Budaya ‘always on’, Per Orang Habiskan 29 hari/tahun untuk Cek Email

apple-1281744_640

Mengecek email sepertinya tidak membutuhkan waktu lebih dari lima menit. Namun pernahkah Anda terpikir jika lima menit tersebut dikumpulkan dalam waktu satu tahun? Hasilnya tentu saja mengejutkan.

apple-1281744_640

(Image:Pixabay)

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Chartered Management Institute (CMI) seperti yang dilansir dalam The Daily Mail, setidaknya seorang pekerja menghabiskan waktu sekitar 29 hari setiap tahunnya hanya untuk mengecek email ataupun menyelesaikan urusan pekerjaan di luar jam kerja mereka.

Baca juga: Responden Akui Cek Email dalam Kondisi Tak Biasa

Sebanyak 4 dari 5 partisipan bahkan mengakui bahwa mereka menambah jam kerja mereka setidaknya satu jam setiap harinya. Lebih spesifiknya, satu dari 10 partisipan bisa menambah 3 jam ekstra di luar jam kerja untuk mengerjakan pekerjaan mereka.

Penambahan jam kerja ini disebabkan karena para pekerja sangat sering mengecek email mereka. Sehingga hal tersebut mengharuskan mereka untuk menambah jam kerja bahkan membuat mereka mengalami masalah pada kesehatan. Lebih buruk lagi berpotensi untuk burnout.

Baca juga: Meeting dan Email Kuras Energi Karyawan

Menurut Ann Francke, selaku Chief Executive CMI, pada masa kini kebanyakan orang setuju dengan ide bahwa tempat kerja modern terkadang membutuhkan waktu kerja ekstra. “Namun budaya ‘always on’ harus segera dihapuskan. Hal ini membuat para manajer harus mendukung budaya ‘always willing’ yang merefleksikan budaya take and give demi meningkatkan kualitas kerja para pekerja,” ungkap Francke.

Budaya ‘always on’ ini dianut para pekerja dikarenakan kemajuan teknologi yang memungkinan setiap orang untuk tetap bekerja setiap saat, kapanpun dan dimanapun. Padahal jam bekerja pun memiliki batasannya meskipun dilakukan secara fleksibel. (*)