Sungguh, Alasan Telat Ngantor Ini Tak Masuk Akal

late

Siapa yang pernah cari-cari alasan saat terlambat? Sepertinya setiap orang pernah melakukan hal tersebut. Biasanya yang menjadi kambing hitam adalah kemacetan lalu lintas ataupun transportasi publik yang datang terlambat. Namun, ada lho alasan yang terdengar tidak masuk akal. Seperti apa?

late

Baca juga: 12 Alasan Terlambat yang Aneh

Sebanyak 2.500 hiring manager dan lebih dari 3.200 pekerja di Amerika Serikat diminta pendapatnya mengenai alasan keterlambatan. Berdasarkan hasil polling yang dilakukan oleh Harris Poll, menurut para hiring manager alasan yang terdengar tidak masuk akal terkadang menjadi alasan seseorang atas keterlambatan mereka. Meskipun satu dari empat pekerja (25%) hanya melakukannya sebulan sekali, sebanyak 13% lainnya melakukannya setiap minggu.

Menariknya alasan keterlambatan anti-mainstream yang diberikan para pekerja ini terdengar tidak masuk akal. Selain tidak masuk akal, kemungkinan terjadinya pun sangatlah kecil. Namun bukan berarti tidak bisa menjadi alasan keterlambatan. Apa saja alasan terlambat anti-mainstream yang dikemukakan para pekerja?

Berikut daftarnya.

  • “Saya berpikir untuk berhenti kerja hari ini, namun pada akhirnya tidak jadi sehingga datang terlambat”
  • “Rambut saya tersangkut dan terbakar di hair dryer
  • “Saya tertahan oleh Homeland Security
  • “Saya harus mengejar sapi saya”
  • “Seekor beruang hitam memasuki garasi dan tertidur di atas mobil saya”
  • “Kadal peliharaan saya harus dioperasi dan ternyata meninggal. Saya pun harus berduka sambil memutuskan apakah membiarkan kadal saya dikuburkan oleh dokter atau membawa jenazah kadal tersebut ke kantor”
  • “Saya harus pergi ski karena ada fresh powder di bukit”
  • “Ada grand opening toko dan saya ingin mendapatkan diskon saat itu.”
  • “Saya harus selesai menonton My Name is Earl
  • “Semua pakaian saya dicuri“
  • “Saya bingung dengan perubahan waktu yang terjadi dan tidak yakin apakah itu spring forward ataupun fall back
  • “Sebuah truk Vaseline terbalik di jalan tol dan membuat jalanan menjadi licin.“

Dua dari tiga organisasi (67%) dan pekerja (66%) berpikir bahwa konsep bekerja ‘9 to 5’ sudahlah basi. Namun separuh dari organisasi (51%) mengharapkan para pekerja untuk memberikan laporan tepat waktu setiap harinya.

Baca juga: Hindari Kebiasaan Sepele Ini Agar Tak Terlambat Kerja

Keterlambatan ternyata membuat empat dari 10 (41%) pekerja diberhentikan. Meskipun begitu satu dari tiga perusahaan (33%) menyatakan bahwa selama tidak menjadi kebiasaan keterlambatan bisa dimaafkan. Sedangkan 16% lainnya tidak mempedulikannya selama pekerja mampu menyelesaikan tugas mereka. Sebanyak 62% pekerja membayar keterlambatan mereka dengan pulang lebih akhir.

Ternyata semua alasan ‘anti-mainstream’ tersebut dikemukakan para pekerja karena kemacetan (53%), ketiduran (33%), cuaca yang buruk (28%), kurang tidur (23%) dan harus mengantar anak ke sekolah ataupun penitipan anak (15%). (*)