Hati-hati! 4 dari 10 Gen Y Akan Pergi Jika Tidak Naik Gaji

Tabel1

Survey yang dilakukan oleh Robert Half terkait Gen Y berikut ini perlu mendapat perhatian serius perusahaan untuk berhati-hati. Pasalnya, sebanyak 4 dari 10 (37%) pekerja Gen Y akan mencari kesempatan lain jika keinginan mereka untuk naik gaji tidak dipenuhi. Para pekerja yang berusia antara 18 sampai 34 tahun ini menyatakan bahwa mereka akan meninggalkan pekerjaan mereka jika tidak mendapatkan kenaikan gaji sesuai dengan keinginan mereka.

gen y

Sedangkan para pekerja Gen X, usia 35 sampai 55 tahun, kebanyakan (32%) akan menunggu performance review berikutnya untuk meminta kenaikan gaji. Para baby boomers, pekerja usia di atas 55 tahun, juga sependapat dengan para Gen X (42%).

Baca juga: Bagaimana Mengelola Gen Y untuk Menyongsong Era Bonus Demografi

Hanya sedikit dari para responden yang tidak akan mengambil tindakan apapun seputar kenaikan gaji yang tidak dipenuhi. Sebanyak 6% dari para Gen Y, 8% dari para Gen X dan 10% dari para baby boomers. Selain itu diketahui pula bahwa mereka pun tidak mengeluhkan seputar kenaikan gaji. Terbukti hanya 4% di antara para responden yang akan mengeluhkan seputar kenaikan gaji ke rekan kerja, teman ataupun suami istri mereka.

Berikut merupakan hasil rekapitulasi survey yang dilakukan oleh Robert Half Singapura terhadap 500 orang pekerja.

Tabel1

Menurut Stella Tang, selaku Managing Director Robert Half Singapura, berdasarkan hasil survey ternyata setiap generasi memiliki prioritas yang berbeda. “Gen Y sangatlah ambisius dan ingin karir mereka terus maju. Hal ini berarti pemberian gaji harus beriringan dengan tanggung jawab yang mereka terima. Gen Y juga tahu bahwa mereka memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk mencari kesempatan lain jika mereka merasa tidak dihargai,” jelas Tang.

Tang menambahkan, “Gen X merupakan generasi yang memiliki banyak pilihan ketika keinginan mereka untuk naik gaji ditolak. Mereka merasa lebih senior dan dapat meminta pengganti kenaikan gaji seperti tunjangan atau meminta pindah posisi dengan gaji yang lebih tinggi. Mereka juga dapat memanfaatkan pengalaman yang mereka miliki untuk bekerja di tempat lain jika mereka merasa tidak dihargai.”

Baca juga: Tips Development dan Recognition untuk Gen Y

“Baby boomers merupakan generasi yang paling stabil dan tidak mudah tergugah dengan kesempatan baru. Mereka akan lebih berpikir untuk pensiun ataupun berpindah tugas untuk menjadi mentor. Mereka juga menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja dan mengumpulkan aset ataupun kekayaan. Sehingga kenaikan gaji bukanlah lagi prioritas utama mereka. Maka dari itu para baby boomers lebih sabar untuk menunggu performance review berikutnya,” tukas Tang. (*)