8 dari 10 Pekerja Berlibur dengan Perasaan ‘Berdosa’

beach-815303_640

Tidak semua jatah cuti yang diberikan perusahaan dimanfaatkan oleh para pekerja. Mengapa begitu? Alasannya sederhana, karena mayoritas pekerja merasa ‘berdosa’ ketika mereka mengambill cuti dan bersenang-senang saat cutinya.

beach-815303_640

Percaya tidak percaya, ternyata 8 dari 10 pekerja merasa ‘berdosa’ ketika sedang cuti untuk liburan. Bahkan 1/3-nya mengungkapkan bahwa hanya memikirkannya saja sudah membuat mereka merasa stress. Hal ini diungkapkan berdasarkan hasil survey yang bertajuk ‘National Relaxation Survey‘.

Berdasarkan hasil survey tersebut ditemukan bahwa sebanyak 86% pekerja Gen Y merasa berdosa ketika mengambil cuti. Sebanyak 67% baby boomers pun merasakan hal yang sama. Dari kedua kelompok ini diketahui bahwa mereka setidaknya dapat menyelesaikan satu pekerjaan di waktu cutinya.

Baca juga: Buat CEO, Ini Cara Habiskan Liburan Tanpa Rasa Khawatir

Pekerjaan yang biasanya mereka lakukan yaitu membalas email (52%) dan menerima panggilan (31%). Padahal para partisipan survey mengakui bahwa jatah cuti yang didapatkannya biasanya dipergunakan untuk mengurus urusan keluarga, ataupun pergi ke dokter. Namun komitmen mereka untuk bekerja dapat membuat mereka tidak dapat melakukannya secara maksimal (58%).

Selain itu sebanyak 69% pekerja mengungkapkan bahwa mereka sangat membutuhkan liburan dalam beberapa kondisi. Namun mereka merasa tidak membutuhkan liburan karena perjalanan yang terlalu lama (37%) dan merasa lelah sepulang liburan (36%). Mayoritas pekerja (80%) merasa bahwa bahkan hanya merencanakan liburan sudah dapat membuat mereka tertekan. Sebagian dari mereka menyatakan hal tersebut disebabkan budget yang dibutuhkan.

Baca juga: Jangan Biarkan Karyawan Anda Melewatkan Liburannya

Dr. Suzy Green, selaku Founder The Positivity Institute mengungkapkan bahwa setiap pekerja perlu membuat ‘holiday gameplan’ agar mereka dapat menikmati jatah cuti mereka. “Termasuk di dalamnya menetapkan batasan kapan mengurusi urusan pekerjaan dan lebih memfokuskan pada waktu untuk beristirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meditasi sesingkat apapun ternyata dapat menurunkan tingkat stress dan meningkatkan wellbeing,” ungkap Dr. Suzy Green. (*)

Tags: , , , , , , , ,