5 Tips Meminta “Work From Home” Kepada Bos

Mid adult woman sitting on floor, leaning on sofa, talking on, using laptop, side view

Praktik “work from home” sudah sangat populer di kalangan para karyawan perusahaan. Menurut penelitian dari Gallup’s Work and Education Poll, 37% penduduk Amerika Serikat saat ini sudah mencoba praktik ini. Jumlah tersebut meningkat dari yang hanya 30% pada dekade sebelumnya.

Mid adult woman sitting on floor, leaning on sofa, talking on, using laptop, side view

Keinginan untuk mencoba bekerja dari rumah terus meningkat. Bahkan, 80-90% dari penduduk Amerika yang merupakan karyawan mengaku ingin mencoba bekerja dari rumah, meskipun seandainya itu hanya paruh waktu. Tidak ada yang bisa menyalahkan hal tersebut karena memang bekerja dari rumah memberikan banyak keuntungan bagi kita. Apabila Anda termasuk orang yang mendambakan bekerja dari rumah, berikut adalah 5 (lima) tips yang dapat dicoba ketika memohon izin kepada bos Anda seperti dilansir dari payscale.com,

  1. Mengatakan jauh sebelum tanggal tele-working yang diminta

Ketika meminta untuk bekerja dari rumah, katakan hal tersebut jauh-jauh hari sebelum tanggal yang Anda minta. Dengan begitu, Anda memberikan kesempatan kepada bos untuk berpikir dan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk transisi Anda.

Intinya, jangan dadakan ketika mohon izin kepada atasan. Sebaiknya, Anda mengambil waktu ketika pergantian tahun fiskal atau ketika kontrak Anda diperbarui. Hal ini akan membuat atasan Anda melihat keseriusan Anda meminta perubahan pola kerja ini.

  1. Pertimbangkan untuk meminta “work from home” sebagai percobaan dalam batas waktu tertentu.

Lepas dari fakta bahwa bekerja dari rumah sudah sangat populer, tidak sedikit pemberi kerja yang menilai metode ini menimbulkan efek samping negatif. Mereka merasa bahwa bekerja secara face-to-face akan membuat karyawan menjadi lebih produktif. Pasalnya jika tidak bertemu satu sama lain, mereka khawatir bahwa kolaborasi akan berjalan tidak efektif. Jika Anda ingin meminta untuk work from home, pemahaman akan hal ini adalah sesuatu yang wajib.

Beri pemahaman kepada bos bahwa Anda hanya akan bekerja dari rumah dua kali dalam seminggu misalnya. Atau Anda bisa meminta satu bulan penuh dengan syarat bahwa Anda akan kembali bekerja di kantor jika produktivitas Anda menurun. Jika percobaan ini berhasil, bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan izin dari bos untuk bekerja dari rumah sampai kapanpun waktu yang Anda inginkan.

  1. Sampaikan bahwa ini adalah strategi terbaik bagi Anda, jelaskan secara personal.

Secara umum, kita tahu bahwa keuntungan bekerja di rumah adalah bisa mengatur waktu kita sendiri kapanpun ingin bekerja. Cobalah untuk mencari motivasi lain selain fleksibilitas waktu tersebut. Sampaikan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan jika Anda bekerja dari rumah. Misalnya dengan menjelaskan bahwa bekerja dari rumah akan membuat kerja Anda menjadi semakin efektif. Anda dapat mengurangi distraksi akibat suasana kantor yang ramai. Atau waktu Anda lebih banyak karena Anda tidak perlu lagi menghabiskan waktu dan tenaga di jalan. Pastikan bahwa Anda melakukan “work from home” demi kebaikan perusahaan dan karir Anda.

  1. Pertimbangkan sudut pandang pemberi kerja.

Jika memungkinkan, pikirkanlah apa yang menjadi kekhawatiran bos akan langkah yang Anda ambil. Pahami ketakutan tersebut dan bawa solusinya ketika berdiskusi. Berikan solusi yang kuat sehingga terlihat bedanya antara “ya” dan “tidak” untuk bekerja dari rumah.

Sebelum mengatakan secara resmi bahwa Anda ingin bekerja dari rumah, usahakan untuk mengobrol secara informal beberapa kali untuk menggali kekhawatirannya. Dengarkan keraguannya, kemudian carilah solusi  yang menguntungkan kedua belah pihak.

  1. Tetaplah bisa dipercaya dan diandalkan meskipun bekerja dari rumah

Salah satu alasan utama mengapa pemberi kerja tidak mengizinkan “work from home” adalah karena tidak pernah mencoba sebelumnya atau mencoba, tetapi gagal. Jadilah orang yang mampu mengubah paradigma tersebut.

Jika Anda menginginkan bekerja dari rumah, terlebih dulu buktikan bahwa Anda memang mampu bekerja dengan sangat baik. Ketika kepercayaan itu akhirnya diberikan kepada Anda, jangan kecewakan bos Anda. Bekerjalah dengan optimal, bertanggung jawab serta teliti sehingga penilaian bos Anda pun akan tetap positif. Bagaimanapun juga, ketika Anda memutuskan untuk bekerja dari rumah, perusahaan akan lebih ketat mengawasi performa kinerja Anda. Sehingga, jadilah reliable. (*)