Bagaimana Mencintai Pekerjaan Yang Kamu Benci

beautiful-15704_640

Motivasi tiap-tiap orang dalam mencari kerja tentunya berbeda-beda. Sebagian di antara mereka, tidak cukup beruntung mendapatkan pekerjaan yang mereka senangi. Dengan alasan desakan ekonomi dan kegalauan mencari passion, biasanya para pencari kerja rela mengerjakan pekerjaan yang belum mereka sukai. Bahkan, sebuah riset dari Tower Watson 2014 Workforce Global Study menyatakan bahwa hanya empat dari sepuluh pekerja yang engage dengan pekerjaannya.

Baca juga: 5 Cara Kalahkakan Stress Pada Pekerjaan

Namun, ada sebuah kabar baik yang diulas dalam forbes.com, bahwa sebetulnya, kita dapat menyenangi pekerjaan yang saat ini masih belum kita cintai. Hal tersebut tentunya dapat terwujud dengan banyak latihan disertai dengan keteguhan kita mengubah mindset dengan tidak lagi menganggap diri sendiri sebagai korban tetapi penakluk dari bebagai hambatan yang muncul dalam menjalankan pekerjaan Anda.

Beberapa cara yang bisa dicoba untuk mencintai pekerjaan kita, antara lain:

1. Fokus pada apa yang kita sukai dan tingkatkan.

Fokus kepada hal-hal yang kita senangi akan membantu kita mengurangi beban saat kita harus menghadapi masa-masa berat saat bekerja. Beberapa hal seperti partner kerja yang baik, kesempatan belajar, tunjangan yang diberikan atau pekerjaan tertentu yang menyenangkan dapat menjadi stimulus bagi kita untuk menyukai pekerjaan.

rappelling-755399_640

(Sumber image: pixabay.com/en)

2. Buat perubahan, meskipun itu kecil.

Rasa bosan biasanya adalah akar dari ketidakbahagiaan karyawan di tempat kerja. Oleh karena itu, buatlah modifikasi secara konsisten mengenai cara kerja Anda. Tantanglah diri sendiri untuk menambahkan sesuatu ke dalam sistem kerja yang dapat membuat kebahagiaan Anda bertambah. Dengan modifikasi tersebut, bukan tidak mungkin hasil kerja Anda pun menjadi bertambah baik. Hal ini tentunya akan menyenangkan bos Anda.

3. Buang yang tidak perlu di tempat kerja Anda.

Ketika seseorang merasa level energinya sangat rendah, hal tersebut bisa terjadi karena banyak sekali barang-barang yang tidak diperlukan, memenuhi ruang kerjanya. Inbox yang penuh dengan surat-surat sampah, atau meja yang penuh dengan kertas bekas dan alat tulis yang berserakan di mana-mana. Begitu pula laci kerja yang penuh dengan amplop-amplop bekas atau berkas kadaluarsa.

Membereskan tempat kerja layaknya memberikan kebebasan dan energi pada diri sendiri. Seorang career coach Beverly Jones mengatakan, “Ketika Anda memilah-milah, ini penting dan ini tidak, sebetulnya itu adalah latihan bagi kita untuk mengambil keputusan dalam hidup kita.”

4. Cari gambar positif yang menginspirasi dan memberi semangat.

Gambar di sini tidak harus dengan lukisan yang ditempel, tetapi Anda bisa membayangkan sebuah tempat kesukaan Anda. Misalnya setiap bekerja di kantor, bayangkan Anda sedang berada di padang rumput yang rindang dengan banyak pohon dan bunga.

Namun, jika Anda membutuhkan gambaran yang lebih nyata, Anda dapat mencari gambar-gambar tempat yang indah, kemudian memajangnya di ruangan Anda.

5. Menjadi voluntir.

Mejadi seorang sukarelawan, untuk bakti sosial misalnya, sangat bermanfaat bagi kita. Dengan menjadi sukarelawan, kita dapat memasuki bidang baru, melihat segala sesuatu dengan perspektif baru dan keluar dari kepenatan pekerjaan di kantor. Jika kegiatan voluntir diadakan kantor, hal ini bisa menjadi ajang untuk lebih dekat dengan bos Anda.

6. Bangkit dan akselerasi kinerja Anda.

Apabila Anda malas melihat tren yang sedang berkembang di sekitar Anda, tentunya Anda akan tertinggal di belakang. Jadi, ketika ada kesempatan bagus di tempat kerja, jangan ragu-ragu untuk mengambilnya.

Baca juga: Tanda-tanda Anda Terlalu Nyaman dengan Pekerjaan Anda

7. Acungkan tangan dan bersiaplah dengan tanggung jawab baru.

Salah satu langkah untuk menyukai pekerjaan adalah dengan membedah jobdes dari tugas-tugas kita pada posisi sekarang dan melihat tugas baru apa yang bisa ditambahkan lagi. Usahakan tugas tersebut dapat me-refresh fokus Anda sekaligus memberikan sensasi ketakutan bagi nyali Anda sendiri. Selalu membuka mata dan telinga akan adanya posisi kosong di perusahaan dan jangan ragu untuk mencalonkan diri.

Jika keraguan bahwa Anda tidak akan mampu mengerjakannya muncul, tetaplah terima tugas tersebut dengan percaya diri. Tantang diri Anda untuk menyelesaikan tugas tersebut. Jika Anda berhasil, kepuasan yang Anda dapatkan tidak akan ternilai harganya.

 

8. Eksplorasi kebahagiaan yang mungkin muncul di sela-sela kerja Anda.

Misalnya saja Anda memiliki bakat bermusik, bentuklah sebuah band dengan rekan-rekan kerja. Band Anda bisa saja tampil di acara-acara kantor atau bahkan acara di luar kantor misalnya menghibur anak panti atau kegiatan sosial lainnya.

Jika Anda lebih menyukai aktivitas yang melibatkan fisik, maka bergabunglah dengan klub olah raga di kantor.

9. Bekerja dari rumah.

Ketika berbicara tentang hal-hal yang membuat kita tidak menyukai pekerjaan kita, penyebabnya bisa jadi sangat kompleks. Akan tetapi, salah satu cara untuk menghindari hal tersebut adalah dengan melakukan telecommuting atau bekerja dari rumah. Bekerja dari rumah memungkinkan kita untuk mengatur jadwal kita sesuai keinginan kita. Bahkan kita bisa mengerjakan tugas kapan pun ketika kita sedang bersemangat mengerjakannya. Hanya saja, telecommuting harus tetap dibarengi dengan komitmen pribadi untuk mengerjakan tugas sesuai target.

beautiful-15704_640

(Sumber image: pixabay.com/en)

10. Tertawa lebih sering.

Sebuah polling yang dilakukan oleh Gallup mendapatkan hasil bahwa ketika seseorang tertawa lebih banyak saat bekerja, tingkat engagement-nya menjadi  lebih tinggi. Apabila engagement Anda lebih tinggi, berarti Anda lebih bahagia dan antusias. Hal ini bukan saja membantu Anda mengatasi masalah di tempat kerja, tetapi juga membuat rekan kerja ingin memasukkan Anda dalam tim mereka. Selamat mencoba. (*)

Tags: , , , , , , , ,