Nasib Hewan dalam Bencana Merapi

Terima kasih kepada Pemerintah yang sudah memperhatikan animal issue dalam bencana Merapi. Dengan perhatian ini para pengungsi tidak perlu kembali lagi
mempertaruhkan nyawanya bolak-balik ke tempat tinggalnya untuk memberi makan hewan ternaknya.

Kebijakan yang diambil pemerintah ini memiliki dampak pada kesejahteraan hewan yang dipandang oleh dunia internasional sebagai bagian yang penting
dalam kehidupan manusia. Sebagaimana telah diumumkan, pemerintah menyanggupi mengganti rugi sapi yang mati dengan sejumlah uang. Tentu akan lebih arif bila program ini dibarengi dengan pengevakuasian hewan-hewan ke tempat-tempat yang lebih aman, terutama dekat dengan pemiliknya. Selain
mengurangi beban pemerintah untuk mengganti rugi hewan tersebut, hal ini juga mengurangi resiko timbulnya masalah di kemudian hari, misalnya kasus
korupsi, pembelian yang tidak sesuai kenyataan, dan sebagainya.

Dari kacamata kami para pecinta hewan, tentu ini akan berdampak pada tetap dipikirkannya keselamatan hewan yang ada di daerah rawan bahaya. Di
lapangan, kami juga menemui banyak hewan piaraan seperti anjing yang ditinggalkan pemiliknya dengan alasan untuk menjaga rumah. Tidak saja
anjing, tetapi juga banyak hewan kesayangan lain yang terperangkap di dalam rumah. Kami yakin hewan-hewan ini adalah bagian dari anggota keluarga
pengungsi dan tentu saja tidak ditinggalkan tanpa sebab yang jelas, melainkan karena keterbatasan para pengungsi itu sendiri. Hewan-hewan
tersebut tidak dilengkapi dengan minum dan pakan yang memadai sehingga dikhawatirkan dalam waktu kurang dari 1 minggu mereka akan mati. Ini akan
menimbulkan problem potensial lain di kemudian hari, misalnya saja penyakit, kenyamanan lingkungan, dsb.

Tentu penampungan sementara bagi hewan-hewan yang ditinggalkan pemiliknya menjadi pemecahan yang baik juga.  Kami para aktivis pecinta hewan siap
untuk mendampingi hewan-hewan yang ditinggalkan oleh para pemilik di tempat penampungan sementara, sebagaimana yang telah kami lakukan selama ini.
Dengan adanya tempat penampungan sementara maka sekaligus mengurangi resiko keselamatan para relawan yang menangani kasus-kasus ini.

Sedikit pemikiran ini mudah-mudahan tidak membebani pemerintah.

Drh Aditya Kusnoadi, Yogyakarta, DIY