Soal Pengembangan Karir, 51% Pekerja Australia Merasa Dicuekin

agenda-1355316_640

Pengembangan karir pekerja merupakan salah satu strategi utama perusahaan untuk mempertahankan talent dan membuat pekerja lebih engage. Sayangnya, hal ini tidak dirasakan oleh para pekerja di Australia. Hal ini diungkapkan berdasarkan suvery yang dilakukan oleh Hays.

agenda-1355316_640

(Image: Pixabay)

Hays telah melakukan survey mengenai pengembangan karir terhadap 2.043 orang pekerja Australia. Hasilnya, sebagian besar (51%) pekerja di Australia tidak merasa bahwa atasan mereka peduli dengan pengembangan karir mereka. Hanya 22% di antara para responden yang merasa bahwa atasan mereka cukup aktif mempromosikan pengembangan karir mereka. Sedangkan 27% lainnya menyatakan bahwa atasan mereka memperhatikan pengembangan karir para pekerjanya dalam beberapa kesempatan, namun hanya ketika pekerja aktif untuk bertanya.

Menurut Nick Deligiannis, selaku Managing Director Hays di Australia dan New Zealand, ini merupakan kesempatan yang disia-siakan oleh perusahaan. Nick berujar, “Padahal kita semua tahu bahwa menawarkan pengembangan karir adalah alat yang penting untuk mempertahankan pekerja.”

“Kita semua tahu bahwa kurangnya pengembangan karir adalah alasan utama mengapa seseorang mencari pekerjaan baru. Jadi kenapa tidak atasan memperjuangkan hal tersebut dan merencanakannya bersama-sama dengan pekerja?” ungkap Nick dengan nada bertanya.

Nick juga mengungkapkan bahwa pengembangan karir tidak selamanya dimaknai dengan promosi. Meskipun tidak sedikit juga pekerja yang mengartikan pengembangan karir dengan promosi. “Penting bagi atasan untuk duduk bersama dengan pekerja untuk mengetahui perkembangan karir seperti apa yang diinginkan oleh para pekerja,” saran Nick.

Hays menjelaskan bahwa perkembangan karir tidak hanya mengenai promosi. Kesempatan untuk mengembangkan diri di bidang lain, project, coaching, mentoring atau formal training bisa menjadi pilihan lain untuk mengembangkan karir pekerja. (*)