitu, Anda perlu merombak jenjang karir (career path) secara total. Untuk mengetahuinya, simak 3 (tiga) langkah berikut seperti dikutip dari mashable.com.

1. Apakah Anda akan lebih bahagia mengerjakan pekerjaan yang sama di tempat lain?

Cara pertama ini mungkin terkesan frontal. Akan tetapi jika saat ini Anda berada pada titik di mana Senin pagi terdengar menyeramkan atau gagasan tentang bahagia di tempat kerja hanya menjadi mitos semata di tempat kerja, bisa jadi Anda memang tidak menyukai pekerjaan Anda. Kemungkinan lain adalah Anda tidak menyukai perusahaannya karena lingkungan kerjanya tidak bagus atau manajer membuat Anda merasa tertekan. Untuk mengetahui jawabannya, Anda perlu merenungkan hal itu sejenak.

Cara mengetahuinya memang cukup sederhana, tapi memerlukan perenungan di akhir cerita. Pertama-tama, Anda harus megambil selembar kertas dan menggambar dua kolom. Di kolom pertama Anda harus mengisi dengan “Hal-hal yang Anda sukai tetang pekerjaan Anda”, sedangkan di kolom kedua Anda isi dengan “Hal-hal yang tidak Anda sukai tentang pekerjaan Anda”. Meskipun ini terlihat sederhana, pada akhirnya Anda akan mendapatkan jawaban apakah Anda benar-benar menyukai pekerjaan Anda atau memang perlu untuk hijrah ke jenjang karir yang lain.

2. Apakah Anda puas (fulfilled) dengan pekerjaan Anda saat ini?

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menganalisis. Caranya adalah dengan melontarkan beberapa pertanyaan pada diri sendiri. Pertanyaan tersebut antara lain, apakah pekerjaan Anda saat ini mampu memenuhi kepuasaan Anda? Apakah Anda menyukai pekerjaan Anda saat ini? Dan apakah Anda menemukan makna dibalik rutinitas yang Anda jalankan? Atau apakah Anda memiliki asisten pribadi yang selalu siap membawakan Anda secangkir kopi? Definisi kepuasan setiap orang tentunya berbeda-beda, intinya, Anda harus mulai mengidentifikasi, seperti apa takaran kepuasan Anda.

Di antara kalian mungkin pernah mendengar istilah pekerjaan yang benar di tempat yang salah atau sebaliknya. Akan tetapi, tidak jarang juga kita mendapatkan pekerjaan yang salah di tempat yang salah pula. Untuk mengetahui Anda masuk ke kelompok yang mana, Anda dapat memulainya dengan pertanyaan. Beberapa pertanyaan tersebut yakni, apakah pekerjaan memungkinkan Anda untuk mengunakan kekuatan Anda dengan cara yang unik? Apakah misi, produk maupun dampak dari perusahaan membuat Anda merasa luar biasa? Apakah Anda  memanfaatkan waktu luang Anda untuk membaca artikel-artikel yang berhubungan dengan pekerjaan Anda? Apapun itu, cobalah duduk dan renungi, apakah benar pekerjaan saat ini adalah yang Anda inginkan.

3. Terjebak pada kegalauan yang sama

Apakah Anda pernah berada pada situasi di mana Anda bekerja pada posisi yang bagus di perusahaan yang bagus pula, tetapi Anda merasa tidak lebih baik dari posisi-posisi sebelumnya? Beberapa posisi memang terlihat “oversell” atau dinilai secara berlebihan oleh masyarakat. Namun, apabila kejadian semacam ini terjadi berulang kali, saatnya Anda bertanya pada diri sendiri. Bisa jadi masalah terbesarnya berasal dari diri Anda sendiri.

Dalam sebuah artikel di masable.com, Richard Moy, sang penulis, menceritakan bahwa ia sering sekali berganti tempat kerja, tetapi tetap pada bidang yang sama. Ia begitu yakin bahwa dia akan berhasil menjadi sales handal meskipun sebetulnya ia tidak begitu ahli dalam penjualan. Ia berpikir bahwa faktor perusahaanlah yang membuat ia berpindah-pindah. Padahal, ia sebenarnya berpindah memang karena ia mengejar karir yang salah.

Tentunya, kita harus mulai merenungkan apakah karir yang kita jalani saat ini memanglah passion yang selama ini kita impikan atau bukan. Karena bisa jadi Anda yang selalu gagal mencitai pekerjaan saat ini, harus mulai berpikir jenjang karir baru. Jika Anda berada dalam situasi yang ragu-ragu, ada baiknya Anda mengambil waktu jeda dan berpikir apakah yang Anda jalani selama ini sudah tepat. Jika tidak, jangan ragu untuk mengambil strategi move on ke jenis industri lain. (*)