3 Tanda Anda Terlalu Banyak Bekerja

human-111856_640

Menjadi yang pertama sampai ke kantor dan yang pulang paling akhir adalah hal yang biasa lakukan. Dengan melakukan hal tersebut Anda merasa sangat produktif. Padahal karena hal itu Anda merasa kurang tidur, kurang istirahat bahkan kondisi tubuh Anda memburuk.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Anda sudah terlalu lelah bekerja. Jika Anda selalu memaksakan diri Anda maka hal tersebut akan membahayakan diri Anda sendiri.

Baca juga: Apakah Anda Kecanduan Bekerja

human-111856_640

(Sumber image: pixabay.com)

Mulai saat ini Anda harus berhenti produktif yang berlebihan dan mulai memikirkan kesehatan diri sendiri. Terdapat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Anda terlalu keras bekerja. Apa sajakah tanda tersebut? Simak pemaparannya di bawah ini.

1. Anda selalu menolak kesempatan untuk bersosialisasi.

Lily Herman, salah satu kontributor The Muse, mengungkapkan bahwa ia merasa menghabiskan waktu terlalu lama bekerja dan tidak memiliki waktu untuk bersosialisasi dengan teman-teman. “Hal ini diungkapkan ketika orang tuaku bertanya, ‘Lil, apakah kamu akan menghabiskan akhir minggu di depan komputer lagi dibandingkan denan teman-temanmu?’” tulis Herman. Setelah itu ia berpikir bahwa sebelum bekerja ia memiliki banyak teman dan biasa pergi untuk setidaknya makan bersama. Namun setelah bekerja Herman menyadari bahwa ia sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

Bagaimana cara menghentikannya?

Herman menyarankan untuk mengiyakan ajakan yang diutarakan oleh teman-teman Anda. Sekali Anda memahami bagaimana caranya untuk tidak langsung menolak, hal tersebut akan memudahkan Anda untuk memilih rencana di luar pekerjaan. “Anda akan merasa lebih produktif bekerja setelah beristirahat sejenak,” tulis Herman.

Baca juga: Banyak Karyawan Pura-pura Workaholic

2. Rekan kerja Anda tidak ingin bekerja dengan Anda.

Kita hidup di lingkungan yang ketika Anda menyatakan bahwa Anda sedang sibuk adalah hal yang keren. Padahal tidak seperti itu. Kesibukan Anda bekerja ternyata mulai menarik perhatian rekan kerja Anda sehingga mereka mulai menghindari untuk bekerja dengan Anda. Jika hal ini terjadi dengan Anda, maka mulai saat ini Anda harus berpikir dua kali untuk bekerja berlebihan.

Bagaimana cara menghentikannya?

Jika hal ini sudah terjadi berulang kali, maka ini saatnya Anda lebih memperhatikan orang lain. Mungkin Anda pribadi merasa tidak masalah jika harus lembur setiap hari, namun bagaimana dengan rekan Anda? Apakah mereka hal yang sama?  Lembur karena tenggat waktu yang mendekat mungkin tidak masalah, namun lembur ketika hari Jumat malam adalah hal yang bisa menjadi masalah.

3. Tubuh Anda mulai melawan.

Herman menyadari bahwa ia terlalu kerja bekerja setelah ia menyadari rambutnya mulai rontok. Meskipun ia mengakui memang rambutnya rontok, namun ketika rambut rontoknya semakin banyak ia pun menyadari bahwa hal tersebut bukanlah masalah hormon lagi. “Setiap orang memiliki respon yang berbeda-beda terhadap stress. Mulai dari naik atau turunnya berat badan, kurang tidur, masalah perut, sakit kepala, ataupun masalah kesehatan lainnya,” tulis Herman.

Ketika Anda mengalami sakit kepala, Anda bisa saja mengkonsumsi obat atau ketika Anda kurang tidur Anda menambah jam tidur Anda. Namun ternyata hal tersebut tidaklah cukup.

Bagaimana cara menghentikannya?

Para ahli kesehatan selalu menyatakan untuk mendengarkan tubuh Anda. Namun ternyata tidak semua orang menyadari bahwa permasalahan kesehatan seperti rambut rontok, adalah salah satu tanda bahwa tubuh Anda tidak sehat.

Untuk memastikannya, asumsikanlah hal yang mengganggu kesehatan Anda disebabkan karena bekerja. Misalnya akhir-akhir ini Anda merasa sakit perut terus menerus. Asumsikanlah bahwa hal tersebut terjadi karena pola makan Anda yang tidak benar dan konsumsi makanan instan yang terlalu sering.

Cobalah untuk mengatur pola makan dan makanan yang Anda konsumsi. Jika Anda merasa lebih sehat, maka Anda sudah di jalan yang tepat.

Bekerja dengan keras memang dibutuhkan oleh setiap orang. Namun bekerja keras bukan berarti Anda melupakan kesehatan diri Anda. Mulai sayangilah diri Anda dari sekarang. (*)

Tags: , , , ,