55% Pekerja Menganggap Berpakaian Formal ke Kantor Itu Jadi Hal Penting

wristwatch-1149669_640

Sebanyak 6.250 orang telah berpartisipasi dalam riset yang dilakukan oleh Qualtrics. Salah satu perusahaan perangkat lunak riset terbesar di dunia ini melakukan survey bertajuk 2016 Global Attitudes Toward Work Report.

wristwatch-1149669_640                                                    

Berbagai macam pertanyaan dijawab oleh pekerja dari berbagai macam negara. Para responden dari Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Belanda, New Zealand, Polandia, Spanyol, Swedia, Inggris dan Amerika Serikat, diminta untuk menjawab pertanyaan mengenai diri mereka sendiri dan mengenai negara tempat mereka tinggal dan bekerja.

Baca juga: Ternyata Banyak Pekerja yang Ingin Diskusi Jenjang Karir dengan Manajernya

Beberapa catatan yang menjadi poin pertanyaan dalam riset ini yaitu mengenai seberapa pentingnya mengenakan pakaian kantor, tujuan bekerja, kepuasan kerja, hingga work-life balance. Berikut beberapa poin menarik dari hasil survey yang dilakukan pada tahun 2016 ini.

  • Lebih dari 55% partisipan menyatakan bahwa mengenakan pakaian formal ke kantor adalah hal yang sangat penting.
  • Para pekerja di Perancis menyatakan bahwa mereka lebih senang menjadi seorang entrepreneur. Dengan 16% di antaranya menyatakan bahwa bekerja di perusahaan startup adalah hal yang mereka inginkan.
  • Para partisipan bekerja karena mereka harus menafkahi diri dan keluarga mereka, mendapatkan tunjangan kesehatan (Amerika Serikat), masuk dalam kategori penduduk produktif (Belanda), menabung untuk masa purnabakti (Spanyol), dan bersama dengan orang lain (Swedia).
  • Pekerja di Perancis (68%), Amerika Serikat (67.5%) dan Jerman (64%) merasa puas dengan pekerjaan mereka.
  • Teman menjadi orang pertama yang dicari ketika seseorang mencari pekerjaan. Baru diikuti dengan iklan lowongan pekerjaan, keluarga, pekerja yang sebelumnya dan Facebook.
  • Yunani menjadi negara yang skor work-life balance-nya paling rendah
  • Pekerja di Yunani dan Italia mengakui bahwa kebanyakan waktu saat bekerja dihabiskan untuk membuka akun medsos mereka.
  • Jerman menjadi negara dengan produktivitas terendah bersamaan dengan Italia.
  • Pekerja di Polandia memiliki tingkat kepuasan kerja terendah dibandingkan pekerja di negara lain (43%).
  • Sebagian besar partisipan (kecuali Belanda) menganggap bahwa bekerja di perusahaan besar adalah hal yang menarik.