Temperatur Kantor Bisa Jadi Sumber ‘Cekcok’ di Kantor, Kok Bisa?

Image Tabel 1

Percayakah Anda bahwa temperatur di kantor ternyata dapat memicu cekcok antar pekerja. Cukup mengejutkan bukan? Hal ini diungkapkan berdasarkan hasil survey terbaru yang dilakukan oleh CareerBuilder. Satu dari lima pekerja (20%) pernah mengalami cekcok hanya karena membahas mengenai temperatur di tempat kerja. Sedangkan 18% lainnya pernah mengubah temperatur kantor secara diam-diam pada musim dingin.

office-1031707_640

Cekcok ini dimulai ketika ada pekerja yang menyatakan seberapa panas ataupun dingin suhu di kantor pada saat itu. Sebanyak 23% pekerja menyatakan bahwa tempat kerja mereka terlalu dingin, sedangkan 25% lainya menyatakan terlalu panas.

Dari sisi jenis kelamin, pekerja wanita lebih sering merasakan perbedaan suhu di kantor dibandingkan pekerja pria. Sebanyak 13% pekerja pria menyatakan terlalu dingin dan 28% terlalu panas. Sedangkan pekerja wanita sebanyak 31% menyatakan terlalu dingin dan 22% terlalu panas.

Baca juga: Mengelola Konflik dengan Teman Sekantor

Menurut Rosemary Haefner, selaku Chief of Human Resource Officer CareerBuilder, mengungkapkan bahwa sangat tidak memungkinkan untuk menyesuaikan temperatur yang cocok bagi semua orang. “Namun Anda dapat melihat apa yang pekerja mau dan butuhkan agar lebih produktif dan mengakomodasinya ketika Anda mampu,” tuturnya.

Image Tabel 1

Dari hasil survey ini diketahui bahwa lebih dari sebagian responden (53%) menyatakan bahwa temperatur kantor yang terlalu dingin memberikan dampak negatif bagi tingkat produktivitas mereka. Sedangkan sebanyak 71% responden menyatakan hal yang sama jika temperatur terlalu panas.

Pekerja wanita cenderung lebih terkena dampak dari temperatur yang terlalu dingin ataupun panas. Sebanyak 58% lebih berdampak dengan temperatur dingin (versus 47% pekerja pria) dan 74% lebih berdampak dengan temperatur panas (versus 68% pekerja pria).

Untuk melawan dinginnya temperatur di musim dingin, para pekerja kemudian melakukan hal-hal berikut:

1. Memakai pakaian berlapis (44%)

2. Mengkonsumsi minuman panas (36%)

3. Mengenakan jaket sepanjang hari (31%)

4. Mengenakan sweater tebal (27%)

5. Menggunakan pemanas ruangan (15%)

6. Menggunakan selimut (7%)

Baca juga: Manager Wanita Lebih Tenang Hadapi Konflik Kantor

Ternyata tidak hanya mereka yang bekerja di kantor yang terkena dampak dari temperatur kantor. Mereka yang bekerja outdoor pun, meskipun hanya 10%, juga terkena dampaknya. Hal ini dikarenakan perubahan suhu yang ekstrim antara di luar ruang kantor dan di dalam ruang kantor. Perubahan suhu ekstrim ini mengarahkan mereka untuk memiliki masalah kesehatan, seperti:

1. Kelelahan karena panas (13%)

2. Dehidrasi berat (9%)

3. Terbakar matahari (7%)

4. Heat stroke (3%)

5. Hipotermia (2%)

6. Frost bite (1%)

Beruntung kita di Indonesia hanya memiliki dua musim, yakni musim penghujan dan musim panas. Namun pada saat ini Indonesia mulai memasuki musim penghujan, bisa saja temperatur yang terlampau dingin mempengaruhi produktivitas Anda. Sudahkah Anda mengantisipasinya? (*)