5 Alasan Kenapa Pekerja Harus Cerdas Secara Emosi

face-109968_640

Memiliki pekerja yang berpengalaman, berbakat dan visioner memang dibutuhkan oleh perusahaan. Namun ternyata ketiganya tidaklah cukup untuk meraih kesuksesan. Masih ada satu hal yang tertinggal, yakni emotional intelligence atau kecerdasan emosi.

face-109968_640

(Image credit: Pixabay)

Kecerdasan emosi tidak dapat terlihat dari CV ataupun proses interview. Kecerdasan emosi juga biasanya tidak jadi alasan utama mengapa seseorang direkrut. Namun menurut Jayson Demers, selaku Founder dan CEO AudienceBloom, membangun tim yang berisi orang-orang cerdas secara emosi dapat memberikan efek besar bagi performa perusahaan. Bagaimana bisa?

Pertama-tama marilah kita definisikan kecerdasan emosi terlebih dahulu. Meskipun dapat menghasilkan multiple interpretation, namun Psychology Today mendefinisikan kecerdasan emosi sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengatur emosi diri sendiri dan emosi orang lain. Artinya, orang yang cerdas seara emosi mampu mengenali emosinya, simpati dengan orang lain dan memahami bagaimana emosi akan memberikan dampak bagi orang lain.

Mengapa orang yang cerdas secara emosi diperlukan oleh perusahaan? Berikut 5 (lima) alasannnya.

  1. Komunikasi yang lebih baik

Komunikasi dilakukan melalui suara dan bahasa tubuh. Keduanya dikontrol dengan emosi dan memiliki dampak besar bagaimana seseorang memahami dan berbicara satu sama lain. Pekerja yang cerdas secara emosi akan lebih mudah memahami maksud dan tujuan rekan kerja lainnya. Selain itu ia juga mampu mengekspresikan pemikirannya lebih baik.

  1. Temperamen yang lebih baik

Bekerja memang membuat stress namun bukan berarti stress merenggut kesabaran Anda. Sekali Anda kehilangan kesabaran hal ini dapat memperburuk hubungan yang terjalin dan komunikasi yang berlangsung. Pekerja yang cerdas secara emosi bukan berarti selalu tenang. Namun mereka tahu kapan mereka stress dan marah. Mereka pun lebih pandai dalam mengelola stress dan marah mereka dalam cara yang tepat.

  1. Membangun kedekatan dengan rekan kerja

Bagi mereka yang cerdas secara emosi, akan mudah bagi mereka untuk membuat koneksi sosial baru. Mereka dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain secara efektif. Sebagai team leader, peran mereka yang cerdas secara emosi dapat membantu Anda. Mereka dapat membantu Anda menyatukan tim Anda, berperan sebagai leader, membantu saat dibutuhkan dan friendly.

  1. Dibutuhkan bagi klien

Klien yang meninggalkan Anda memang menyakitkan, meskipun Anda tidak tahu apa yang salah. Pekerja yang cerdas secara emosi memang tidak dapat membaca pikiran klien. Namun ia dapat melihat emosi yang ditampilkan klien dan mengatur situasi yang sulit. Mereka yang cerdas secara emosi dapat membantu Anda membangun relasi bisnis dengan klien Anda.

  1. Proaktif dan visioner

Pekerja yang cerdas secara emosi akan lebih baik dalam memprediksi perilaku. Mereka juga lebih memahami mengapa seseorang melakukan hal dengan cara mereka masing-masing. Mereka dapat melihat kekuatan dan kelemahan seseorang, dan membuat penilaian berdasarkan hal tersebut.

Pekerja yang cerdas secara emosi akan lebih aware dengan diri mereka sendiri. Ia dapat menginformasikan kepada Anda kapan ia merasa stress atau kapan pekerjaan yang ia lakukan tidak lagi menantang. Hal ini membuat tugas Anda sebagai team leader lebih mudah bukan?

Berdasarkan yang sudah dipaparkan sebelumnya, ternyata memiliki pekerja yang cerdas kognisinya saja tidak cukup. Cerdas secara kognisi namun tidak memahami perasaan rekan satu timnya pun tidak dapat membangun kerja sama tim yang baik. (*)