11 Cara Ini Menjauhkan Anda dari Kebiasaan Menunda

Procrastination

Kebiasaan menunda merupakan masalah semua orang. Dan ketika itu menyerang Anda, akan sangat sulit lepas dari kebiasaan tersebut. Anda mungkin saja berpikir bahwa orang yang produktif dan masih bisa fokus meskipun harus bekerja di tempat umum adalah mereka yang terbebas dari kebiasaan tersebut. Padahal tidak demikian, kebiasaan buruk menyerang siapapun.

Procrastination

(Image credit: psychologytoday.com)

Bedanya adalah orang yang produktif mampu menanggulangi gangguan tersebut dengan cara-cara yang sistematis. Pertama sekali, mereka tahu betul penyebab dari kebiasaan menunda-nunda pekerjaan, kemudian ia mencari strategi untuk melawan penyebab-penyebab tersebut.

Dilansir dari inc.com, berikut adalah 11 (sebelas) langkah strategis untuk melawan kebiasaan menunda,

  1. Cari tahu penyebabnya

Ketika Anda sedang tidak bergairah untuk bekerja, penundaan akan memberi sinyal kepada Anda untuk mengerjakan hal lain yang lebih menyenangkan seperti beristirahat atau mengambil makanan. Selain aktivitas-aktivitas sederhana seperti itu, ada distraksi lain yang lebih komplek misalnya tiba-tiba Anda memikirkan strategi untuk membuat tim Anda mendjadi lebih kompak.

Apapun pengalihan tersebut, jangan biarkan Anda terjebak di dalamnya. Untuk menghindarinya, Anda  bisa memanfaatkan kejenuhan kerja tersebut untuk memikirkan sebab-sebab mengapa Anda begitu suka menunda-nunda pekerjaan. Mengetahui penyebab penundaan justru akan membantu Anda terhindar dari kebiasaan ini.

  1. Hilangkan penghambat Anda dalam menyelesaikan tugas

Sebelum memulai sebuah pekerjaan, pikirkan terlebih dahulu hambatan apa yang mungkin muncul. Setelah itu, susunlah strategi agar hambatan tersebut tak lagi muncul. Misalnya saja ketika Anda mendapatkan sebuah tugas dan intruksinya ada di dalam email. Jika Anda terus menerus menengok ke inbox email Anda ketika sedang mengerjakan, besar sekali kemungkinan Anda akan terdistraksi dengan email-email baru yang masuk ke email Anda.

Untuk mengantisipasinya, Anda bisa memindahkan instruksi tersebut keluar dari email. Bagaimanapun juga, menjaga agar kita tetap berkonsentrasi jauh lebih mudah daripada mengembalikan fokus yang telah hilang.

  1. Segera bergegas mengerjakan, apapun yang terjadi.

Memulai suatu pekerjaan memang tidak mudah. Kadang kita merasa enggan untuk segera memulai terlebih jika pekerjaan tersebut tidak Anda  sukai. Contohnya saja ketika Anda harus membuat laporan, yang Anda lakukan hanyalah menatap lama Microsoft Word yang masih kosong. Kunci utamanya adalah  Anda mulai mengerjakannya apapun yang terjadi. Segeralah menulis paragraf pertama. Setelah  Anda mulai menulis, maka mood  Anda akan meningkat. Sebaliknya, jika Anda terus menerus berpikir tentang betapa sulitnya memulai pekerjaan, akan semakin malaslah Anda.

  1. Menjabarkan menjadi potongan-potongan kecil

Kadang kita menunda pekerjaan karena membayangkan betapa kompleks dan besar proyek yang harus kita selesaikan. Menyiasatinya, kita harus melakukan break down atau memotong proyek tersebut menjadi potongan-potongan kecil sehingga dapat lebih mudah diselesaikan dan juga lebih cepat.

Misalnya  Anda harus membuat laporan pertanggungjawaban. Anda tahu bahwa untuk menyelesaikan laporan tersebut, setidaknya Anda membutuhkan 10 jam penuh.

Agar tidak merasa kewalahan bahkan sebelum memulai, bagilah laporan tersebut menjadi beberapa poin komponen kecil. Dengan begitu, Anda bisa menyicil laporan tersebut dan masih tetap bisa bekerja meskipun Anda hanya memiliki waktu luang selama satu jam saja.

  1. Bekerja pada lingkungan yang mendukung

Meskipun Anda telah melakukan segala upaya dengan benar, hal itu tidak  akan berguna  jika  Anda bekerja pada lingkungan yang tidak tepat. Itu artinya, ketika sedang butuh konsentrasi, hindari tempat-tempat yang berisik, tempat yang ada televisi atau tempat di mana Anda sedang berkumpul dengan teman-teman Anda .

  1. Menikmati keberhasilan kecil yang Anda raih

Selain membuat to-do list, Anda pun perlu untuk mengecek to-do list tersebut untuk mencari tahu tugas mana saja yang sudah Anda tuntas kerjakan. Rayakan pencapaian tersebut sehingga Anda  dapat merasakan energi postif dari kemenangan itu.

Kemenangan  akan memberi stimulasi kepada bagian dari otak Anda sehingga terbentuklah hormon endrogen. Hormon itulah yang akan mengontrol rasa optimis dan kepercayaan diri Anda sehingga siap untuk menyelesaikan tugas berikutnya.

  1. Realistis

Menyusun  target yang tidak realistik membuat Anda merasa tertekan sehingga tidak bersemangat mengerjakan tugas Anda. Sebaliknya,  target yang realistis memberikan optimisme sehingga pekerjaan pun kita selesaikan dengan penuh semangat.

  1. Mengontrol self-talk pada diri sendiri

Pada situasi tertentu, kita “berbicara pada diri sendiri” dengan maksud untuk memotivasi diri. Namun, kadang kala kalimat yang kita gunakan tidak tepat dan justru menjadi boomerang. Agar terhindar dari kebiasaan menunda, hindari self-talk bernada “saya tidak  akan menunda lagi”.

Sebuah penelitian  menghasilkan temuan bahwa ketika kita diminta untuk tidak memikirkan suatu hal, kita cenderung akan memikirkan hal tersebut. Triknya adalah Anda berbicara dengan diri  sendiri tentang hal yang positif terkait kebiasaan menunda  tersebut. Misalnya jika  Anda mampu mengerjakan tugas sesuai target, Anda akan merasa puas dan mendapatkan banyak sekali manfaat.

  1. Jangan bersikap perfeksionis

Kebanyakan penulis menghabiskan waktu berjam-jam bahkan bisa berhari-hari untuk melakukan brainstorming menentukan plot dan pelaku dalam ceritanya. Setelah itu mereka menulis halaman demi halaman paragraf-paragraf yang ia tahu tidak akan ia masukkan dalam buku yang akan diterbitkannya.

Mereka melakukan hal tersebut karena mereka tahu bahwa untuk mengembangkan ide, dibutuhkan banyak waktu. Ketika tiba saatnya untuk menulis buku tersebut, tiba-tiba mereka membatu karena merasa bahwa idenya belum sempurna.

Padahal, bagaimana mungkin kita bisa menulis sesuatu yang sempurna jika kita tidak segera memulai. Mengedit tulisan yang buruk jauh lebih mudah dan memungkinkan dibanding mengedit halaman kosong.

  1. Fokus pada hasil

Setiap orang pasti merasa malas untuk periksa di dokter gigi. Mereka membayangkan tindakan medis yang menyakitkan ketika dokter sudah mulai bekerja. Namun, tetap saja mereka pergi ke dokter gigi.

Bagaimanapun, dampak buruk yang ditimbulkan akan lebih menyakitkan apabila kita tidak ke dokter. Sama halnya dengan kita dalam mengerjakan tugas.

Jangan merasa malas untuk memulai tetapi fokuslah pada hasil yang akan kita peroleh. Bayangkan kepuasan yang akan kita dapatkan ketika sudah berhasil mengerjakan tugas kita.

  1. Maafkan diri sendiri

Ketika Anda sudah terlanjur menunda pekerjaan, jangan menyalahkan diri sendiri untuk hal itu. Anda mungkin menyangka bahwa dengan menghukum diri sendiri akan membuat Anda bangkit dan menghindar dari kebiasaan menunda ke depannya.

Ternyata justru sebaliknya. Menghakimi diri sendiri justru membuat kita terpuruk dalam kebiasaan buruk tersebut. (*)