Ikuti 7 Tips ini Agar Anda Jadi Rekan Kerja yang Asyik

rekan kerja yg asyik

Bagi seorang karyawan, tempat kerja menjadi lokasi terlama mereka menghabiskan waktu kala terjaga. Di tempat tersebut mereka bertemu koleganya, duduk bersama dan melakukan pekerjaan bersama-sama. Pada saat itulah terkadang kita menemui teman atau atasan yang membuat kita jengkel. Jika ketegangan terus dibiarkan tumbuh, rusaklah hubungan baik kita, baik itu personal maupun professional.

rekan kerja yg asyik

(Image: Pixabay.com)

Dengan membangun hubungan baik di tempat kerja Anda dapat meraih pencapaian lebih banyak dan juga memiliki pengalaman bekerja di kantor yang menyenangkan. Berikut adalah tujuh tips yang dikutip dari entrepreneur.com, tentang bagaimana membangun hubungan yang baik antar karyawan, bawahan dan bahkan atasan.

  1. Hargai waktu orang lain

Salah satu cara paling mudah untuk menjadi tidak populer adalah dengan mejadi seseorang yang tiba-tiba menyelonong ke ruangan orang dan mengajak mengobrol. Jika obrolannya penting, apalagi mendesak, tentunya hal tersebut tak jadi masalah. Akan tetapi jika Anda hanya mengobrol ngalor ngidul sesuatu yang tidak krusial, hal itu akan sangat mengganggu rekan kerja Anda.

Selain menginterupsi dengan mendatangi meja kerja kolega, Anda juga harus menghindari bicara keras-keras jika layout kantor Anda membuat satu sama lain saling mendengar percakapan orang lain. Pelankan suara jika mengobrol dengan orang lain sehingga suara Anda tidak mengganggu kenyamanan karyawan lainnya.

  1. Bijak dalam menggunakan email

Email adalah media komunikasi yang mampu menciptakan sebuah impresi yang long-lasting. Bahkan, email bisa menjadi dasar hasutan atau provokasi bagi para penggunanya. Sebuah email yang tidak baik atau menyinggung perasaan orang lain dapat membuat hubungan sesama rekan kerja menjadi rusak selamanya. Jika hal itu terjadi, bukan tidak mungkin reputasi Anda di kantor akan tercemar.

Mempertimbangkan dampak buruk tersebut, sebaiknya Anda berhati-hati dalam menggunakan email. Apabila Anda sudah sangat kesal dengan kolega Anda dan butuh orang lain untuk berkeluh kesah, pilihlah teman di luar tempat kerja Anda. Namun jika Anda memang harus bercerita kepada kolega tentang sikap buruk kolega lain yang tidak Anda sukai, usahakan jangan menggunakan media tertulis apapun.

  1. Jangan jadi tukang ngadu

Salah satu cara paling cepat untuk menciptakan musuh adalah dengan menjadi orang yang suka mengadukan teman sendiri. Kepada bosnya, Anda membeberkan sikap-sikapnya yang membuat Anda tidak berkenan. Bisa itu melalui email dengan menyertakan nama karyawan yang diadukan ataupun bicara di belakang karyawan tersebut.

Jika Anda bermasalah dengan salah seorang kolega, selesaikan masalah Anda dengan orang yang bersangkutan. Tetapi jika dengan cara itu kolega Anda tidak mengubah perilakunya, cari jalan lain. Namun jika perbuatan kolega Anda tersebut membahayakan performa perusahaan, segeralah berkonsultasi dengan atasan dan biarkan mereka yang menanganinya.

  1. Miliki perangai (attitude) yang positif

Secara umum, kita menyukai orang-orang yang positif karena mereka ingin termotivasi dan terinspirasi dari sikap positif yang mereka tunjukan. Tidak hanya itu, seorang pimpinan pun akan mempercayakan proyek-proyek besar kepada orang-orang positif karena mereka memiliki optimisme yang bagus untuk mendukung suksesnya proyek tersebut.

Hanya saja, jangan berlebihan dalam menunjukkan sikap positif yang Anda miliki. Sikap riang yang berlebihan justru akan membuat orang merasa terganggu apalagi jika mereka sedang dihadapkan pada deadline. Lepas dari itu, sikap positif yang Anda tunjukkan di situasi apapun, akan memudahkan Anda untuk mengatasi rasa stress.

  1. Cari ketertarikan yang sama

Apakah itu Anda meeting dengan klien untuk pertama kali atau hanya sekedar membunuh waktu di antara meeting dengan teman sekantor, akan lebih mudah bagi Anda untuk populer jika Anda mampu mencari bahan pembicaraan yang tepat. Untuk memulainya, Anda bisa menanyakan apakah mereka memiliki kegiatan di akhir pekan atau menyebutkan acara televisi yang sedang populer di kota Anda.

Jika Anda berhasil menemukan topik yang diminati orang sekitar Anda, di lain kesempatan Anda dapat membahas kembali tema itu jika memang relevan. Mencari ketertarikan yang sama dengan lawan bicara apalagi dengan klien membuat kita sulit dilupakan oleh klien tersebut.

  1. Keinginan untuk mendengar

Seperti diungkapkan oleh seorang pakar training Dale Carnegie, mendengarkan adalah keterampilan komunikasi yang paling penting yang juga paling mudah.  Orang-orang cenderung merasa nyaman berhadapan dengan orang yang mengungkapkan pendapatnya tanpa menyela orang lain. Jadi, daripada fokus pada kalimat apa yang akan Anda lontarkan selanjutnya, fokuslah untuk mendengarkan lawan bicara Anda. Jika memungkinkan, singgung kembali pernyataan-pernyataan yang pernah diungkapkan lawan bicara Anda di lain kesempatan jika hal itu relevan.

Keterampilan mendengarkan juga sangat penting untuk dikuasi oleh para pimpinan. Hanya dengan didengarkan keluh kesah dan masukan terhadap perusahaan, anak buah sudah merasa sangat dihargai.

  1. Jadilah kawan yang suportif

Berikan dukungan kepada orang-orang di sekitar Anda. Apakah itu mereka yang meminta Anda me-retweet postingan tentang bisnisnya di sosial media atau bahkan membantu mereka mencari investor. Akan lebih baik lagi apabila Anda menawarkan bantuan Anda sebelum teman memintanya. Dalam hal berbisnis, perhatian-perhatian semacam itu sangatlah penting.

Ketika orang lain melihat Anda sebagai seorang yang sangat suportif, secara natural mereka akan tertarik dengan Anda. Hal ini juga berlaku di lingkungan kerja. Ketika  rekan kerja harus mempresentasikan proyeknya, jadilah orang yang menawarkan bantuan  bukan sebaliknya. (*)