PMSM Indonesia Ajak Praktisi HR Aware dengan SKKNI

Suasana meeting room di JW Marriot Hotel lantai 3 pagi ini terasa berbeda. Satu-dua HR Director dari berbagai perusahaan mulai berdatang untuk sebuah event bertajuk “HR Director Breakfast Meeting” yang diprakarsai oleh PMSM (Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia) Indonesia. HR Director Breakfast Meeting sendiri sudah beberapa kali dgelar sebagai ajang sharing dan networking di komunitas para HR Director.

PMSM HR Director

Irvandi Ferizal, Ketua Umum PMSM Indonesia dalam sambutannya memberikan informasi terkait beberapa aksi dan agenda organisasi dikaitkan dengan isu-isu yang berkembang di lapangan. Salah satunya untuk memberikan wadah bagi para HR Director untuk mengakses beragam informasi dan kegiatan yang bisa diikuti para praktisi HR, PMSM telah menghadirkan sebuah website dengan alamat www.pmsm-indonesia.com yang bisa diikuti oleh siapa saja termasuk para relawan yang bersedia berbagai di website. Selain itu inistiaf kegiatan berupa boot-camp maupun workshop juga diadakan untuk mengupgrade kapasitas member yang sudah bergabung. Juga kita mengadakan kajian-kajian apa yang menjadi trend HR, dan ini berdasarkan data di Indonesia sehingga output akan lebih terasa manfaatnya,” ujar Irvandi yang juga adalah Human Capital Director Maybank Indonesia.

Irvandi juga menambahkan untuk mengjangkau daerah-daerah, PMSM juga telah hadir melalui afiliasi. “Berdasarkan masukan, di daerah-daerah ini sangat haus akan informasi dan ilmu-ilmu baru tentang HR. PMSM saat ini sudah ada di Bandung, Pasuruan, Denpasar, dan Makassar serta beberapa daerah lainnya yang juga ingin diadakan cabang. Bagaimana caranya, gampang saja, kumpulkan sekitar 10 perusahaan kemudian siapa yang akan mengkoordinir, nanti tim pusat akan mengaturnya. Saat ini sudah ada yang sudah masuk seperti Palembang, Balikpapan, Semarang, Malang dan kalau lancar tanggal 30 ini akan ada pelantikan pengurus untuk wilayah Jawa Timur.

PMSM HR Director-2

Di samping itu, Irvandi juga menekankan bahwa PMSM sangat mendukung akselerasi Pemerintah untuk segera menerapkan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) untuk semua industri, dan khusus para praktisi HR sudah memiliki standar kompetensi yang telah disahkan oleh Menteri Tenaga Kerja, yang menariknya standar ini dibuat oleh, dari dan untuk praktisi HR sendiri.

“Apa yang ingin diharapkan dari para bapak dan ibu, adalah big wave untuk kepentingan yang lebih besar, di mana saat ini sudah ada sekitar 400 lebih standar kompetensi, dan yang ada lembaga sertifikasinya baru sekitar 150-an, dan terus terang PMSM agak sulit karena berhadapan dengan ego sektoral, seperti misalnya BUMN tidak menggunakannya, pertambangan tidak sama, atau komunitas hotel yang bilang standardnya beda. Untuk itu jangan antipati, lihat dan baca-baca dulu karena yang membuat sebenarnya juga dari para komunitas sendiri. Bagi para konsultan, sekolah bisnis, dan perusahaan silahkan dilihat dan disounding dulu, kalau cocok kemudian mau sertifikasi juga sangat disarankan. Karena seperti diketahui, MEA sudah jalan dan sudah ada kesepakatan dengan nagara-negara lain ada 8 profesi yang open, sehingga kalau praktisi HR dalam negeri tidak berbenah dan tidak siap, jangan salahkan kalau nanti akan diisi oleh orang luar negeri. Sekali lagi mari kita lihat gambar besarnya untuk Indonesia yang lebih baik,” tukas Irvandi. (*)