Tidak Jaminan Hobi Anti-mainstream di CV Bisa Curi Perhatian, Ini Alasan Rekruter Tolak Kandidat

Job Interview

CV merupakan modal utama para job seeker dalam mencari pekerjaan idaman. Hal ini menyebabkan para job seeker berusaha menyusun CV mereka sedemikian rupa demi menarik perhatian para rekruter. Hal-hal yang dianggap dapat menjadi nilai lebih bagi mereka pun dituliskan dalam CV, termasuk hobi mereka.

Job Interview

 

(Source/Image: HRMAsia)

Hobi kerap kali menjadi salah satu poin penting yang dituliskan oleh kandidat dalam CV mereka. Selain itu terkadang para rekruter pun kerap kali bertanya seputar hobi kandidat. Memiliki hobi membaca, mendengarkan musik, menonton film ataupun travelling merupakan contoh hobi yang termasuk dalam kategori mainstream.

Namun bagaimana jika kandidat potensial Anda ternyata menuliskan melihat katak berkembang biak, menjadi pelatih paus atapun mempelajari kesenian teh Jepang sebagai hobi mereka? Apa yang akan Anda lakukan?

Baca juga: Menurut HR Google, Ini Kesalahan Fatal dalam Membuat CV!

Hobi yang anti-mainstream ternyata tidak cukup bagi para kandidat untuk membuat mereka lebih diperhatikan oleh para rekruter. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Solas Consulting, bahkan terdapat seorang kandidat yang menuliskan mempelajari bagaimana caranya menulis CV sebagai hobi mereka.

Selain hobi, hasil survey juga menunjukkan beberapa alasan rekruter yang cukup aneh dalam menolak seorang kandidat. Mulai dari mengupil saat proses interview, menjadikan malas sebagai kelemahan mereka dan terdengarnya suara flush toilet saat interview melalui telepon.

Tidak hanya ketiga hal tersebut, tidak melepaskan jaket selama proses interview dan datang terlalu pagi ternyata bisa menjadi alasan yang cukup aneh bagi rekruter dalam menolak seorang kandiat. Mengatakan ‘have a good weekend’ pada hari Selasa pun ternyata cukup bagi seorang rekruter untuk menolak seorang kandidat. (*)